Ancaman Bahaya dari Lingkar Perut - Kencana Sari MPH : Peneliti Balitbang Kemenkes

NERACA

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dalam jangka panjang menimbulkan efek positif terhadap kesehatan seseorang. Tetapi itu jika berbuka puasa dengan tidak berlebihan. Jika diabaikan beberapa akibat buruk siap mengintai. Bahaya itu diantaranya peningkatan kadar kolesterol, berat badan dan lingkar perut.

Lingkar perut dapat merupakan indikator obesitas sentral yang erat kaitannya dengan penyakit kronis seperti jantung koroner. Obesitas sentral berhubungan erat karena makan berlebih dan pola hidup tidak aktif. Menurut World Health Organization Aisa-Pasifik kategori penderita obesitas sentral adalah jika seorang laki-laki mempunyai lingkar perut lebih dari 90cm atau perempuan mempunyai lingkar perut lebih dari 80cm. Berpakah lingkar perut anda sekarang?

Data hasil survey kesehatan nasional, Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan tahun 2013 menunjukkan bahwa tingkat obesitas sentral di Indonesia adalah 26,6 persen, meningkat jauh dari sejak tahun 2007 yang hanya 18,8 persen. DKI Jakarta merupakan propinsi dengan angka obesitas sentral yang paling tinggi yaitu 39,7 persen. Empat dari sepuluh orang di Jakarta mempunyai lingkar perut yang besar.

Apa yang membuat obesitas sentral begitu berbahaya? Obesitas sentral ini ada dua bentuk, yaitu lemak yang tersimpan dibawah kulit di seluruh badan. Tetapi lemak didalam perut adalah cerita lain lagi. Lemak yang ada didalam perut berada di sekitar organ tubuh seperti jantung, pankreas, hati, dll. Tidak seperti lemak dibawah kulit, lemak disekitar organ langsung mengeluarkan keluaran lemaknya melalui aliran darah langsung menuju hati. Sehingga asam lemak jenuh terakumulasi di hati, jantung, pankreas dan organ lain yang selanjutnya akan menyebabkan disfungsi organ. Tidak berhenti sampai disitu, disfungsi organ akan merusak regulasi insulin, gula darah, kolesterol dan juga fungsi jantung.

Jika di uangkan maka meningkatnya lingkar perut berhubungan dengan semakin meningkatnya biaya perawatan kesehatan di masa yang akan datang. Setiap peningkatan satu sentimeter dari lingkar perut normal akan meningkatkan biaya kesehatan seseorang sebanyak 1,25% pada pria dan 2,08% pada wanita. Misalnya seorang wanita lingkar perutnya 95 ccm, tanpa addanya gangguan penyakit maka akan meningkatkan biaya pemeliharaan kesehatannya sebanya 397 US dollar per tahun dibanding wanita dengan lingkar perut normal.

Satu-satuya jalan untuk menurangi kelebihan lemak di organ adalah dengan mengurangi berat badan. Dengan membakar kalori yang lebih banyak dibandingkan dengan yang dimakan. Namun, hal itu bukanlah hal yang mudah untuk mereka yang gemuk. Perlu niat yang benar bulat untuk menurunkan berat badan. Perbanyaklah konsumsi serat dan kurangi karbohidrat sederhana.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Serap Dana Rp8,47 triliun dari Lelang SBSN

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp8,47 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara…

Waspada Bahaya “Jackpotting”

    NERACA   Jakarta - Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center…

Lawan Kampanye Hitam dari Medsos

NERACA Bogor- Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo Wibawa menegaskan, banyak konten di media yang biasanya berseliweran di jagat maya baik positif…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Mencegah Penyakit Flu Ketika Musim Hujan Tiba

Flu menjadi penyakit yang kerap diderita orang ketika musim hujan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, tiap tahun orang…

Bekerja Sambil Berdiri Bantu Turunkan Berat Badan

Sebuah studi kesehatan terbaru menemukan bahwa bekerja sembari berdiri dapat membantu menurunkan berat badan daripada bekerja sembari duduk. Studi yang…

Operasi Plastik Pusar Sedang digandrungi di Amerika - Tren Dunia Kecantikan

Operasi plastik umumnya dilakukan demi tampilan lebih baik dan menarik, apalagi untuk bagian-bagian tubuh yang sering terekspos termasuk wajah. Ke…