Kemenperin Nilai Industri Kecil Perkuat Ekonomi Lokal - Produk Unggulan Dukung Daya Saing

NERACA

Jakarta - Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi daya saing yang kuat didukung oleh produk-produk industri unggulan terbaiknya. Ini juga tak lepas dari kualitas sumber daya manusia yang terus berkembang dengan inovasi dan kreatifitasnya yang dijadikan sebagai modal pengembangan ekonomi masyarakat Jawa Timur.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian dalam sambutannya yang dibacakan Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Euis Saedah saat membuka Gelar Produk Unggulan Jawa Timur di Plasa Pameran Industri, Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (2/9).

Euis menuturkan, acara kali ini merupakan apresiasi yang diberikan Kementerian Perindustrian bagi Pemerintah Daerah Jawa Timur khususnya pimpinan Dekranasda dan jajaran Dinas Perindag Provinsi Jawa Timur yang terus berupaya mengoptimalkan potensi daerah melalui pembinaan industri kecil dan menengah (IKM).

"Apresiasi ini diberikan karena terus mendorong tumbuh dan berkembang IKM menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan, sehingga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," sambungnya.

Menurutnya perkembangan dan pertumbuhan IKM dewasa ini, tidak terlepas dari adanya komitmen dan kebijakan serta program yang dijalankan oleh pemerintah yang berkelanjutan hingga saat ini. “Kesemuanya itu dilaksanakan dengan satu tekad dan semangat agar pertumbuhan IKM di Indonesia dapat terus berkembang secara sehat dan kuat sehingga dapat menjadi bagian integral dari seluruh kegiatan industri, dan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat perekonomian domestik,” tegas dia.

Pameran yang diselenggarakan tanggal 2 – 5 September 2014 ini dibuka untuk umum pukul 09.00 – 17.00 WIB, dan diikuti sebanyak 45 perajin binaan Dekranasda Provinsi Jawa Timur yang berasal dari Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dengan menampilkan produk-produk unggulan terbaik, antara lain kerajinan batik tulis, bordir, kerajinan perak, perhiasan (assesoris), kaligrafi, produk kulit, makanan dan lain-lain.

Disisi lain, Industri merupakan salah satu sektor strategis yang harus dikembangkan oleh Pemerintah karena diharapkan dapat terus menjadi motor penggerak kemajuan perekonomian nasional, melalui kontribusinya terhadap penambahan devisa negara dan penyerapan tenaga kerja.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Jawa Timur, dimana merupakan daerah yang memiliki posisi strategis di bidang industri karena diapit dua provinsi besar yaitu Jawa Tengah dan Bali, sehingga menjadi pusat pertumbuhan industri maupun perdagangan. Selain itu, Jawa Timur juga mempunyai potensi di bidang pertanian, perkebunan, niaga, holtikultura, perikanan dan sumber daya energi lainnya.

Seiring dengan perkembangan sektor industri kreatif, Dirjen IKM mengatakan, diperlukan upaya untuk menciptakan produk kerajinan yang inovatif dan dibuat dari bahan baku ramah lingkungan agar dapat meningkatkan daya saing. Selain itu, penting juga pemberian merek (branding) dalam rangka memasuki pasar dunia yang semakin tinggi tingkat persaingannya dan merupakan elemen penting dalam strategi pemasaran produk-produk Indonesia. “Unsur kreativitas selalu diperlukan dalam meningkatkan nilai tambah produk. Tingginya kreativitas yang dimiliki IKM Jawa Timur, juga akan membuat lajunya pasar ekspor,” tegas Dirjen IKM.

Negara tujuan ekspor produk Jawa Timur yang terbesar adalah Jepang, sementara itu untuk negara tujuan ekspor utama di ASEAN adalah Malaysia, sedangkan Belanda menjadi negara tujuan utama ekspor untuk Uni Eropa. Perkembangan ekspor Provinsi Jawa Timur terus meningkat secara signifikan, terutama pada tahun 2013-2014. Selama Januari – Juni 2014, ekspor non migas mencapai US$ 9.5 juta atau naik 28,85% dibanding ekspor non migas periode yang sama tahun 2013 sebesar US$ 7,3 juta. Ekspor non migas Jawa Timur didominasi oleh perhiasan dengan nilai US$ 451 juta.

Nilai ekspor yang tinggi tersebut dapat menjadikan Jawa timur berinovasi dalam menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi. Kreativitas setiap perajin harus terus dikembangkan, terutama Jawa Timur yang memiliki sumber daya alam dan kearifan lokal sehingga menjadi kunci dalam pengembangan kreativitas. “Dengan demikian teruslah melakukan eksplorasi dengan menggunakan kearifan lokal agar tetap dapat unggul dalam persaingan pasar, terutama dalam menghadapi persaingan global,” tegas Dirjen IKM.

Dalam hal ini, Kemenperin terus melakukan penguatan program pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi mesin peralatan kepada IKM dan kemudahan-kemudahan lain untuk pengembangan produk yang berdaya saing.

BERITA TERKAIT

Gapki Sarankan Penyerapan Lokal untuk Atasi Proteksi Eropa

NERACA Jakarta – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mengingatkan proteksi Uni Eropa terhadap produk minyak sawit asal…

Bank Banten Dukung Layanan Samsat Online

    NERACA   Serang - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk, (Bank Banten) kembali mendapatkan kepercayaan dari para stakeholders.…

Bank Dunia Proyeksikan Perlambatan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik

      NERACA   Jakarta - Laporan terbaru Bank Dunia memproyeksikan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Separuh Pelaku Kreatif Ditargetkan Daftar HKI

NERACA Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menargetkan sebanyak 50 persen dari 8,2 juta unit usaha ekonomi kreatif yang tercatat…

Pasar Besar - Industri Kaca Alat Farmasi dan Kesehatan Tambah Kapasitas Produksi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri kaca untuk alat-alat farmasi dan kesehatan. Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri…

IKM Itu Penggerak Ekonomi Berbasis Kerakyatan

NERACA Jakarta – Industri kecil dan menengah merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Hal ini lantaran para…