Garuda Pilih Rute Untung Bukan Buntung - Tekad Keluar Dari Kerugian

NERACA

Jakarta – Masih mencatatkannya kerugian keuangan dalam laporan keuangan yang dialami PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), rupanya menjadi tekad bagi manajemen untuk keluar raport merah tersebut dengan memangkas rute-rute penerbangan dan melakukan efisiensi biaya operasional.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Emirsyah Satar mengatakan, pada semester kedua tahun ini, pihaknya merencanakan beberapa langkah untuk bisa menekan angka kerugian perseroan, di antaranya dengan melakukan restrukturisasi rute,”Kita lakukan restrukturasi rute,”ujarnya di Jakarta, Selasa (2/9).

Dirinya menilai, rute-rute yang dianggap kurang menguntungkan bagi perseroan akan ditutup baik domestik maupun internasional. Ini sebagai salah satu cara menekan beban perseroan. Salah satu rute internasional yang ditutup diantaranya Mumbai dan Manila. Namun sebaliknya, rute –rute internasional yang menguntungkan tetap di buka.

Selain itu, kata Emir, efisiensi yang terus dilakukan adalah peremajaan armada pesawat yang sudah tua dan boros bahan bakar,”Pesawat-pesawat lama yang mau kita pakai lebih panjang, kita cepat jual, kita kuatkan. (Pembelian pesawat baru) schedule-nya tetap tapi yang lama-lama yang kita mau perpanjang tidak kita perpanjang. Kita tutup, kita kurangi, dan ekspansi kita kurangi," tandasnya.

Lanjutnya, Emir menjelaskan, dibalik kerugian yang di derita perseroan disebabkan bisnis penerbangan yang diklaimnya tengah mengalami perlambatan. Bahkan, beberapa maskapai penerbangan pun merugi akibat perlambatan ini. Fluktuasi nilai tukar rupiah, tingginya harga avtur, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi menjadi beberapa alasan lesunya bisnis penerbangan.

Diakuinya, saat ini bisnis penerbangan baik global maupun domestik tengah mengalami berbagai tekanan disebabkan beberapa faktor seperti depresiasi nilai tukar rupiah, tingginya harga bahan bakar (avtur), dan perlambatan ekonomi,”Berbagai perusahaan penerbangan mengalami perlambatan dan bahkan beberapa maskapai mengalami kerugian, sebagaimana perusahaan penerbangan, ini akibat depresiasi nilai tukar, harga bahan bakar dan perlambatan ekonomi,”ungkapnya.

Kendatipun demikian, Emir menyakini, Garuda Indonesia bisa keluar dari tekanan tersebut dengan melakukan berbagai upaya untuk kembali menyehatkan kinerja keuangan perseroan. Buruknya performance keuangan Garuda Indonesia rupanya menuai kritikan langsung dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

Kata Dahlan, dalam upaya penyelamatan Garuda dari utang yang ditanggungnya harus diselesaikan melalui RUPSLB. Dalam agenda tersebut sekaligus membahas dan menentukan siapa calon yang akan menggantikan Emirsyah Satar. "Harus ada RUPSLB, karena kerugian Garuda sangat besar, termasuk direksi masuk satu paket," tukas dia.

Asal tahu saja, emiten maskapai penerbangan plat merah ini mencatat kenaikan jumlah utang (liabilitas) sebesar 31,09% pada akhir tahun 2013 menjadi US$1,84 miliar, atau setara Rp21,6 triliun (kurs Rp11.725 per dollar AS). Sebagai perbandingan, akhir tahun 2012, total liabilitas perusahaan mencapai US$ 1,4 miliar. Utang tersebut, antara lain berasal dari penerbitan obligasi perusahaan, pinjaman jangka panjang sindikasi III, pinjaman jangka panjang Bank Permata, dan pinjaman jangka pandang BRI. Lalu dari pinjaman jangka panjang Bank Panin dan pinjaman jangka panjang sindikasi BCA Club Deal.

Imbas derita rugi yang masih membebani keuangan PT Garuda Indonesia Tbk rupanya memberikan dampak signifikan terhadap rating perseroan. Pasalnya, Fitch Rating sebagai lembaga pemeringkat internasional memberikan sinyal lampu merah bagi Garuda Indonesia. (bani)

BERITA TERKAIT

Dianggap Rugikan Pihak Ketiga yang Bukan Debitur dalam Eksekusi - Dirut BRI dan Kurator Dipolisikan

Dianggap Rugikan Pihak Ketiga yang Bukan Debitur dalam Eksekusi Dirut BRI dan Kurator Dipolisikan NERACA Jakarta - Direktur Utama Bank…

IIF Dapat Kucuran Rp1 triliun dari JICA - Untuk Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8.000.000.000 atau sekitar Rp…

Garuda Cari Pinjaman Sebesar US$ 200 Juta - Danai Perawatan Pesawat

NERACA Tangerang - Danai penambahan belanja modal di 2018, PT Garuda Indonesia (Perseroa) Tbk (GIAA) berencana mencari pinjaman sebesar US$…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…