Kampus Sarana Tepat Matangkan Ilmu dan Karakter

NERACA

Pendidikan karakter sebenarnya sangat mendasar, bukan hanya di rumah dan di sekolah dasar, mahasiswa juga harus menerima pendidikan karakter. Hal ini bertujuan Agar saat mahasiswa terjun di masyarakat nanti tidak terjadi penyalahgunaan ilmu yang di pelajari selama sekolah.

Ya, kepandaian di bidang pendidikan saja belum cukup tanpa bekal moral dan karakter yang kuat. Buktinya, tidak sedikit para intelektual yang kerap menyalahgunakan kepandaiannya untuk melakukan tindak pidana seperti korupsi atau menjadi teroris. Kalau saja mereka memiliki karakter dan budi pekerti yang kuat, tentu hal itu tidak akan terjadi.

Jadi untuk alasan kebaikanlah maka perlu di tekankanpentingnya pendidikan karakter bagi mahasiswa. Terkait hal tersebut, menurut Naskah Akademik Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi yang dikeluarkan oleh DIKTI - Kemendikbud, proses pendidikan karakter di perguruan tinggi merupakan usaha transformasi nilai-nilai dasar (nilai Universitas, nilai acuan) ke dalam budaya akademik.

Dalam proses implementasi pendidikan karakter, naskah akademik tersebut mengangkat pendekatan asimilatif, artinya pendidikan karakter ini digabungkan dengan pendidikan akademik, kemudian diharapkan dapat memberikan pemahaman baru, berupa karakter dan mentalitas yang mendukung kemampuan intelektualitas lulusan perguruan tinggi.

Mantan anggota DPR RI, Marwah Daud Ibrahim menuturkan, kaum muda atau mahasiswa menjadi tumpuan masa depan bangsa sehingga memerlukan keilmuan dan karakter yang kuat untuk mengambil keputusan secara mandiri bagi kepentingan bangsa dan negara. dalam hal ini, kampus merupakan sarana paling tepat untuk mematangkan kualitas keilmuan dan karakter integritas intelektual muda

Menurut dia, "Mahasiswa harus menjadi cendekiawan yang peduli pada nasib masyarakat dan lingkungan sekitar serta dapat memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa dan negara," kata dia pada Program Pengenalan Kampus (P2K) Mahasiswa Baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta belum lama ini

Sementara itu, Rektor UAD Kasiyarno mengatakan pihaknya telah menyediakan sejumlah fasilitas dan program pendukung yang bisa diakses para peserta didik untuk menunjang kegiatan perkuliahan.

Misalnya, kuliah kerja nyata yang bertaraf nasional hingga internasional di antaranya di Mesir serta pertukaran pelajar ke sejumlah negara seperti Malaysia, Tiongkok, Thailand, Filipina, dan Jepang.

Menurut Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu, berbagai fasilitas tersebut bisa diperoleh mahasiswa yang mau bersaing meningkatkan kualitas diri.

"Kami berharap setiap mahasiswa mau berlomba-lomba untuk menjadi lebih baik dalam bidang akademik maupun non-akademik," ujar dia.

Kegiatan P2K itu diikuti sebanyak 4.750 mahasiswa baru UAD. Dari jumlah mahasiswa baru UAD sebanyak itu 174 orang di antaranya berasal dari luar negeri.

BERITA TERKAIT

Sentry Safe Hadirkan Brankas dengan Proteksi terhadap Kebakaran dan Banjir

  NERACA Jakarta – Brankas biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting ataupun barang-barang berharga. Oleh karena itu Sentry Safe mengeluarkan…

Manajemen Risiko Utang dan Investasi

    Oleh: Ambara Purusottama School of Business and Economic Universitas Prasetiya Mulya   Utang yang terus menumpuk pada pemerintahan…

Penerimaan Pajak, Investasi, dan CAD Jadi Momok Ekonomi

Oleh: Djony Edward Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan menolak pengajuan sengketa hasil Pilpres 2019. Dengan demikian Presiden Jokowi dan Wakil…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Tata Cara Sembelih Hewan Secara Halal

Masyarakat Juru Sembelih Halal (Juleha) hadir untuk mengedukasi masyarakat di Indonesia terkait tata cara menyembelih hewan secara halal. Salah satu…

Lulus Modal IPK Tinggi Itu Masa Lalu

      Rektor Universitas Negeri Padang Prof Ganefri menyatakan, lulusan perguruan tinggi hanya bermodalkan capaian indek prestasi kumulatif (IPK)…

6 Bahasa PBB Yang Layak Dipelajari

    Orang yang tertarik pada bahasa asing juga cenderung tertarik pada kancah internasional. Oleh karena itu, Persatuan Bangsa Bangsa…