Pendapatan Jaya Ancol Masih Tetap Moncer - Ditopang Bisnis Properti

NERACA

Jakarta –Berambisi untuk menguasai pangsa pasar bisnis hiburan di Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) terus agresif mengembangkan ekspansi bisnisnya guna menunjang pertumbuhan bisnis kedepan. Disebutkan, proyek pembangunan indoor theme park yang baru di Dufan akan menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Selain itu, hotel baru, yaitu Courtyard Marriot Ancol, sebuah hotel bintang empat dengan 310 kamar, juga akan segera beroperasi di tahun 2015. Di bisnis properti, komplek perumahan dan apartemen Jaya Ancol Seafront, akan mulai mendorong pendapatan PJAA di tahun 2016,”Berdasarkan hal ini, dan beberapa ekspansi PJAA lainnya, kami melihat bahwa pertumbuhan pendapatan PJAA akan terjamin di masa datang,”kata analis Pefindo, Achmad Kurniawan Sudjatmiko dalam risetnya, Selasa (2/9).

Dia menjelaskan, kinerja PJAA di tahun 2013 diatas proyeksi sebelumnya. Pendapatan aktual PJAA di tahun 2013 adalah Rp1,24 triliun, di atas estimasi Rp1,08 triliun. Di lini bawah, laba bersih PJAA tahun 2013 mencapai Rp192,2 miliar juga di atas estimasi, yaitu Rp183 miliar.

Pertumbuhan sektor properti yang sebesar 74% (year on year/yoy) mendorong pe rtumbuhan yang signifikan ini. Namun di tahun 2014, kata Achmad Kurniawan, dirinya melihat bahwa bisnis pariwisata akan kembali membukukan pertumbuhan tertinggi, dikarenakan pendapatan dari bisnis properti turun dari Rp54,8 miliar menjadi Rp31,4 miliar di kuartal I-2014.

Di sisi lain, PJAA mempertahankan rasio interest bearing debt to equity menjadi 36,54% di tahun 2013 (37,90% di tahun 2012), namun beban bunga naik dari Rp8,5 miliar menjadi Rp29,6 miliar. Meskipun demikian, Pefindo beranggapan PJAA tetap solvent, karena rasio interest coverage masih 9,6x di tahun 2013. Oleh karenanya, dia melihat bahwa PJAA masih memiliki ruang yang lebar untuk mendapatkan tambahan pinjaman untuk mendanai pertumbuhannya di masa datang.

Sementara soal kinerja saham, pergerakan saham PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk kian moncer. Tercatat pada akhir pekan kemarin, saham perseroan sukses naik sampai 31,25% pada Agustus 2014 lalu. Harga saham Pembangunan Jaya Ancol ditutup di harga Rp1.120 pada 1 Agustus. Pada 29 Agustus, harganya sudah menjadi Rp1.470, alias naik sampai Rp250.

Kedepan target harga saham perseroan untuk 12 bulan kedepan adalah Rp1.295-Rp1.440. Asal tahu saja,

pada paruh pertama tahun ini, Pembangunan Jaya Ancol membukukan laba bersih sebesar Rp72,82 miliar atau Rp46 per saham. Laba ini menunjukan peningkatan kinerja PJAA sebesar 3,26% bila dibandingkan dengan laba periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh pendapatan pokok perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp488,18 miliar dari sebelumnya, Rp459,70 miliar. Beban pokok perseroan mengalami peningkatan dari Rp261,77 miliar menjadi Rp278,46 miliar, dan Beban Keuangan perseroan mengalami kenaikan dari Rp5,00 miliar menjadi Rp12,49 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

PSSI Targetkan Pendapatan Tumbuh 20% - Tambah Armada Kapal

NERACA Jakarta – Kembali menggeliatnya industri pertambangan batu bara menjadi berkah bagi perusahaan jasa angkutan pelayaran batu bara untuk memacu…

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang NERACA Sukabumi - Di kota Sukabumi kelengkapan marka jalan ternyata masih kurang, rata-rata…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…