Kekhawatiran Berkurang, IHSG Masih Menguat

NERACA

Jakarta – Perdagangan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (2/9) seharian berada di zona hijau seiring aksi beli yang dilakukan investor lantaran didukung sentiment data ekonomi domestik. Diakhir perdagangan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 23,968 poin (0,46%) ke level 5.201,586. Sementara Indeks LQ45 melaju 5,424 poin (0,62%) ke level 885,528.

Sekretaris Umum Forum Komunikasi CSA (Certified Securities Analyst), Reza Priyambada mengatakan, sentimen dari data badan pusat statistik (BPS) yang dirilis kemarin (Senin, 1/9), masih direspon positif pelaku pasar saham dengan melakukan aksi beli,”Dengan sentimen positif dari dalam negeri dapat mengurangi kekhawatiran investor di tengah melambatnya data ekonomi global. Laju IHSG diharapkan dapat kembali mencoba bertahan di area positifnya," katanya di Jakarta, Selasa (2/9).

BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia selama Juli 2014 surplus US$ 123,7 juta, yang merupakan selisih nilai total ekspor sebesar US$ 14,18 miliar dan total impor sebesar US$ 14,05 miliar. Sementara laju inflasi pada Agustus 2014 mencapai 0,47% atau lebih rendah dari inflasi Agustus 2013 yang tercatat 1,12%.

Kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, di tengah sentimen data ekonomi Indonesia yang masih cukup positif itu, maka dalam jangka menengah indeks BEI masih berpotensi berada dalam tren penguatan. Secara teknikal, lanjut dia, target posisi batas atas indeks BEI di level 5.206 poin diharapkan mampu dilampaui sehingga memperkokoh pondasi pola tren penguatan.

Oleh sebab itu, dirinya memproyeksikan indeks BEI Rabu (3/9) akan bergerak di kisaran 5.165-5.223 poin. Beberapa saham yang layak dikoleksi, diantaranya, PT Bank Jatim Tbk (BJTM), Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Bank Negara indonesia (BBNI), AKR Corporindo Tbk (AKRA), XL Axiata Tbk (EXCL), indosat (ISAT), Pakuwon Jati Tbk (PWON), Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 14,447 poin (0,28%) ke level 5.192,065. Indeks LQ45 menguat 2,903 poin (0,33%) ke level 883,007. Indeks sempat menanjak hingga ke titik tertingginya di level 5.201 sebelum penguatannya melambat. Sektor perkebunan memimpin penguatan setelah kemarin terkena koreksi paling tajam.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 106.933 kali dengan volume 3,184 miliar lembar saham senilai Rp 1,99 triliun. Sebanyak 146 saham naik, 110 turun, dan 96 saham stagnan. Pergerakan bursa regional tidak banyak berubah sejak diawal hingga sesi siang. Konflik geopolitik beberapa negara yang mulai mereda dimanfaatkan untuk aksi beli saham.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah XL Axiata (EXCL) naik Rp 425 ke Rp 6.425, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 300 ke Rp 5.600, SMART (SMAR) naik Rp 200 ke Rp 6.800, dan Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 24.325. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain J Resources (PSAB) turun Rp 175 ke Rp 5.450, BFI Finance (BFIN) turun Rp 100 ke Rp 2.100, Indonesian Paradise (INPP) turun Rp 51 ke Rp 240, dan Asuransi Bintang (ASBI) turun Rp 50 ke Rp 950.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 1,71 poin atau 0,03% menjadi 5.179,33, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,43 poin (0,05%) ke level 880,53. Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, data ekonomi Indonesia yang telah dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai positif pasar sehingga masih menopang saham-saham yang ada di BEI,”Neraca perdagangan Indonesia mencetak surplus pada bulan Juli 2014. Kondisi itu dapat membuat ruang fiskal pemerintah menjadi terbuka sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya. Ini menjadi sinyalemen positif bagi pasar keuangan di Indonesia," katanya.

BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia selama Juli 2014 mengalami surplus sebesar US$ 123,7 juta yang merupakan selisih nilai total ekspor sebesar US$ 14,18 miliar dan total impor sebesar US$ 14,05 miliar. Data ekonomi Indonesia lainnya, lanjut dia, laju inflasi pada bulan Agustus 2014 mencapai 0,47%, atau lebih rendah daripada bulan sebelumnya 0,93% juga cukup positif. Hal itu sejalan dengan pemerintah yang terus menjaga inflasi tetap stabil.

Dari eksternal, kata dia, Asean Business Survey Outlook 2015 yang dirilis oleh Kamar Dagang Amerika Serikat menyebutkan Indonesia masih menjadi tujuan bisnis prioritas di kawasan Asia Tenggara bagi perusahaan asal AS, sementara Vietnam dan Myanmar menyusul di posisi dua dan tiga,”Fakta itu dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham di Indonesia, terutama bagi pelaku pasar negara lainnya serta pelaku pasar dari dalam negeri sendiri. Sentimen positif itu berpeluang mendorong IHSG kembali menguat," katanya

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 84,40 poin (0,34%) ke level 24.667,69; indeks Nikkei naik 171,18 poin (1,11%) ke level 15.647,79; dan Straits Times menguat 2,55 poin (0,08%) ke posisi 3.316,68. (bani)

BERITA TERKAIT

Lagi, IHSG Catatkan Rekor Baru 6.113 Poin

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencatatkan…

Investasi Sulsel Masih Terpusat di Makassar

NERACA Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) mengungkapkan, investasi saham untuk wilayah Sulawesi…

Investor Asing Masih Percaya Indonesia - Laris Manis Komodo Bond

NERACA Jakarta- Ludesnya penawaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) Komodo Bond di Londo Stock Exchange, menunjukkan kepercayaan pelaku pasar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…