free hit counter

Masalah Infrastruktur dan Energi Ganjal Pertumbuhan Industri Jateng

Senin, 22/08/2011

NERACA

Semarang – Minimnya ketersediaan infrastruktur dan energi masih menjadi masalah dalam pengembangan industri di Jawa Tengah. Beberapa sektor industri yang produktivitasnya terganggu antara lain industri tekstil, alas kaki hingga furniture.

“Selain infrastruktur, permodalan, dan sumberdaya manusia berkualitas, yang tidak kalah pentingnya ketersediaan energi. Tenaga listrik yang murah sangat dibutuhkan bagi investor dan kalangan pelaku industri,” kata Menteri Perindustrian M.S Hidayat dalam Safari Ramadhan mengunjungi sentra-sentra industri di Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Menperin mengungkapkan, sebagai salah satu kawasan tujuan investasi di Pulau Jawa khususnya industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), Jawa Tengah masih kekurangan pasokan energi untuk penambahan listrik bagi perluasan pabrik. Selain itu, industri TPT juga mengalami kendala dalam memperoleh tenaga kerja yang terampil.

"Untuk mengatasi masalah energi di sektor industri TPT di Propinsi Jawa Tengah, pemerintah pusat telah menyelesaikan pembangunan Pembangkit  Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Rembang dengan kapasitas 2x300 mega watt dan segera mengoperasikan PLTU Tanjung Jati 3 dan 4 dengan kapasitas 2x660 mega watt pada akhir tahun ini,” jelas Hidayat.Next