Sinar Mas Grup Kantungi Sertifikat OVNI

NERACA

Jakarta - Setelah melewati proses verifikasi obyek vital nasional sektor industri (OVNI) serta sidang pleno penetapan OVNI 2014 pada Juli lalu, beberapa unit usaha Sinar Mas Grup akhirnya mendapatkan sertifikat OVNI. Untuk unit usaha pulp dan kertas sertifikat diberikan pada Asia Pulp & Paper (APP) melalui PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT Pindo Deli Pulp and Paper Industry, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry dan PT Ekamas Fortuna. Perusahaan milik Sinar Mas lainnya yang juga mendapat sertifikat OVNI adalah PT Smart Tbk.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (2/9). Disebutkan, sertifikasi OVNI ini diserahkan oleh Menteri Perindustrian M.S Hidayat. Disebutkan, obyek vital nasional memiliki peran penting bagi kehidupan bangsa dan negara baik ditinjau dari aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

Dijelaskan dalam Keputusan Presiden (Keppres) No 63 Tahun 2004 tentang Obyek Vital Nasional definisi Obyek Vital Nasional adalah kawasan atau lokasi, bangunan/instalasi dan usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara atau sumber pendapatan negara yang bersifat strategis.

Obyek Vital Nasional yang bersifat strategis harus memenuhi salah satu sebagian atau seluruh ciri-ciri sebagai berikut, menghasilkan kebutuhan pokok sehari-hari, ancaman dan gangguan terhadapnya mengakibatkan bencana terhadap kemanusiaan dan pembangunan,. ancaman dan gangguan terhadapnya mengakibatkan kekacauan transportasi dan komunikasi secara nasional.

Terakhir ancaman dan gangguan terhadapnya mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan pemerintahan negara. Kementerian Perindustrian menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengamankan objek vital nasional sektor industri. Kerjasama itu didapat melalui nota kesepahaman yang ditandatangani di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu 28 Agustus 2013.

Dengan demikian pelaku bisnis yang mendapat sertifikat OVNI berhak untuk mendapatkan pengamanan dari kepolisian dari segala macam gangguan dan ancaman. “Merupakan kehormatan bagi kami karena telah ditetapkan sebagai bagian dari obyek vital nasional sektor industri. Kami berharap dengan pengesahan ini akan memicu kami untuk semakin berkontribusi dalam pembangunan,” ujar Direktur APP Suhendra Wiriadinata. (bani)

BERITA TERKAIT

BRMS Genjot Kapasitas Produksi Emas - Kantungi Izin Tambang di Palu

NERACA Jakarta - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil mengantongi izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk…

TRAM Kantungi Pinjaman Rp 3,13 Triliun - Danai Akuisisi 49,9% Saham SMRU

NERACA Jakarta - PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan UOB Kay Hian Credit Pte Ltd…

KSP Kopdit Obor Mas Jadi Penyalur KUR

KSP Kopdit Obor Mas Jadi Penyalur KUR NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM mengalokasikan dana kredit usaha rakyat (KUR)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…