Mesin Pertanian Bisa Pacu Produksi Pangan

Senin, 22/08/2011

Semarang---Teknologi mesin pertanian dinilai mampu produktifitas dan peningkatan produksi padi. Karena modernisasi pertanian sangat diperlukan agar stok pangan dala negeri aman, khususnya beras. “Mesin-mesin dan teknologi pertanian tentu sangat dibutuhkan keberadaanya. Sehingga bisa memacu produksi padi di dalam negeri demi pencapaian stok pangan nasional,” kata Menteri Perindustrian M.S. Hidayat,saat acara Safari Ramadhan ke Pabrik Kubota Indonesia di Semarang, Jumat (19/8)

Lebih jauh Hidayat meminta PT Kubota Indonesia lebih meningkatkan lagi Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN) untuk produk-produk mesin pertanian, yang saat ini diperkirakan mencapai 50% “Produk Kubota tak hanya untuk kepentingan para petani Indonesia, tetapi diekspor ke Afrika Selatan, Austalia, UEA, Hong Kong, Jepang, dan Thailand, ”tambahnya

Pemerintah, kata Hidayat, sangat menghargai upaya perusahaan yang bekerjasama dengan para vendor di dalam negeri, baik yang ada diwilayah Tegal dan Ceper, Jateng, serta juga di Jatim. “Kita berharap TKDN semakin tinggi dan pada akhirnya industri pertanian Indonesia menuju pada proses industrialisasi dan modernisasim,” ujarnya.

Yang jelas, kata mantan Ketua umum Kadin ini, penguasaan dan modernisasi pertanian dapat mendorong tingkat kesejahteraan petani. “Pada akhirnya diharapkan tingkat kesejahteraan petani akan makin meningkat di semau sektor,” paparnya

Sementara itu, Robinson Winward, Direktur Umum PT Kubota Indonesia mengungkapkan selain memproduksi traktor pembajak sawah, Kubota juga memproduksi pompa air dan alat pengolah pupuk organic. “Model mesin yang banyak diproduksi dan digunakan adalah traktor tangan. Aplikasi lainnya adalah pada pompa air, alat pengolah pupuk organik,”katanya

Diakui Robinson, PT Kubota Indonesia ini 44% sahamnya dimiliki Kubota Corporation, Jepang. Perusahaan patungan tersebut memproduksi Horizontal Diesel Engine merek Kubota dari 5 Horse Power sampai 11 Horse Power. “Memiliki perwakilan diJakarta dan Makasar, serta memiliki 500 toko yang menjual produk kubota dengan 300 bengkel di Indonesia,” jelasnya

Menurut Robinson, guna meningkatkan target produksi pada 2011. Maka diperlukan tanbahan investasi sekitar Rp3,3 miliar. Alasannya untuk menggantikan mesin-mesin tua. Pada 2010 penjualan mencapai 30.000 unit. Saat ini local konten (TKDN) sudah mencapai 53% dimana jumlah komponen yang ada 712 item. Ke depan, guna meningkatkan kapasitas produksi sampai 100 ribu unit per tahun. Pengembangan komponen lokal butuh biaya Rp4,4 miliar,” tandasnya.

Lebih jauh kata Robinson, pihaknya berencana melakukan investasi untuk pengembangan komponen sekitar Rp8 miliar pada 2013. Alasanya sampai 2013 ada tambahan TKDN sampai 5%/ tahun. “Bencana Tsunami Jepang tidak menghambat pasokan komponen, karena stok masih banyak didalam negeri. Karena 2 tahun yang lalu sudah ada 40 ribu unit untuk mesin harganya 6 juta,”cetusnya.

Yang jelas, lanjut Robinson, dalam waktu dekat masalah pemasaran mesin produk Kubota ke luar Indonesia akan diserahkan ke Kubota Indonesia. Karena itu ke depan, direncanakan akan ada investasi lagi sekitar 8 miliar untuk penggantian mesin lama. “Pada 2011 ini target penjualan diharapkan mencapai 35.000 unit dengan nilai sekitar Rp250 milliar, ini juga sudah termasuk ekspor,” ungkapnya dengan rasa optimis.

Namun demikian Robinson mengaku mengalami kesulitan dalam menggenjot TKDN. Masalanya setiap peningkatan TKDN dibutuhkan investasi yang tidak sedikit. “Kita sebenarnya juga kesulitan meningkatkan TKDN mesin alat pertanian tersebut, karena untuk setiap model mesin baru diperlukan tambahan investasi sekitar Rp15 juta. Itulah kesulitannya tender mesin pertanian,”tuturnya

Berdasarkan catatan, pada 2006 lalu penjualan horisontal diesel engine mencapai 26.000 unit. Bahkan penjualan ini mencapai angka tertinggi pada 2008 yakni 41.000 unit. Namun karena kondisi cuaca ekstrim pada 2010, maka produksi juga terpengaruh. Sehingga penjualan pada 2011 tersebut turun menjadi sekitar 35.000 unit. “Apabila dihitung dalam nilai penjualannya mencapai Rp125 miliar,”kata Robinso lagi.

Dikatakan Robinson, selain berencana mengekspor produk jadi mesin pertanian. PT Kubota Indonesia juga berencana mengekspor komponen mesin. “Kita ada rencana juga akan mengekspor komponen,khususnya komponen vertical diesel engine ke Kubota Jepang. Saat ini sedang diadalan pemilihan perusahaan vendor di Indonesia,” pungkasnya. **iwan