Jasa Marga Tawarkan Bunga Maksimal 9,85% - Terbitkan Obligasi Rp 5,95 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyatakan, pihaknya berencana untuk kembali menerbitkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang dimiliki dengan total nilai mencapai Rp 5,95 triliun. Rencananya perseroan akan menerbitkan obligasi berkelanjutan ini sebesar Rp 1 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, bunga untuk obligasi berkelanjutan tersebut berada di angka 9,85%. Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan obligasi berkelanjutan I sebesar Rp 2,1 triliun. Dana hasil penerbitan obligasi ini sebesar 30% akan digunakan untuk melunasi obligasi berkelanjutan tahap I tahun 2013. Kemudian sisanya 70% lagi untuk pembiayaan kembali utang atau refinancing.

Rencananya, penawaran obligasi akan dilakukan pada tanggal 10-11 September 2014 dan pencatatan di BEI pada tanggal 17 September 2014. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi, yakni Mandiri sekuritas, dan wali amanat Bank Mega. Obligasi ini mendapat peringkat AA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Sebagai informasi, tahun ini, PT Jasa Marga Tbk menargetkan pendapatan usaha dari transaksi tol sebesar Rp7 triliun pada 2014. Target ini meningkat 23,24% dibandingkan target sepanjang 2013 sebesar Rp5,68 triliun.

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman pernah bilang, target peningkatan pendapatan tersebut didukung dengan beroperasinya beberapa ruas tol baru pada tahun depan. Saat ini perseroan memang tengah membangun sembilan ruas tol yang seluruhnya ditargetkan beroperasi pada 2016,”Tahun depan dengan beroperasi lima ruas tol baru, kami menargetkan pendapatan tol sekitar Rp7 triliun, karena pendapatan usaha terdiri dari tiga komponen yaitu pendapatan tol, pendapatan kontruksi dan pendapatan usaha lain,” kata Adit.

Sebagai catatan, mulai Maret 2014 hingga pengujung tahun depan, emiten pengelola jalan tol tersebut memang menargetkan bisa menambah lima ruas tol baru. Kelima ruas tol tersebut yaitu JORR W2 Utara, Bogor Ring Road (Kedung Halang-Kedung Badak), Semarang-Solo (Ungaran- Bawen), Gempol-Pandaan, dan Gempol-Pasuruan (Gempol- Rembang). Dengan beroperasi kelima ruas tol baru tersebut, maka perseroan akan menambah panjang jalantolhingga48km.

Dia mengakui, sejumlah proyek tol memang ada beberapa yang molor pembangunannya, hingga pengoperasiannya ditunda pada 2014. Padahal beberapa tol sebelumnya ditargetkan dapat dioperasikan pada tahun ini. Ruas tol pertama yang siap dioperasikan Jasa Marga adalah Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 Utara pada ruas Kebon Jeruk Ciledug.

Ruas tol sepanjang 5,7 km ini sebelumnya ditargetkan beroperasi tahun ini, namun masalah pembebasan lahan menyebabkan molornya pembangunan. Dia menargetkan pada pertengahan Juni 2014, tol ini bisa beroperasi. Ruas lain yang juga siap dioperasikan perseroan pada tahun 2014 yaitu Semarang- Solo seksi II (Ungaran-Bawen). Tol sepanjang 11,3 km ini memang sebelumnya ditargetkan beroperasi pada 2013, namun adanya tanah yang rawan menyebabkan pengoperasiannya ditunda Maret 2014. Selain itu Jasa Marga optimistis ruas baru Gempol-Pandaaan seksi Gempol- Malang juga beroperasi pada 2014. Tol sepajang 12 km ini pembebasan lahannya sudah 100%, dan konstruksinya sudah 70%. (bani)

BERITA TERKAIT

BI Pertahankan Bunga Acuan 4,25% - DAMPAK KENAIKAN SUKU BUNGA THE FED

Jakarta-Meski Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya 0,25%, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan "7-Day Reverse…

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

BCA Salurkan Kredit Rp2 Triliun ke Pegadaian

  NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyadari pentingnya pelayanan gadai untuk masyarakat di Indonesia, terutama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…