Peran Strategis Media Massa - Oleh : Herni Susanti, Pemerhati Media

Peranan media dalam berbagai permasalahan bangsa patut diapresiasi, sebagai sumber informasi pada saat Indonesia menyelenggarakan Pemilu 2014 yakni Pileg dan Pilpres. Keterlibatan media cukup tinggi, yaitu sekitar lebih kurang 78 media nasional dan beberapa media asing. Klo gak salah, untuk media nasional yakni ada 10 Official Media, 19 Media Online, 14 Media Televisi, dan 4 Media Radio yang terlibat. Sementara itu, di Negara Mesir media sosial memiliki kontribusi terhadap perjuangan revolusi di Mesir, dimana peran media sosial dan jaringan sebagai alat untuk mobilisasi opini dan politik terhadap perubahan rezim dan gerakan pro-demokrasi dengan melibatkan kaum muda. Di eropa, Amerika Utara dan Amerika Latin, media adalah penggerak utama integrasi regional dan menumbuhkan rasa kepemilikan. Sementara itu, Indonesia dan Thaliland, saat ini tengah bekerjasama untuk membentuk suatu ASEAN Press Council. Bagaimanap media di ASEAN harus mampu mengelola ekspektasi dari masyarakat ASEAN terkait manfaat dari integrasi dan memitigasi ketakutan implikasi suatu komunitas.

Perdamaian dunia bukan hanya diciptakan kelompok masyarakat dan pemimpin bangsa. Perdamaian dunia juga bisa tercipta jika kalangan media massa turut serta mendukung suasana damai. Bukan justru mengibarkan konflik kepada kelompok satu dan kelompok lainnya. Mendukung perdamaian dunia, kalangan media mesti mereduksi isu-isu diskriminatif dan menyuarakan aspirasi dari kelompok masyarakat yang tidak berdaya. Pengaruh Media massa atas pengambilan kebijakan dan persepsi amat tinggi. Jika media terus menerus menyuarakan pentingnya makna perdamaian, dukungan pun akan semakin luas. Terpaan Media massa di Indonesia amat besar, persentasenya mencapai 47% untuk Radio, 29% internet, 25% koran dan 13% majalah. Ini menunjukkan media massa amat berpengaruh. Untuk itu, media massa tidak hanya berkontribusi pada perdamaian, namun juga mendukung pembangunan berkelanjutan, demokrasi dan berbagai program pemerintah. Selain itu, media massa harus berperan menyukseskan agenda pemerintah skala lokal, nasional dan global. Keberpihakan media pada suksesi program pemerintah lanjutan seperti MDGs serta isu global lainnya, perlu dipetakan untuk mewujudkan massa depan yang baik.

Pahami Sosial-Kultural

Keterbukaan informasi membuat setiap orang dengan mudah mendirikan media, sekalipun dengan keterbatasan sumber daya manusia. Hal ini berdampak pada kualitas produk jurnalis yang dihasilkan. Jurnalis saat masih gagap kultural sehingga dalam menulis berita tidak mampu memberikan sesuatu yang mengarah kepada perdamaian. Banyak jurnalis belum memahami sosio-kultural sehingga berita yang muncul justru provokatif. Media harus memberikan ruang bagi masyarakat di setiap konflik di media. Bukan hanya semata peristiwa yang terjadi, namun peristiwa itu menjadi pelajaran bagi masyarakat ke depan. Media memang merupakan institusi bisnis, namun tumpuannya adalah kepercayaan publik. Jika publik tidak percaya lagi kepada media, maka itu bertanda kematian media tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan kreativitas redaksi untuk menyajikan informasi yang bersifat edukasi.

Berharap kalangan media massa mendatang lebih berperan dalam mendistribusikan keadilan terutama untuk rakyat kecil sebagai bagian dari dimensi sosial. Selain itu, media massa diharapkan juga memiliki kebijakan politik dan ekonomi bagi rakyat. Dalam hal politik, media massa diharapkan memiliki kebijakan dalam menjaga keutuhan NKRI dan kehidupan masyarakat yang semakin demokratis. Media massa harus sadar sebagai instrumen demokrasi dan publik serta mempunyai tanggungjawab kepada publik, karena media bukan hanya lembaga penyampaian berita, tetapi juga menyampaikan pikiran untuk meningkatkan kapasitas rakyat dan isu politik. Sementara itu, terkait ekonomi, media diminta tidak berjiwa kapital dan liberal, tetapi lebih pada upaya menjamin ekonomi sebagai usaha bersama. Media berperan memenuhi tuntuan masa depan untuk seluruh manusia. Peran media dalam memberitakan, memberi pengaruh opini kepada masyarakat, bahkan menggalang kepedulian untuk kesuksesan suatu program. Bagaimana agar media dan kalangan aktivis untuk bisa bersama-sama meningkatkan awareness karena dalam dua tahun ke depan, masa pasca Pemilu dan fase pemerintahan baru 2015. Berdasarkan prediksi dunia, Indonesia adalah raksasa yang akan bangkit ditahun 2025, dimana pada tahun itu Indonesia merupakan salah satu dari enam negara yang memberikan 50% kontibusi untuk dunia, oleh karena itu Indonesia harus mempersiapkan diri dari sekarang. Penanaman rasa memiliki dan pengenalan jati diri bangsa dengan memperkokoh wawasan Kebangsaan dan Bela negara merupakan salah satu kunci dalam menghadapi derasnya infiltrasi asing ke wilayah Indonesia, terlebih pada tahun 2015 mendatang tantangan besar yakni AEC.

Peran Strategis

Media memiliki peran strategis dalam perdagangan bebas ASEAN. Salah satu strategi dalam menghadapi pasar bebas ASEAN adalah harus kenal dulu siapa diri kita. Ada empat pilar 4 utama dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN, yakni ASEAN sebagai pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal yang didukung dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas, ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi tinggi yang didukung dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur.***

BERITA TERKAIT

Bisnis Keuangan BCAP Makin "Menggurita" - Share Placement Investor Strategis

NERACA Jakarta - PT MNC Kapital Tbk (BCAP) menyatakan bahwa perseroan sebagai induk perusahaan jasa keuangan di grup MNC ini…

ASEAN Foundation dan SAP Perpanjang Kemitraan Strategis

      NERACA   Jakarta - ASEAN Foundation dan SAP SE mengumumkan kemitraan strategis kedua pihak yang berlanjut ke…

Sinergi Media, Bisnis & Politik

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo   Solo adalah bagian sejarah dari perkembangan media…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Merefleksikan Semangat Natal untuk Indonesia Damai & Bermartabat

  Oleh: Faturahman Dewantara, Pemerhati Masalah Sosial, aktif di Lembaga Kajian Ketahanan Sipil   Seolah telah menjadi tradisi bahwa setiap…

Manusia Zaman Now : Belajar Pajak di Situs Pajak

Oleh: Devitasari Ratna Septi Aningtiyas, Staf Direktorat Jenderal Pajak *) Situs pajak.go.id bagi masyarakat yang kenal dengan Direktorat Jenderal Pajak…

Integrasi Ekonomi Jadi Penantian Lama ASEAN

Oleh: Roy Rosa Bachtiar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah diluncurkan pada 31 Desember 2015 sebagai tipe baru integrasi ekonomi…