Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Perubahan Dunia - World Islamic Economic Forum ke-10

Kerja sama inovatif merupakan dimensi penting yang diperlukan untuk mengenali dan membangun model yang berbeda-beda untuk pertumbuhan ekonomi, menawarkan banyak peluang besar bagi para pemain dengan berbagai bidang keahlian dan sumber daya guna membentuk sebuah serikat yang memiliki nilai yang lebih besar daripada jumlah total dari bagian-bagian mereka.

NERACA

Dengan perkembangannya yang pesat selama beberapa dekade terakhir, Keuangan Islam makin mendunia. Sistem ekonomi ini telah menarik semua pemain internasional.Bagaimana tidak? Saat krisis ekonomi menghantam dunia empat tahun lalu, perbankan Islam menjadi juru selamat.

Dalam ekonomi Islam tidak mengenal dualisme ekonomi, yaitu ekonomi yang terdiri dari sektor riil dan sektor keuangan, dimana aktifitasnya didominasi oleh praktik pertaruhan terhadap apa yang akan terjadi pada ekonomi riil. Dengan demikian, semua aturan ekonomi Islam memastikan agar perputaran harta kekayaan tetap berputar secara luas.

Sistem ini menjadi area pertumbuhan utama untuk pembiayaan internasional. Memang asetnya hanya mewakili sekitar 2% - 3% dari aset keuangan global, atau hampir US$1 triliun, tetapi tumbuh rata-rata 25% setiap tahun.

Melihat keunggulan-keunggulan tersebut, diskusi seputar masalah ekonomi dan sosial terus menjadi area utama fokus dalam Forum yang merupakan pertemuan internasional terbesar dari kepala pemerintahan, ahli ekonomi dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai ekonomi Islam.

Yang terhormat (The Honourable - Hon.) Tun Musa Hitam, Ketua Yayasan World Islamic Economic Forum (WIEF) mengatakan, ekonomi Islam tidak dilindungi secara khusus dari kejadian-kejadian dunia dan fokus WIEF adalah membawa peluang-peluang masa depan yang dapat memastikan perkembangan secara terus menerus bagi ekonomi dan manusia.

“Tiga cara untuk mencapainya adalah dengan menjelajah prospek dalam pasar Muslim yang lebih kecil dan non-mayoritas, mendayagunakan pertumbuhan yang terus melaju dari keuangan Islam serta, dengan tema kami dalam WIEF ke-10, menempa kerja sama inovatif untuk kesuksesan bisnis. Integrasi Asean 2015 mendatang, serta peningkatan daya beli dari konsumen Muslim, menggarisbawahi potensi pertumbuhan yang kuat dari perekonomian Islam. Prioritas kami untuk WIEF ke-10 adalah menyatukan para pemimpin global, bisnis dan seluruh peserta komunitas untuk menyadari berbagai kesempatan guna pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia. Kita semua memiliki bagian yang penting,” tutur dia.

Menyusul kesuksesan dari WIEF ke-9 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar negara-negara Islam, London, WIEF ke-10 yang akan dilaksanakan dari tanggal 28 - 30 Oktober ini akan diselenggarakan di Madinat Jumeirah Conference Centre, Dubai. Mengusung tema ‘Kerja sama inovatif untuk Pertumbuhan Ekonomi’, forum ini bertujuan untuk menempa kolaborasi yang lebih luas antar bangsa, membawa era kesejahteraan baru untuk perekonomian global.

Dikenal atas kontribusi signifikannya dalam mengembangkan ekonomi Islam dunia selama sepuluh tahun terakhir, forum tahunan ini akan menyoroti upaya Dubai dalam memainkan peran utama dalam mencapai US$8 Milyar perekonomian Islam dan memperkenalkan tampilan baru untuk merayakan Dubai sebagai kota kreativitas yang mendukung budaya inovasi.

Tampilan terbaru ini meliputi: Ideapad, Pertunjukan Teknologi & Inovasi – Media bagi para pengusaha dan inovator menangkap perhatian dari para peserta internasional di forum ini. Business Exchange – Program perjodohan bisnis dengan perusahan terpilih untuk mempromosikan bisnisnya.

Yang Mulia (His Excellency - H.E.) Abdul Rahman Saif Al Ghurair, Ketua Dubai Chamber of Commerce & Industry mengatakan, dunia Arab menawarkan salah satu dari sistem pasar modal yang paling komprehensif di dunia dan Dubai merupakan kunci pusat bisnis di wilayah ini. Dubai juga merupakan gerbang untuk bbisnis untuk membuka potensi dari ekonomi Islam di penjuru Teluk dan Timur Tengah luas.

“Kolaborasi intim antara Yayasan WIEF, Dubai Chamber of Commerce & Industry dan Dubai Capital of Islamic Economy dalam mempersiapkan forum ini merupakan perjanjian bagi formula yang sukses dari rekanan inovatif untuk pertumbuhan ekonomi. Kami yakin akan ada lebih banyak lagi kerjasama serupa yang akan dihasilkan ketika para pemimpin dunia dan bisnis bertemu di Dubai dalam WIEF ke-10,” tambah dia

Akan hadir juga sebuah sesi khusus pada hari kedua Forum untuk meluncurkan dan menggerakan agenda bio-ekonomi Halal yang berfokus pada keamanan pangan, kesehatan dan kesejahteraan komunitas Muslim. “Mobilising Capital from Waqf, Pension Funds and Unit Trusts: Developing Best Practices”, merupakan panel diskusi lainnya yang akan dipersembahkan pada WIEF ke-10.

Fitur-fitur terbaru ini akan melengkapi program yang ada dengan meliputi diskusi panel, sesi Masterclass, acara menjalin koneksi serta Marketplace of Creative Arts Festival (MOCAFest). Topik utama dalam WIEF ke-10 meliputi: · Prospek Ekonomi Global: Membangun Model Tangguh bagi Ekonomi Berkembang · Lansekap Keuangan Global · Peran Poros Keuangan Islam dalam Memacu Rantai Pasok & Perdagangan Halal · Sosialisasi Pendidikan dan Peran Universitas · Mempertahankan Talenta Muda · Perencanaan Kota Berkelanjutan – Menciptakan Infrastruktur Pintar dan Komunitas Holistik · Meningkatnya Pengusaha Wanita – Membangun Sebuah Jaringan Kelompok.

BERITA TERKAIT

Menteri Jokowi Bahu-membahu Kawal Perubahan Iklim

Menteri Jokowi Bahu-membahu Kawal Perubahan Iklim NERACA Katowice, Polandia - Komitmen pemerintah Indonesia mengawal implementasi dampak perubahan iklim semakin menguat.…

KPK Luncurkan Panduan Pencegahan Korupsi Dunia Usaha

KPK Luncurkan Panduan Pencegahan Korupsi Dunia Usaha NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan buku panduan pencegahan korupsi untuk…

Pacu Pertumbuhan Ritel Modern - CSAP Buka Mitra10 Ke-29 di Bitung, Banten

NERACA Jakarta –Di bulan terakhir tahun 2018 ini, ekspansi bisnis PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) makin angresif. Perusahaan distribusi…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…