Hasil Investasi AAJI Tumbuh 75,8% - Kuartal II 2014

NERACA

Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia membukukan pertumbuhan hasil investasi sebesar Rp20,78 triliun di kuartal II 2014, atau tumbuh 75,8% bila dibandingkan kuartal II-2013 yang tercatat Rp11,82 triliun. Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim mengatakan, pihaknya juga mencatat jumlah investasi industri asuransi jiwa tumbuh sebanyak 12,7% menjadi Rp264,97 triliun bila dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp235,18 triliun.

“Peningkatan total jumlah investasi industri asuransi jiwa tersebut akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan total aset industri asuransi jiwa”, kata Hendrisman di Jakarta, Senin (1/9). Dia melanjutkan bahwa tidak dipungkiri bila kenaikan total jumlah investasi industri asuransi jiwa ini membuat peningkatan terhadap total aset sebesar 16,1% atau menjadi Rp299,22 triliun, bila dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp257,83 triliun.

Walaupun total pendapatan yang diperoleh dari total pendapatan premi sedikit menurun sebesar 2,5%, akan tetapi hasil investasi industri asuransi jiwa tumbuh signifikan, yakni sebesar 75,8%. Hendrisman mengaku optimistis investasi tersebut akan terus bertumbuh positif hingga akhir 2014 mendatang.

Untuk kinerja lainnya, Hendrisman mengungkapkan bahwa kontribusi terbesar total premi yang sebesar Rp53,58 triliun adalah berasal dari produkunitlinksebanyak 57,5% dan produk tradisional menyumbang sebesar 42,5%. Meski kontribusinya besar, lanjut dia, tetapi pertumbuhan kedua produk tersebut tidaklah signifikan.

“Produkunitlinkmengalami perlambatan sebesar 5,1%, sedangkan produk tradisional masih mengalami sedikit pertumbuhan sebesar 1,4%,” terangnya. Hendrisman menambahkan, apabila dilihat dari kontribusi saluran pemasaran terhadap total premi, saluran pemasaran keagenan pada kuartal II 2014 berkontribusi sebesar 43,4%, danbancassuranceserta saluran alternatif masing-masing berkontribusi sebesar 37% dan 19%. “Saluran pemasaran keagenan dan alternatif tumbuh masing-masing sebesar 5,7% dan 22,8%,” tukas dia.

Lebih jauh Hendrisman memaparkan, kinerja total pendapatan premi pada periode ini tercatat sedikit di bawah pencapaian tahun lalu, mengingat adanya penurunan total premi bisnis baru sebesar 16,3%.

Adapun penurunan ini disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi dan masa pemilu 2014 yang membuat nasabah cenderung memilih untukwait and seedalam berinvestasi. “Namun, pendapatan premi lanjutan tumbuh sebesar 25% bila dibandingkan tahun lalu menjadi Rp23,01 triliun, serta jumlah tertanggung individu tetap naik sebesar 6,5% menjadi 11,3 juta,” pungkas Hendrisman. [ardi]

BERITA TERKAIT

Kontribusi Sektor Logam Pada Transaksi Online Hingga 70 Persen - Hasil Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional terus didorong agar dapat memanfaatkan fasilitas promosi online melalui platform…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…

Produksi Tumbuh Lampaui 17%, IKM Yogyakarta Juga Inovatif

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian gencar memacu produktivitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) nasional. Sektor yang menjadi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…