Bisnis Catur Sentosa Terus Melebarkan Sayap - Miliki 1,28% Saham Mitra Hasil Sentosa

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan ekspansi bisnis lebih maju lagi, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) melaporkan keikutsertaan dalam PT Mitra Hasil Sentosa, melalui anak usaha perseroan PT Catur Mitra Sejati Sentosa (CMSS) dengan kepemilikan 99,65%. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sekretaris Perusahaan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk, Idrus Hermawan mengatakan, perseroan pada 29 Agustus 2014 melalui PT Catus Mitra Sejati Sentosa telah melakukan penyertaan dalam usaha PT Mitra Hasil Sentosa sebesar Rp 9,180.000.000 dalam rangka mendukung rencana pengembangan usaha CMSS.

Jumlah keikutsertaan dalam usaha yang dilakukan oleh CMSS dengan nilai Rp9.180.000.000 dengan memperhatikan ekuitas perseroan per tanggal 31 Desember 2013 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja dalam laporannnya sebesar Rp716.874.227.000.

Maka dengan demikian jumlah penyertaan hanya 1,28% dan tidak mencapai jumlah material. Pada paruh pertama tahun ini, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk berhasil mencatatkan pertumbuhan positif dengan membukukan pertumbuhan laba bersih melesat tajam 110% menjadi Rp67 miliar. Atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun 2013 yakni Rp32 miliar,”Perolehan tersebut ditopang pertumbuhan penjualan konsolidasi sebesar 12% atau mencapai Rp3 triliun serta keberhasilan perseroan untuk memilih portofolio bisnis yang baik yang meningkatkan kinerja laba,”kata Direktur Utama CSAP, Budyanto Totong.

Ditambahkan, penjualan segmen distribusi merupakan kontributor utama penjualan konsolidasi Perseroan dengan kontribusi penjualan mencapai 72% atau Rp 2,5 triliun. Sedangkan segmen ritel berkontribusi sebesar 28% atau Rp964 miliar tumbuh 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013,”Segmen distribusi baik itu untuk bahan bangunan, kimia maupun Consumer Goods merupakan kontributor utama penjualan (Sales Generator) sedangkan segmen ritel modern merupakan sumber pertumbuhan (Growth Sources) bagi CSAP,” ujar Budyanto.

Disebutkan, marjin laba kotor pemilik ritel bahan bangunan Mitra10 dan furniture Atria tercatat naik menjadi 14,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 12,7% seiring dengan kenaikan penjualan. Sementara laba usaha juga tercatat naik hingga 72% menjadi sebesar Rp138 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp81 miliar.

Kata Budyanto, kenaikan laba usaha ini tak lepas dari kenaikan beban beban usaha yang lebih rendah dari kenaikan laba kotor. Tercatat beban usaha hanya naik sebesar 12% menjadi sebesar Rp349 miliar dibandingkan dengan sebelumnya sebesar Rp312 miliar.

Sementara itu, marjin laba usaha tercatat naik hampir dua kali lipat menjadi sebesar 4% dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya sebesar 2,6%. Laba sebelum pajak CSAP tercatat naik hingga 94% menjadi sebesar Rp88 miliar dibandingkan dengan sebelumnya sebesar Rp45 miliar.

Marjin laba bersih perseroan juga tercatat naik menjadi 2% dibandingkan dengan sebelumnya 1,04% dengan perputaran penjualan terhadap aset naik menjadi sebesar 2,15 kali dan perputaran persediaan naik menjadi 6,16 kali dari sebelumnya masing-masing 1,98 kali dan 5,65 kali.

Rasio imbal hasil terhadap ekuitas (ROE) CSAP tercatat naik menjadi 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 9%, sedangkan rasio imbal hasil terhadap aset (ROA) tumbuh menjadi sebesar 4% dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu sebesar 2%. Di sisi lain, rasio EBITDA terhadap beban keuangan juga semakin kuat dengan mencatatkan kenaikan menjadi 3,20 kali dibandingkan dengan periode tahun lalu sebesar 2,94 kali.

Sebagai informasi, belum lama ini perusahaan baru asal Bangkok telah mengakuisisi saham perseroan sebanyak 21% saham di harga Rp 365 per saham atau premium 17,7% dengan nilai transaksi sebesar Rp 221, 92 miliar. Disebutkan, masuknya NT Aset sebagai perusahaan asset manajemen asal Bangkok tersebut, diyakini akan memperkuat realisasi target pertumbuhan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (bani)

BERITA TERKAIT

Sriwahana Ekspansi di Bisnis Paper Mill - Hadapi Kendala Bahan Baku

NERACA Jakarta – Mensiasati kendala keterbatasan bahan baru produksi, khususnya kertas sebagai bisnisnya. PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) bakal melakukan…

Forza Land Hanya Fokus Proyek Eksisting - Jaga Pertumbuhan Bisnis

NERACA Jakarta – Memasuki tahun politik, PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ), emiten yang bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa…

Merck Kantungi Dana Segar Rp 1,384 Triliun - Lepas Bisnis Consumer Health

NERACA Jakarta – Emiten farmasi, PT Merck Tbk (MERK) berencana menjual lini usaha consumer health kepada PT Procter & Gamble…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…