Desak Menkeu Bersihkan Mafia Pasar Modal - Kasus Eurocapital Peregrine Securities

Jakarta - Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Laskar Pemburu Koruptor (LPK) mendesak kepada Menteri Keuangan Agus Martowardjoyo menindak tegas oknum-oknum Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang terlibat konspirasi jahat dengan mantan wakil bendahara umum Partai Demokrat Jodi Haryanto. Laskar yang terdiri dari elemen HMI dan Mahasiswa Pembela Rakyat (MPR) ini juga meminta kepada Menkeu untuk membongkar “mafia” pasar modal dan memeriksa mantan otoritas pasar modal, Fuad Rahmany.

“Kami meminta kepada Menteri Keuangan Agus Martowardjoyo menindak tegas oknum-oknum Bapepam-LK, yaitu Djoko Hendratto (kabiro manager investasi), Sardjito (kabiro pemeriksaan dan penyidikan), dan Robinson Simbolon (kabiro hukum) yang kami duga terlibat konspirasi dengan Jodi Haryanto,” tegas Koordinator aksi LPK Dirgan dalam peryataan persnya dalam aksi unjuk rasa di depan kantor Kemenkeu, di Jakarta, Kamis.

Dalam menggelar aksinya ini, mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Tangkap Jodi Haryanto (mantan bendahara umum Demokrat) Mafia Pasar Modal”. Setelah melakukan aksinya di kantor Kemenkeu, para pengunjuk rasa yang menumpang empat Metromini melanjutkan aksinya di depan gedung Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, di Jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Di sini para demontrans sempat ingin masuk ke dalam gedung pengadilan. Karena pengawalan yang sangat ketat, aksi dorong-mendorong dengan petugas keamanan dan aparat kepolisian pun terjadi.

“Kami meminta kepada majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta untuk segera menetapkan status tahanan kepada Jodi Haryanto agar ybs tidak menjadi buron, dan meminta agar majelis hakim bertindak independen dan profesional dengan tidak terpengaruh intervensi pihak manapun juga,” kata Dirgan dalam orasinya di depan gedung PT DKI Jakarta.

Sementara ketika hal ini dikonfirmasi, Kabiro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK Sardjito membantah tudingan konspirasi itu. “Bagaimana berkonspirasi, kenal juga ndak (dengan Jodi Haryanto),” tegasnya.

Humas PT DKI Jakarta, Ahmad Sobari mengatakan bahwa kasus banding mantan Dirut PT Eurocapital Peregrine Securities (EPS), Jodi Haryanto kemungkinan akan divonis pada pekan ini. “Perkara belum diputus. Mungkin dalam minggu ini akan kami putus,” katanya dalam pesan singkat yang diterima wartawan.

BERITA TERKAIT

Sektor Pangan - Kasus Beras Turun Mutu Akibat Tata Kelola Distribusi Tak Optimal

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menilai kasus 6.000 ton beras busuk di…

Bos Pengembang Kuningan Place Jadi Terdakwa Kasus Pidana di PN Jaksel - Jual Hunian untuk Komersial

Bos Pengembang Kuningan Place Jadi Terdakwa Kasus Pidana di PN Jaksel Jual Hunian untuk Komersial NERACA Jakarta - Meskipun telah…

PD Pasar Tangerang Kelola 18 Pasar Tradisional

PD Pasar Tangerang Kelola 18 Pasar Tradisional NERACA Tangerang - Perusahaan Daerah (PD) Pasar Niaga Kerta Raharja, Badan Usaha Milik…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Ombudsman RI Apresiasi Kebijakan "Eco Friendlyā€¯ Gubernur Bali

Ombudsman RI Apresiasi Kebijakan "Eco Friendly” Gubernur Bali NERACA Denpasar - Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih mengapresiasi kebijakan "Eco Friendly"…

Mantan Direksi Pelindo III Terbebas Jeratan Kasus Pungli

Mantan Direksi Pelindo III Terbebas Jeratan Kasus Pungli NERACA Surabaya - Mantan direksi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Rahmat Satria…

MK: Kewenangan Antara Kurator dan Likuidator Berbeda

MK: Kewenangan Antara Kurator dan Likuidator Berbeda NERACA Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa tugas dan kewenangan antara kurator…