Penjualan Mobil Semester I-2014 Naik 3%

NERACA

Jakarta – Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman menyatakan bahwa hingga pada semester I tahun 2014, penjualan mobil hanya meningkat 2-3%. Menurut dia, hal itu terjadi karena minat beli masyarakat masih minim. “Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, peningkatannya berkisar 2% sampai dengan 3%,” kata Sudirman di Jakarta, Senin (1/9).

Ia menyatakan pada tahun lalu, penjualan kendaraan bermotor telah mencapai 1.229.000 unit dan di tahun ini ditaksir penjualannya mencapai 1.250.000 unit atau mengalami kenaikan yang sedikit. “Tahun ini, kami perkirakan penjualannya hanya 1.250.000 unit. Sedangkan penjualan kendaraan bermotor di semester pertama tahun ini sebesar 733.000 unit,” paparnya.

Kecilnya peningkatan penjualan, lanjut Sudirman, akibat masih rendahnya daya beli masyarakat. “Sejauh ini kapasitas produksi malah semakin besar. Akan tetapi penjualan masih kurang bergairah meskipun tetap mengalami pertumbuhan. Sejauh ini, kami masih melihat minat pasar di pemerintahan yang baru,” ujarnya.

Berdasarkan data Gaikindo, setidaknya ada lima model mobil yang paling laris di pasar dalam negeri. Kelima model yang dimaksud tidak terikat oleh kategori, segmen, jenis kendaraan, atau harga jual. Fokus utama klasifikasi ini praktis dari total penjualan yang diperoleh pada periode Januari-Juli 2014. Dari lima model mobil terlaris ini, empat di antaranya merupakan kendaraan multiguna alias MPV. Sementara satu sisanya diperoleh dari mobil murah (LCGC).

Pertama ada Toyota Avanza. Sejak pertama kali dipasarkan pada 2004, kehadiran produk kolaborasi (dengan Daihatsu) ini sudah sensasional. Semenjak peluncuran perdana, Avanza menjadi mobil terlaris di Indonesia sampai tahun ini. Buktinya, penjualan dalam tujuh bulan pertama tahun ini mencapai 100.544 unit.

Kedua, Honda Mobilio. Mobil terlaris kedua berhasil direbut pendatang baru, Honda Mobilio. MPV yang disiapkan khusus untuk Indonesia ini berhasil mematahkan rivalnya, yaitu Suzuki Ertiga dan tentunya Daihatsu Xenia selaku saudara kembar Avanza. Hebatnya lagi, prestasi Mobilio ini diperoleh sejak bulan pertama mulai dipasarkan, dengan total penjualan (tujuh bulan) mencapai 52.671 unit.

Ketiga Toyota Agya. Menduduki peringkat ketiga mobil terlaris di Indonesia, produk dari megaproyek kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau alias LCGC ini cukup mengejutkan. Mobil kompak ini berhasil mematahkan mitos bahwa konsumen Indonesia hanya peduli dengan MPV. Agya mampu terjual 41.520 unit, jauh meninggalkan saudara kembarnya, Daihatsu Ayla, yang tidak masuk lima besar.

Keempat Toyota Innova. Produk legendaris Toyota Indonesia ini sudah melekat kuat di benak seluruh warga Indonesia. Citra mobil "idaman" keluarga membuat Kijang Innova tetap menjadi salah satu mobil idola konsumen lokal. Penjualan Innova tercatat 36.834 unit dan kuat duduk di peringkat keempat, setelah digeser oleh Agya.

Kelima Daihatsu Xenia. Model yang satu ini sebenarnya punya kekuatan yang sama dengan Toyota Avanza selaku pemimpin pasar. Sayangnya, citra merek (Daihatsu) tidak sekuat Toyota sehingga meski harus membayar lebih mahal. Menurut Gaikindo, Daihatsu berhasil terjual 28.805 unit.

Bersaing dengan Thailand

Berdasarkan laporan AutomotiveWorld minggu lalu, penjualan pada semester pertama (S1) 2011 di Negeri Gajah Putih mencapai 432.012 unit. Tidak berbeda jauh dengan Indonesia, 419.659 unit. Dilaporkan penjualan di Thailand pada Juni lalu turun 0,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2010. Bulan lalu, mobil yang terjual 70.259 unit (berarti Indonesia lebih banyak, ritel 70.720 unit, wholesales: 70.157 unit). Kendati demikian, seperti juga di Indonesia, penjualan Juni lebih baik ketimbang Mei 2011 yang masih limbung karena pengaruh gempa dan tsunami Jepang 11 Maret 2011.

Seperti di Indonesia, penjualan didominasi oleh Toyota dengan pangsa terbesar, 36,1 persen, diikuti Isuzu 18,3 persen. Ini merupakan 6 bulan pertama sepanjang 201,Toyota mendominasi pasar di negara tersebut, yaitu 36,2 persen dan Isuzu 18,5 persen. Tahun ini, penjualan mobil di negara terseburt ditarget 900.000 unit dengan komposisi, mobil 410.000 kendaraan penumpang dan 490.000 kendaraan komersial. Sedangkan produksi diharapkan mencapai 1,8 juta.

Kendati demikian, Presiden Toyota Motor Thailand, Kyoichi Tanada mengatakan, penjualan mobil di negara tersebut tahun ini diperkirakan sekitar 860.000 unit. Seperti Indonesia, target yang ingin dicapai Thailand adalah segera bisa menjual mobil satu unit dalam setahun plus produksi 2 juta per tahun. Untuk hal yang terakhir, Toyota agak khawatir. Pasalnya, pemerintah baru Thailand berencana menaikkan upah minimum buruh. Akibatnya, biaya produksi dan harga komponen dari pemasok lokal akan naik. Karena itu pula, dilaporkan Toyota akan mencari sumber komponen dari Indonesia.

BERITA TERKAIT

Pertamina Dukung Pengembangan Mobil Listrik

    NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) mendukung program pengembangan mobil listrik yang diinisiasi oleh pemerintah dalam upaya…

Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik…

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11)…

Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terus Dijaga

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (Bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaam Nasional…

Dunia Usaha - HIMKI Tentang Wacana Dibukanya Kran Ekspor Log dan Bahan Baku Rotan

NERACA Jakarta - Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto mengatakan sampai saat ini masih ada pihak-pihak yang…