Laba Usaha Trikomsel Hanya Tumbuh 3,86%

NERACA

Jakarta – Sampai dengan semester pertama tahun ini, PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO)berhasil membukukan peningkatan laba usaha sebesar 3,86% atau menjadi Rp 527,43 miliar dari Rp 507,81 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan laba sebelum pajak Rp 306,63 miliar dari Rp 383,82 miliar atau turun 20,11%. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Namun sayangnya, emiten yang bergerak pada usaha distribusi dan penjualan ponsel seluler mencatatkan penurunan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk dan kepentingan non pengendali sebesar 23,29% dari Rp 280,777 miliar pada semester I-2013 menjadi Rp 216,85 miliar di semester I-2014. Hal ini sejalan dengan peningkatan beban pokok perseroan yang meningkat 11,91% menjadi Rp 5,02 triliun di semester I-2014 dari Rp 4,49 triliun di semester I-2013.

Kemudian untuk pendapatan neto perseroan pada semester pertama tahun ini, naik sebesar 10,35% dari Rp 5,24 triliun di semester I-2013 menjadi Rp 5,78 triliun pada paruh pertama tahun ini.Perseroan menyatakan bahwa per 30 Juni 2014 ini, kas dan setara kas perseroan sebesar Rp 649,14 miliar meningkat dari Rp 152,94 miliar pada Juni 2013 lalu.

Untuk total aset perseroan, pada semester I-2014 juga mengalami kenaikan tipis sebesar 5,36% menjadi Rp 8,68 triliun dari Rp 8,24 triliun di semester I-2013 lalu. Asal tahu saja, tahun ini perseroan membidik pendapatan tumbuh sebesar 9%. Direktur Keuangan PT Trikomsel Oke Tbk, Juliana Samudra pernah bilang, target pendapatan tahun ini akan sama dengan 2013. "Target pendapatan tahun ini mestinya pendapatan tahun ini minimum sama dengan tahun lalu yang pertumbuhannya hampir 9%,”paparnya.

Perseroan juga memprediksi, bila belanja modal tahun ini akan tumbuh 25%. Belanja modal tesebut, untuk menambah gerai baru. "Belanja modal tahun 2012 sebesar Rp36 miliar dan 2013 sebesar Rp35 miliar . Proyeksi pertumbuhan capex minimum 25 %," kata Juliana.

Alasan bisa tumbuh Capex sebesar 25% dari tahun lalu, lanjutnya, karena ada aset yang belum masuk pencatatan perseroan. Saat ini, perseroan telah mengoperasikan 1.027 outlet OkeShop dan Global Teleshop di 175 kota di seluruh Indonesia. Perseroan juga memiliki hubungan bisnis dengan kurang lebih 15.000 peritel independen di seluruh Indonesia. Tahun ini Trikomsel berencana menambah sekitar 150 gerai atau sekitar 10% dari jumlah yang dimiliki Trikomsel saat ini, yang ada di seluruh Indonesia. (bani)

BERITA TERKAIT

Dunia Usaha - Berperan Strategis, Pertumbuhan Kawasan Industri Terus Dipacu

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya kawasan industri karena berperan strategis dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah hingga nasional.…

Peluang Usaha di Tengah Krisis Iklim

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D.,Manager Climate Reality Indonesia John F. Kennedy, orator ulung yang juga Presiden Amerika Serikat 1961-1963, selalu…

Panorama Berharap Tumbuh di Kuartal Dua

PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) menaruh asa performance kinerja keuangan di kuartal dua tahun ini bisa lebih baik. Namun demikian,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indonesian Tobacco Patok IPO Rp219 Persaham

NERACA Jakarta - Perusahaan pengolahan tembakau, PT Indonesian Tobacco Tbk menawarkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp219 per…

Tridomain Tawarkan Bunga Obligasi 10,75%

PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM) menawarkan obligasi II tahun 2019 senilai Rp400 miliar. Berdasarkan prospektus ringkas yang dirilis perseroan di…

Saham LUCK Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran telah terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), kini perdagangan saham PT Sentra Mitra…