Janji Ekonomi Jokowi-JK

Belakangan ini masyarakat sempat resah akibat imbas kebijakan pemerintah simpang siur tentang BBM bersubsidi. Semula BPH Migas mengeluarkan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi, yang pada implementasinya menimbulkan gejolak di masyarakat. Akhirnya pemerintah kembali menormalkan penyaluran BBM dan terakhir penegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa hingga pemerintahaannya berakhir 20 Oktober 2014, harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan.

Peliknya persoalan BBM bersubsidi juga meminta perhatian presiden baru terpilih Jokowi, bahkan terjebak turut memperhatikan kondisi harga BBM bersubsidi secara serius bertemu dengan Presiden SBY di Bali (27 Agst). Padahal, masih banyak permasalahan bangsa yang dihadapi Indonesia, sehingga pembahasan arah kebijakan pemerintah periode 2014- 2019 khususnya sektor ekonomi, perlu dilakukan dari sekarang.

Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-Jusuf Kalla ketika menjanjikan sesuatu program dalam kampanye politik untuk menarik dukungan kelompok masyarakat tertentu, setidaknya kini harus direalisasikan dalam lima tahun ke depan. Namun, hal itu tidak mudah untuk menyiapkan dan menerapkan program konkret yang berdampak positif menyejahterakan rakyat. Selalu ada pihak yang dirugikan pada suatu perubahan kebijakan.

Seingat kami, ada janji ekonomi Jokowi-JK yang dikenal dengan nama “Nawa Cita” yang terbagi dalam sembilan kategori. Mungkinkah janji ini dapat terealisasikan ke dalam postur ekonomi Indonesia periode 2014-2019?

Ada tiga di antaranya terkait erat dengan ekonomi, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, serta mewujudkan kemandirian ekonomi. Adapun indikator yang sering digunakan sebagai tolok ukur kualitas hidup adalah pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan lingkungan.

Dalam program Nawa Cita, ada prasyarat untuk pencapaiannya melalui beberapa program, yaitu wajib belajar 12 tahun untuk anak usia sekolah, jaminan kesehatan, reformasi agraria 9 juta ha, dan jaminan sosial. Sementara data angka partisipasi kasar (APK) dari BPS tahun 2013 menyatakan bahwa 95,5% penduduk usia SD sedang menjalani pendidikan dasar.

Padahal tahun depan (2015), Indonesia akan menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di mana tenaga kerja terdidik dari negara ASEAN dapat bekerja di Indonesia. Nah, bagaimana dengan kondisi sebagian besar rakyat Indonesia yang berpendidikan rendah bisa bersaing dalam MEA?

Ingat, dalam program Nawa Cita, pemerintahan baru berjanji membangun lebih banyak SMK dan Politeknik serta kawasan industri untuk mendorong daya saing dan penyerapan tenaga kerja. Sementara penyediaan lahan untuk petani membutuhkan sumber lahan untuk dibagi. Apakah berasal dari tanah pemerintah, tanah pemerintah yang dikelola swasta atau milik swasta yang masing-masing berbeda aspek legal serta kebutuhan dananya.

Tidak hanya itu. Ketersediaan jaminan sosial dan kesehatan akan mengurangi risiko individual dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir menarik banyak investasi asing langsung, setidaknya harus dimanfaatkan dengan baik oleh Jokowi-JK. Semoga!

BERITA TERKAIT

HASIL SEMENTARA PASLON JOKOWI-MA’RUF AMIN UNGGUL - Pemilu Aman, Citra Indonesia Makin Baik

Jakarta-Hingga Pk. 16.00 kemarin (17/4) proses perhitungan cepat (Quick Qunt) dari empat lembaga survei menunjukkan paslon Jokowi-Ma’ruf Amin untuk sementara…

Quick Count Jokowi-Amin Unggul, Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo: Jaga Persatuan, Ini Kemenangan Bersama

JAKARTA, Kemenangan Joko Widodo dan Maruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019 adalah kemenangan bersama. Seluruh rakyat Indonesia, harus tetap menjaga…

ReJo: Kemenangan Jokowi untuk Indonesia Maju

Jakarta, Relawan Jokowi atau ReJo mengucapkan selamat kepada pasangan capres-cawapres Jokowi-Maruf Amin yang unggul dalam hitung cepat atau quick qount…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Pesta Demokrasi Aman dan Damai

Sedikitnya 195 juta warga telah melaksanakan kewajibannya memilih sekitar 245 ribu caleg dari seluruh tingkatan dan dua pasangan calon presiden…

Jaga Ekonomi Politik Stabil

Di tengah hiruk pikuk politik yang makin memanas jelang Pemilu 2019, kondisi ekonomi tampaknya telah memisahkan diri (decoupling) dari politik…

Mengerek Rasio Pajak

Menarik sekali dalam debat terakhir Pilpres 2019, Sabtu (13/4) malam, Capres Prabowo berambisi meningkatkan  menuju rasio pajak (Tax Ratio) 16%…