OJK Wajibkan Investor Miliki SID - Siapkan Aturan Baru

NERACA

Jakarta – Guna memberikan kenyamanan dalam berinvestasi di pasar modal, saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengembangkan infrastruktur pasar modal melalui Single Investor Identification (SID). Kini untuk mewajibkan bagi pelaku pasar pemanfaatan SID, pihak OJK tengah mempersiap regulasi terkait diberlakukan kartu SID.

Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2A OJK, Fakhri Hilmi mengatakan, mulai tahun depan investor wajib menggunakan SID,”Sekarang sih belum ya, karena menunggu aturannya, kita sedang menuju kesana, tahapannya pertama adalah SIDnya sendiri kita beresin, setelah itu baru kita akan buat prosedur semua investor menggunakan itu pada tahun depan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya sedang merampungkan masalah teknis yang masih mengganjal kartu SID,”Untuk SID-nya sendiri kita akan selesaikan karena pertama masalah teknisnya harus selesai, setelah itu baru kita wajibkan semua investor pakai SID," jelas dia.

Mengenai waktunya, Fakhri tidak bisa memastikan. Namun dirinya berharap ahir tahun ini aturan baru mengenai investor sudah rampung,”Kapannya belum tau tapi tahun depan kita mewajibkannya, mudah-mudahan akhir tahun ini aturan untuk investor yang baru sudah keluar dan itu berlaku untuk semua investor,”ungkapnya.

Sebelumnya, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai anggota self-regulatory organization dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian tengah menunggu aturan dari OJK tentang kewajiban bagi investor menggunakan SID. Bahkan kedepan, pihak KSEI meminta OJK juga mewajibkan investor reksa dana juga memiliki SID.

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, Heri Sunaryadi pernah bilang, secara infrastruktur dan sistem pihaknya sudah siap untuk mewajibkan investor reksa dana terdaftar dalam SID. Hanya saja, saat ini pihaknya perlu payung hukum dari OJK,”Secara aplikasi dan infrastruktur kita sudah siap, tapi masih menunggu aturan dari OJK,”ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan penerapan pemberian nomor SID secara menyeluruh kepada investor reksa dana merupakan kebijakan yang sejalan dengan OJK untuk mengembangkan infrastruktur yang terintegrasi bagi industri reksadana melalui sistem pengelolaan investasi terpadu.

Bahkan dirinya menyatakan, rencana penerapan nomor SID bagi investor reksa dana bakal di luncurkan pada November tahun ini. Maka untuk memuluskan kebijakan tersebut, kata Heru, pihak KSEI sudah melalukan simulasi terhadap 200 ribu pembuatan SID bagi nasabah reksa dana,”Kita sudah simulasikan kebijakan ini dan diharapkan bisa berjalan sesuai target,”ungkapnya.

Selain itu, untuk memperbaiki kebijakan tersebut, pihak KSEI berencana mendatangkan tim asal Korea Selatan. Dimana nantinya, tim tersebut akan memberikan sharing pula soal jaringan pengelola investasi terpadu. Tidak hanya sampai disitu, untuk menciptakan data dan indentifikasi investor yang lebih akurat, pihak KSEI bakal menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) untuk penggunaan KTP elektronik sebagaian acuan basis data investor pasar modal. (bani)

BERITA TERKAIT

Tunggu Pernyataan Efek Efektif OJK - Krida Jaringan Bidik Dana IPO Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Menyatakan siap mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk tengah menunggu pernyataan efektif penerbitan…

PNM Babel Siapkan Program "Mekaar"

PNM Babel Siapkan Program "Mekaar" NERACA Pangkalpinang - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Bangka Belitung (Babel) menyiapkan program "Mekaar"…

TREN PENURUNAN SUKU BUNGA DI DUNIA - OJK: Saatnya Turunkan Bunga Acuan BI

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Bank Indonesia sudah saatnya segera menurunkan tingkat suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate-7DRRR).…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…