One Asia Resources Incar Produksi Emas 350 Ribu Ons - Targetkan Eksplorasi 2015

NERACA

Jakarta – Dibalik simpang siur kebenaran apakah One Asia Resources sudah melakukan eksplorasi tambang emas di Gunung Pani, Gorontalo atau belum. Namun yang pasti, perusahaan asal Australia One Asia Resources Limited menyatakan bahwa saat ini pihaknya telah menyelesaikan tahap eksplorasi dan segera merealisasikan konstruksi di lahan tambang emas IUP KUD Dharma Tani Marisa yang berlokasi di Gunung Pani, Gorontalo, dan diprediksi bisa terealisasi pada tahun 2015 mendatang. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Government Relation One Asia Resources Limited, Boyke P Abidin mengatakan, hal ini sejalan dengan telah diperolehnya IPK dan KUD Dharma Tani Marisa dari Kementerian Kehutanan yang wajib dimiliki sebelum memulai kegiatan di wilayah hutan produksi. Meski demikian, saat ini perusahaan masih dalam proses melengkapi dokumen studi kelayakan dan analisis dampak lingkungan (amdal),"One Asia Resources memang tidak ingin gegabah dan terburu-buru dalam memulai aktivitas pertambangan di sana mengingat perizinan seperti persetujuan studi kelayakan dan amdal menuntut persiapan yang maksimal sehingga nantinya dipastikan pengelolaan tambang mampu mencapai standar internasional, termasuk tentang keselamatan kerja pekerja tambang serta pengelolaan lingkungan yang umumnya sering terabaikan," katanya.

Dengan telah diperolehnya IPK dan KUD Dharma Tani Marisa dari Kementerian Kehutanan yang wajib dimiliki sebelum memulai kegiatan di wilayah hutan produksi serta dalam proses melengkapi dokumen studi kelayakan dan amdal maka perusahaan dapat melangkah ke tahapan konstruksi secara resmi pada tahun 2015 dan diperkirakan akan mulai berproduksi pada tahun 2016."Kami menargetkan kapasitas hasil produksi nantinya berkisar antara 300-350 ribu ons per tahun. Adapun nilai investasi bisnis dari perusahaan yang berbasis di Australia itu adalah sekitar US$ 150 juta setara dengan Rp 1,7 trilliun,"ujarnya.

Selain itu, perseroan juga menegaskan, saat ini belum ada kegiatan penambangan dalam bentuk apapun yang dilakukan One Asia Resources Limited, KUD ataupun pihak lain di Gunung Pani,”Ini artinya, seluruh area Gunung Pani bukanlah milik perusahaan tambang dimaksud dalam pemberitaan tersebut, pemegang IUP produksi yang resmi terhadap sebagian wilayah dimaksud adalah KUD Dharma Tani Marisa yang telah bekerja sama dengan grup usaha One Asia Resources Limited sejak tahun 2009," kata Boyke P Abidin.

Hal itu disampaikan dirinya untuk menanggapi pemberitaan bahwa Gunung Pani yang merupakan salah satu dari tujuh gunung emas terbesar di dunia ini telah dikelola oleh sebuah perusahaan tambang lokal. Seperti diberitakan sebelumnya, dalam kesempatan terpisah Pemda Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, melalui Sekretaris Daerah Djoni Nento menegaskan bahwa hingga kini belum ada kegiatan penambangan yang bersifat masif dari perusahaan tambang tertentu di Gunung Pani.

Pemda setempat, lanjutnya, dalam waktu dekat ini akan menyurati pihak perusahaan yang diberitakan itu untuk meminta klarifikasi terhadap publikasi tersebut,”Kami akan mencari tahu terlebih dahulu data yang ditayangkan di TV itu diambil dari mana sehingga bisa dijelaskan kepada masyarakat Pohuwato secara khusus dan masyarakat Gorontalo pada umumnya," ujar Djoni Nento. (bani)

BERITA TERKAIT

Sektor Produksi - Industri Galangan Kapal Ingin Bea Masuk Komponen Diturunkan

NERACA Jakarta – Industri galangan kapal menginginkan bea masuk komponen diturunkan dari 5-12 persen menjadi hingga nol persen untuk meningkatkan…

Menperin Incar Investasi Sektor Kimia Hingga Baja

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kerja sama bilateral dengan Jepang di bidang ekonomi, termasuk peningkatan investasi sektor…

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Negara Berkembang Di Asia Timur dan Pasifik Melemah

    NERACA   Jakarta - Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik akan sedikit melemah.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…