Berlina Suntik Modal Anak Usaha

NERACA

Jakarta - Manajemen PT Berlina Tbk (BRNA) menyatakan perseroan telah melakukan penambahan penyertaan (investasi) kepada anak perusahaan dengan kepemilikan 99% pada 29 Agustus 2014, yakni PT Quantex. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perusahaan kemasan ini menyebutkan nilai transaksi penyertaan tersebut senilai Rp 8,28 miliar. Nilai transaksi tersebut sudah ditransfer ke rekening bank atas nama Quantex. Penyertaan modal ini sudah disetujui oleh direksi perseroan. Nantinya, penyertaan ini dalam bentuk peningkatan modal kepada Quantex yang akan digunakan untuk pembiayaan ekspansi dan modal kerja serta mesin dalam rangka perluasan kegiatan usaha Quantex di Indonesia.

Sebagai informasi, belum lama ini, PT Berlina Tbk (BRNA) telah menaikkan harga jual produknya sebanyak 5% hingga 10%, “Sampai dengan tiga bulan pertama rata-rata kenaikan harga sudah mencapai lima hingga 10%, tergantung dari produknya. Karena pabrik di Indonesia itu hampir 60% bahan baku didatangkan secara impor dari luar negeri," kata Direktur Berlina, Roberto Bernhardeta.

Disebutkan, kenaikan harga jual akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Oleh karena itu, perseroan menetapkan ambang batas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tahun ini di kisaran Rp 12.00 per dollar AS.Lebih lanjut, Roberto menuturkan, alasan kenaikan harga jual dalam rangka mengejar target pertumbuhan kinerja yang sebesar 20% hingga 25%.

Dirinya menuturkan, dengan kenaikan harga jual tersebut, target penjualan perseroan tahun ini tumbuh 20-25% atau menjadi berkisar antara Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,3 triliun diharapkan bisa terealisasi. Tercatat, sampai dengan kuartal-I tahun 2014 perseroan telah berhasil untuk membukukan penjualan sebesar Rp 309,8 miliar atau tumbuh sekitar 39% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 222,96 miliar.

Hal yang sama juga terjadi pada laba bersih perseroan yang mengalami peningkatan lebih dari 300% menjadi Rp 25,12 miliar apabila dibandingkan dengan laba bersih di kuartal-I 2012 yang hanya mencapai Rp 8,5 miliar. Guna menopang target penjualan tahun ini akan didorong oleh peningkatan volume produksi sebesar 25%. Pasalnya, dengan meningkatnya volume produksi, tentunya targetkan peningkatan penjualan sebesar 25% bisa tercapai.

Pada akhir tahun 2013 lalu, kapasitas produksi perseroan sebesar 22.700 ton. Artinya, hingga akhir tahun ini diproyeksikan kapasitas produksi akan mencapai 28.375 ton.Untuk memuluskan ambisinya tersebut, produsen bahan baku plastik ini siap menyuntikkan dana belanja modal atau (capital expenditure/capex) sebesar Rp 150 miliar.

Roberto mengungkapkan bahwa sekitar 20% dari capex akan didapatkan dari kas internal perseroan. Sedangkan, 80% sisanya akan didapatkan melalui pendanaan eksternal baik itu pinjaman perbankan maupun dari lembaga pembiayaan nonbank,”Sebagian besar dana capex itu untuk penambahan kapasitas produksi," terangnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Telkomsel Berbagi Bersama 1200 Anak Yatim

Menyambut Natal 2017, Telkomsel wilayah operasional area Jabotabek Jabar menggelar rangkaian sejumlah kegiatan kepedulian dengan tema “Saatnya Berbagi dan Melayani”…

Indomilk Bantu Sarana Inspirasi di 50 Sekolah - Ajak Anak Indonesia Berprestasi

Menggali potensi yang dimiliki para siswa berprestasi di Indonesia agar bisa unjuk gigi di mata dunia, PT Indolakto, anak perusahaan…

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…