Global Teleshop Raup Laba Rp 66,6 Miliar

NERACA

Jakarta – Sepanjang semester pertama tahun ini, PT Global Teleshop Tbk (GLOB) mencatat laba bersih sebesar Rp66,6 miliar atau tumbuh dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar dari Rp70,5 miliar. Selain itu, perseroan juga mencatat pendapatan neto mencapai Rp2,1 triliun dari Rp1,6 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan juga mengungkapkan, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi Rp1,9 triliun dari Rp1,5 triliun. Namun laba bruto perseroan juga naik menjadi RpRp221,7 miliar dari Rp184,2 miliar. ntuk beban usaha naik menjadi Rp124,4 miliar dari Rp99,6 miliar. Namun laba usaha turun menjadi Rp114,9 miliar dari Rp116,5 miliar.

Emiten yang bergerak di bisnis penjualan dan distributor seluler ini membukukan laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp89,2 miliar dari Rp93,1 miliar. Beban pajak penghasilan stagnan di Rp22,5 miliar. Namun laba bersih turun menjadi Rp66,6 miliar dari Rp70,5 miliar. Perseroan berhasil meningkatkan total aset menjadi Rp1,8 triliun dari Rp1,4 triliun per 31 Desember 2013. Sedangkan total liabilitas juga naik menjadi Rp1,2 triliun dari Rp1,01 triliun.

Sebagai informas, perseroan yang juga anak usaha Trikomsel ini berencana menambah outlet baru dari Global Store untuk memperkuat penjualan ritel. Perseroan menyiapkan belanja modal untuk ekspansi 20 hingga 30 toko sebesar Rp 20 miliar hingga Rp 30 miliar. Pasalnya investasi satu toko sekitar 500 juta hingga dua miliar rupiah. Sedangkan sumber dana akan berasal dari kas internal.“Kami tetap akan membidik pertumbuhan topline double digit pada tahun ini, sedangkan di profit margin berusaha menjaga tingkat keuntungan karena margin kian tipis,” kata Komisaris Utama Global Teleshop Guntur S Siboro.

Diungkapkannya, untuk mencapai target tersebut perseroan akan menggenjot penjualan smartphone dan tablet, serta produk operator. Pada kinerja 2013 porsi pendapatan dari penjualan handset mencapai 44%. Sementara, 56% sisanya berasal dari penjualan kartu perdana (simcard) dan vocer isi ulang,”Kita akan geber gerai yang menjual sistem operasi Android,” jelasnya.

Dijelaskannya, perseroan tak hanya bermain di produk telekomunikasi milik operator yakni Telkomsel, tetapi juga prabayar dari PLN. “Kalau bisnis voucher itu masalah skala ekonomi. Telkomsel terus agresif, kami ketibang untung. PLN apalagi, kan monopoli di listrik rumah tangga,” jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Industri Tekstil Indonesia Bidik Ekspor Senilai US$14 Miliar - Sepanjang 2018

NERACA Jakarta – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan devisa dari ekspor…

HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar - Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Sinarmas AM Targetkan Dana Kelola Rp 500 Miliar - Terbitkan Produk ETF Pertama

NERACA Jakarta – Ramaikan produk Exchanged Traded Fund (ETF) di pasar modal, PT Sinarmas Asset Management menerbitkan reksa dana indeks…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…