DJPB Pecahkan Rekor Muri Tangkap 1000 Lele

NERACA

Jakarta - Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementrian Kelautan danPerikanan (KKP) sukses menggelar acara tangkap 1000 ikan lele. Atas keberhasilannya ini DJPB memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, KKP Slamet Soebjakto mengatakan acara tangkap lele ini diikuti oleh 1689 peserta yang berasal dari Sekolah Tinggi Perikanan (Jakarta, Bogor dan Serang), Pondok Pesantren Nurul Iman Kab. Bogor, SMKN 36 Jakarta, mahasiswa IPB, karyawan/wati lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan pengunjung menangkap sekitar 1500, atau setara 1,5 ton lele.

"Acara tangkap lele ini mendapatkan respon yang sangat luar biasa oleh masyarakat," katanya kepada Wartawan saat menghadir acara tangkap 1000 lele di Jakarta, Jumat (29/8).

Namun begitu, sambung Slamet program dari tangkap lele ini bukan sekedar mengejar Muri, tapi lebih pada memasyarakatkan lele kepada masyarakat baik untuk konsumsi maupun budidaya. Karena selain lele menjadi andalan masyarakat, lele juga sangat mudah dibudidayakan.

“Harapannya dengan acara seperti ini masyarakat lebih bias gemar makan ikan baik lele maupun ikan tawar maupun lalut. Selain itu kami juga berharap, masyarakat mau berbudidaya lele, karena lele paling mudah dibudidayakan, di lahan sempit seperti pekarangan atau terpal ukuran 10 meter kubik saja sudah bisa dibudidayakan, bahkan dengan teknologi bio booster bisa menghasilkan 1.000 ton untuk satu hektar," ujarnya.

Selain itu juga, harapan besar kami ditengah harga kebutuhan pangan merangkak naik, tapi sejauh ini harga ikan meski ada kenaikan tapi relative stabil. Maka dari itu sektor perikanan digadang menjadi andalan ketahanan pangan. “Saat ini konsumsi masyarakat terhadap ikan sudah 38 Kg/kapita per tahun, dan kami menargetkan pada akhir tahun ini konsumsi masyarakat naik menjadi 50 Kg/perkapita per tahun,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo program Gemar Makan Ikan (Gemarikan) sangat penting dibudayakan karena saat ini masyarakat belum banyak yang memanfaatkan ikan. Oleh karenanaya ini merupakan tugas kita untuk mensosialisasikan Program Gemarikan dalam kebutuhan sehari-hari di masyarakat. Dikatakannya, “Pada program Gemarikan selain mensehatkan masyarakat tapi erat berhubungan dengan peningkatan taraf kesejahteraan nelayan dan pembudidaya,” katanya.

Selain itu, peningkatan konsumsi ikan akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan, pembudidaya dan pengolah hasil perikanan. [agus]

BERITA TERKAIT

Kinerja PDAM Kota Depok Melesat 1000 Persen

Kinerja PDAM Kota Depok Melesat 1000 Persen NERACA Depok - ‎Meski baru berusia enam tahun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)…

Peduli Kemanusiaan Korban Perang - ACT Kirim 1000 Ton Logistik Pasca Serangan Ke Gaza

Organisasi kemanusiaan Indonesia Aksi Cepat Tanggap mengirimkan 1000 ton logistik pangan ke Gaza usai serangan yang dilancarkan Israel ke Palestina.…

Menuju 1000 Kampung Digital Netzme - Belasan Peserta Ikuti Pelatihan Kepala Kampung Digital

Setelah mendapatkan antusiasme sangat positif dari masyarakat terutama para penggunaNetzme yang menyebar di seluruh Indonesia sejak peresmian Kampung Digital Netzme…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kantar Rilis 10 Merek Yang Dipilih Konsumen

  NERACA   Jakarta - Perusahaan data, wawasan, dan konsultasi terkemuka di dunia, Kantar merilis studi tahunan untuk mengukur merek…

Waspada, Kemarau Tahun Ini Diprediksi Lebih Kering

  NERACA   Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan dengan tahun…

Kemendesa Gelar Festival Pranata Adat dan Forum Perdamaian di Situbondo

NERACA Situbondo – Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Aisyah…