Pefindo Turunkan Peringkat Bank BJB

NERACA

Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi prospek peringkat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dan Obligasi VII/2011 menjadi negatif dari stabil, dengan peringkat idAA-. Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata analis Pefindo, Dyah Puspita Rini, revisi prospek peringkat tersebut diturunkan karena melemahnya indikator kualitas aset dan profitabilitas perusahaan, yang terlihat dari naiknya rasio pembiayaan bermasalah (non-performing loan/NPL) dan menurunnya rasio efisiensi bank,”Kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan meyebabkan menurunnya kemampuan bayar debitur, terutama dari segmen mikro dan komersial. Selain itu, tingkat suku bunga yang tinggi memberi pengaruh komposisi pendanaan bank dan menempatkan rasio dalam tekanan," tuturnya.

Menurut dia, BJBR telah berupaya memeperbaiki tingkat NPL dengan menyalurkan kredit yang lebih selektif pada segmen mikro dan komersial serta aktivitas akuisisi pihak ketiga dengan lebih hati-hati. Kendati demikian, hasil dari inisiatif tersebut terhadap profil risiko bank masih perlu dilihat, terutama dengan personel manajemen yang terbatas dan persaingan yang ketat dalam industri perbankan.

Peringkat itu dapat diturunkan jika profil kualitas aset dan profitabilitas bank terus menurun secara signifikan, sehingga memperlemah posisi risiko keuangan BJBR. Sebaliknya, Pefindo dapat merevisi prospek menjadi stabil jika perusahaan mampu memperbaiki profil risiko keuangan dengan memulihkan indikator kualitas aset dan profitabilitas atau memperkuat profil permodalan bank.

Adapun peringkat idAA- BJBR mencerminkan posisi perusahaan yang kuat dalam industri perbankan, pasar yang captive di Jawa Barat dan banten dan permodalan yang baik. Namun, peringkat itu dibatasi oleh kredit bermasalah yang cukup tingggi di segemn kredit produktif dan konsentrasi dalam portofolio pendanaan.

Selain itu, Pefindo juga memberikan peringkat idA- untuk Obligasi I/2011 Seri B PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) senilai Rp175 miliar, yang akan jatuh tempo pada 1 Desember 2014. Menurut analis Pefindo lainnya, Hendro Utomo, kesiapan bank untuk melunasi obligasi tersebut didukung penempatan pada Bank Indonesia (BI),”Per akhir Juni 2014, penempatan bank di BI sebesar Rp290 miliar,”ujarnya.

Tidak hanya itu, Pefindo juga memberikan peringkat idAAA untuk Obligasi VII tahun 2014 yang diterbitkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp1,5 triliun.Adapun obligasi terbitan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) mendapat peringkat AA+. Obligasi tersebut, yakni Obligasi IV/2010 Seri E akan jatuh tempo pada 29 Oktober 2014 dan Obligasi Berkelanjutan II/2013 tahp II Seri A, yang akan jatuh tempo pada 3 November 2014 senilai Rp1,4 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Dilema Bank Lokal

Tantangan perbankan sebagai motor pembangunan melalui penyaluran kredit saat ini semakin kompleks. Hingga Oktober 2017, kredit perbankan nasional hanya tumbuh…

Tahun Depan, Bank Jatim Buyback Saham - Siapkan Dana Rp 1,01 Miliar

NERACA Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di pasar reguler pada…

Spin Off Bank Jatim Tunggu Izin OJK

    NERACA   Surabaya - Rencana "spin-off" atau pemisahan unit syariah dari Bank Jatim masih menunggu izin prinsip dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…