Awal Pekan, IHSG Bergerak Konsolidasi

NERACA

Jakarta – Seharian laju indeks harga saham gabungan (IHSG) Jum’at akhir pekan berada di zona merah akibat derasnya aksi pelaku pasar saham asing yang melakukan aksi jual. Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, pelaku pasar saham asing di dalam negeri kembali melakukan aksi jual akibat tekanan bursa saham di kawasan regional sehingga indeks BEI terkena imbasnya.

Dirinya menuturkan, aksi jual diakhir perdagangan juga dilakukan investor domestik,”Walaupun sentimen dari dalam negeri cukup positif menyusul terapresiasinya mata uang rupiah, namun belum cukup mampu menopang indeks BEI,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, beberapa sentimen yang terbilang positif di dalam negari diantaranya terapresiasnya mata uang rupiah, aksi pemerintah yang melakukan normalisasi penyaluran BBM subsidi agar tidak terjadi kelangkaan, dan lancarnya pertemuan antara Presiden SBY dengan calon presiden Joko Widodo untuk membahas APBN.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan, kata Reza diperkirakan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tetap memiliki peluang terjadinya pembalikan arah. Asal tahu saja, mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup anjlok 47,616 poin (0,92%) ke level 5.136,863. Sementara Indeks LQ45 Jatuh 13,993 poin (1,58%) ke level 869,196.

Aksi jual semakin ramai menjelang penutupan perdagangan. Saham-saham unggulan dan lapis dua jadi sasaran aksi jual. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 171.908 kali dengan volume 6,117 miliar lembar saham senilai Rp 5,43 triliun. Sebanyak 137 saham naik, 169 turun, dan 85 saham stagnan.

Bursa Asia menutup perdagangan akhir pekan dengan mixed. Krisis geopolitik antara Rusia dan Ukraina memberi sentimen negatif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Multi Bintang (MLBI) naik Rp 25.500 ke Rp 1,03 juta, Rida Vivatex (RDTX) naik Rp 950 ke Rp 6.000, First Media (KBLV) naik Rp 545 ke Rp 2.730, dan Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 525 ke Rp 6.400. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.075 ke Rp 31.025, BCA (BBCA) turun Rp 650 ke Rp 11.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 54.000, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 500 ke Rp 25.500.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah 7,860 poin (0,15%) ke level 5.176,619. Sementara Indeks LQ45 turun 3,013 poin (0,34%) ke level 880,176. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan. Banyak saham unggulan dan lapis dua yang melemah terkena aksi jual.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 86.085 kali dengan volume 2,883 miliar lembar saham senilai Rp 2,012 triliun. Sebanyak 115 saham naik, 131 turun, dan 98 saham stagnan. Bursa regional masih kompak bergerak di zona merah hingga sesi pertama. Belum ada sentimen positif yang bisa membawa Indeks ke teritori positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah First Media (KBLV) naik Rp 545 ke Rp 2.730, Mayora (MYOR) naik Rp 250 ke Rp 30.650, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 200 ke Rp 6.500, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 175 ke Rp 54.775. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 325 ke Rp 31.775, Surya Semesta (SMSM) turun Rp 215 ke Rp 4.030, Matahari (LPPF) turun Rp 200 ke Rp 15.800, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 25.850.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka terkoreksi 9,21 poin atau 0,18% menjadi 5.175,26, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,31 poin (0,26%) ke level 880,87. Kata analis Samuel Sekuritas Aiza, pelemahan bursa AS akibat aksi ambil untung turut menjadikan mayoritas bursa Asia dibuka melemah, termasuk IHSG BEI,”IHSG BEI cenderung mengikuti pergerakan bursa regional pada akhir pekan ini, apalagi sentimen di dalam negeri juga belum mendukung bagi pasar saham,”ungkapnya.

Dia menambahkan, isu kenaikan harga BBM masih menjadi perhatian pasar. Pasar mengharapkan harga BBM untuk segera dinaikkan karena khawatir defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan semakin melebar seiring potensi kuota BBM melebihi target.

Kendati demikian, lanjut dia, kekhawatiran pasar sedikit terbayar dengan rencana kenaikan harga BBM pada pemerintahan yang baru apabila pemerintahan saat ini tidak menaikkannya. Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan, sentimen dari eksternal yakni rilis data bank sentral Eropa (ECB) menunjukkan bahwa pinjaman untuk sektor swasta turun sebanyak 1,6% di bulan Juli dibanding bulan sebelumnya. Penurunan jumlah pinjaman untuk masyarakat dan perusahaan negara kawasan Euro mematahkan ekspektasi bahwa ECB akan merilis stimulus tambahan.

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa masih adanya kekhawatiran tentang gejolak geopolitik di Ukraina masih membayangi pasar saham global, termasuk indeks BEI. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 86,36 poin (0,35%) ke level 24.654,64, indeks Nikkei turun 99,19 poin (0,64%) ke level 15.360,67 dan Straits Times melemah 5,52 poin (0,17%) ke posisi 3.324,70. (bani)

BERITA TERKAIT

Stabilitas Ekonomi Menopang Laju IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis  (12/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 43,41…

Lagi Profit Taking Bikin IHSG Kembali Loyo

NERACA Jakarta – Selang sehari indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat, kini indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut kambali…

Analis : IHSG Bakal Cetak Rekor Baru 6000 - Banyak Sentimen Positif

NERACA Jakarta – Tren penguatan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) diyakini bakal membawa rekor baru indeks di Bursa Efek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…