BBM Kembali Normal, IHSG Bakal Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham, seharian laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat akibat dipicu aksi beli selektif para pelaku pasar. Bahkan menguatnya indeks BEI menjadi satu-satunya di antara indeks bursa Asia lainnya.

Kata analis PT Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio, penguatan indeks BEI kembali naik didorong pelaku pasar asing yang kembali melakukan transaksi beli bersih di pasar saham domestik,”Aksi beli investor asing menjadi pemicunya,”katanya di Jakarta, Kamis (28/8).

Menurut dia, aksi beli pelaku pasar asing itu merespon langkah pemerintah yang akan segera melakukan normalisasi pasokan BBM ke masyarakat agar tidak terjadi antrean di sejumlah SPBU akibat kelangkaan. Kebijakan normalisasi, rupanya respon dan dinilai positif pasar karena terhambatnya pasokan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko merekomendasikan, untuk mengakumulasi di beberapa saham berkapitalisasi besar, saham-saham itu dapat menjadi penggerak indeks BEI melanjutkan penguatan,”Secara teknikal, indeks BEI akan membentuk tren kenaikan baru menuju kisaran 5.250 poin,”ungkapnya.

Berikut, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak menguat. Tercatat mengakhiri perdagangan Kamis, IHSG ditutup naik 19,232 poin (0,37%) ke level 5.184,479. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat ke level 2,487 poin (0,28%) ke level 883,189.

Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua. Indeks mampu bertahan di zona hijau berkat aksi beli ini, seluruh indeks sektoral pun kompak menguat. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 231.606 kali dengan volume 5,179 miliar lembar saham senilai Rp 5,562 triliun. Sebanyak 190 saham naik, 117 turun, dan 93 saham stagnan.

Bursa-bursa regional menutup perdagangan dengan kompak di zona merah. Aksi jual terjadi menjelang pengumuman data ekonomi AS. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Multi Bintang (MLBI) naik Rp 4.500 ke Rp 1 juta, Merck (MERC) naik Rp 3.500 ke Rp 173.500, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 1.050 ke Rp 6.300, dan Lion Metal (LION) naik Rp 550 ke Rp 11.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 1.750 ke Rp 16.500, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 500 ke Rp 2.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 ke Rp 54.600, dan ABM (ABMM) turun Rp 105 ke Rp 2.695.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 22,087 poin (0,43%) ke level 5.187,334. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,425 poin (0,39%) ke level 884,127. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua. Indeks mampu bertahan di zona hijau berkat aksi beli ini.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 130.562 kali dengan volume 2,902 miliar lembar saham senilai Rp 2,658 triliun. Sebanyak 187 saham naik, 86 turun, dan 90 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia bergerak mixed hingga sesi pertama. Sentimen rekor Wall Street semalam belum mampu menjadi katalis positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 675 ke Rp 5.925, Lion Metal (LION) naik Rp 550 ke Rp 11.000, Siloam (SILO) naik Rp 275 ke Rp 15.175, dan Enseval (EMPT) naik Rp 250 ke Rp 3.300. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Asahimas (AMFG) turun Rp 125 ke Rp 8.175, Buana (BFIN) turun Rp 100 ke Rp 2.200, Trikomsel (TRIO) turun Rp 100 ke Rp 1.500, dan BCA (BBCA) turun Rp 75 ke Rp 11.775.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik tipis 0,96 poin atau 0,02% menjadi 5.166,21 seiring dengan bursa saham di kawasan regional, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,24 poin (0,03%) ke level 880,94.

Analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengatakan, indeks BEI kembali melanjutkan penguatannya seiring dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang positif. Kondisi itu mendorong pelaku pasar saham di dalam negeri kembali aktif melakukan transaksi beli,”Potensi penguatan pada IHSG BEI juga kembali terbuka ditunjang oleh aliran investasi asing masuk atau 'capital inflow' ke pasar saham domestik," ujarnya.

Dirinya sempat memproyeksikan bahwa dalam jangka pendek ini indeks BEI akan berada dalam tren penguatan, namun tetap untuk selalu waspada terhadap perubahan arah pasar terutama sentimen eksternal terkait ekspektasi kenaikan suku bunga AS,”Ekspektasi suku bunga AS dapat menjadi sentimen negatif bagi pasar negara berkembang," katanya.

Sementara Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada menambahkan, investor kembali memanfaatkan saham-saham di dalam negeri yang telah tertekan pada hari sebelumnya untuk kembali melakukan akumulasi,”Beberapa saham dengan nilai kapitalisasi besar kembali menguat turut memberikan amunisi tambahan bagi IHSG," katanya.

Kendati demikian, menurut dia, kenaikan IHSG BEI masih terbatas dan belum sepenuhnya dapat mengalami kenaikan lanjutan secara signifikan di tengah minimnya sentimen posistif di dalam negeri. Dirinya memasang perkiraan laju IHSG bergerak pada rentang 5.158-5.178 poin.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 116,89 poin (0,47%) ke level 25.035,64, indeks Nikkei turun 80,82 poin (0,52%) ke level 15.454,38, dan Straits Times menguat 15,37 poin (0,46%) ke posisi 3.356,96. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemkot Sukabumi Kembali Raih Penghargaan Adipura

Pemkot Sukabumi Kembali Raih Penghargaan Adipura  NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kembali meraih penghargaan piala Adipura kategori kota…

Ex-Officio Disebut Bakal Gerus Investasi di Batam

  NERACA   Jakarta - Peneliti Insitute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus menegaskan wacana pemerintah…

Diburu Profit Taking, Laju IHSG Makin Loyo

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (14/1) awal pekan kemarin, seharian berada di zona…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…