Pemerintah Dukung Pengembangan SDM di Bidang Ikan Hias

NERACA

Jakarta - Indonesia sangatlah pantas disebut sebagai sentra ikan hias tropika dunia, karena memiliki ikan hias cantik dengan warna dan bentuk yang beragam. Sedikitnya 240 jenis ikan hias laut dan 226 jenis ikan hias air tawar tersedia di Indonesia. Beberapa jenis ikan hias air tawar bahkan tergolong spesies asli dan langka, tidak terdapat di negara lain, misalnya Arwana, Botia, Balashark, dan Rainbow Irian. Selain itu, berbagai macam ikan hias yang ada di dunia dapat dengan mudah dipijahkan dan dibesarkan di Tanah Air. Perkembangan ikan hias di Indonesia juga mengalami peningkatan. Indonesia pada tahun 2009 belum termasuk eksportir ikan hias terbesar dunia, namun pada tahun 2013 Indonesia sudah termasuk kelompok 5 besar dengan menempati peringkat ketiga setelah Spanyol dan Jepang, yang kemudian diikuti oleh Malaysia dan Ceko di urutan keempat dan kelima.

“Melihat perkembangan positif tersebut, Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), merasa perlu untuk ambil bagian dalam mewujudkan bisnis ikan hias sebagai kekuatan baru ekonomi kelautan dan perikanan. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan,” kata Kepala BPSDM KP yang juga sebagai Ketua Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI), Suseno Sukoyono, di Jakarta, Kamis (28/8).

Salah satu prestasi bidang pendidikan datang dari Kadarusman, dosen Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Sorong, salah satu satuan pendidikan BPSDM KP, penemu ikan pelangi (rainbow fish), ikan hias asli Papua, yang juga bertindak sebagai narasumber acara ini. Ia adalah salah seorang taksonom yang dimiliki Indonesia dan pakar iktiologi bereputasi internasional, dengan spot spesialisasi pada ekoregion Austro-New Guinea.

Penelitian yang digagasnya bertahun-tahun tentang Ikan Pelangi Papua telah mendapatkan penghargaan istimewa dari AFIDES Institute di Perancis Mahar Schutzenberger Award 2011. Penelitian jangka panjang yang ia pimpin melibatkan 12 institusi dalam negeri dan 5 lembaga riset internasional. Dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, Kadarusman dan tim fokus mengkaji ikan endemik Papua melalui pendekatan studi biologi evolutif, sistematika molekuler, domestikasi, akuakultur dan konservasi.

Dalam kurun waktu 2006-2014, Kadarusman telah memimpin empat kali ekspedisi ilmiah internasional, dan telah mempublikasikan 10 artikel pada jurnal bereputasi internasional. Selain itu, ia telah menemukan tujuh spesies baru ikan pelangi Melanotaenia dari Papua Barat. Sedangkan dalam bidang molekuler, ia dan timnya telah menghasilkan 350 DNA barcodes dari famili Melanotaeniidae, dalam beberapa publikasi ilmiahnya, Kadarusman menggunakan pendekatan hibrid antara DNA barcoding dan morfometrik untuk mendeskripsi jenis baru. Ia menuturkan bahwa, ikan pelangi adalah grup ikan pertama di Indonesia yang dibarcode oleh anak negeri sendiri. Hanya dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun, Kadarusman dan tim telah menominasikan teorema baru tentang “radiasi grup ikan Melanotaenia”.

Terobosan lainnya adalah menginisiasi scientific teleconference, yang kemudian berkembang menjadi kuliah online “Virtual Guest Lecture”. Program telekonferensi yang diinsiasinya sejak 2013 ini bertujuan untuk menjembatani transfusi ilmu pengetahuan antara komunitas akademik di Poltek KP Sorong dan dunia luar. Melalui program ini, para taruna dan dosen dapat berdiskusi dengan para dosen di luar negeri.

“Apa yang dilakukan Kadarusman membuktikan bahwa membangun kelautan dan perikanan pada dasarnya adalah membangun sumber daya manusia,” ujar Suseno. Ia menambahkan, hal tersebut mematahkan anggapan bahwa pendidikan di timur Indonesia tidak mampu bersaing dengan wilayah lain. “Sekarang, kami mempunyai manusia unggul dari Timur untuk ikut serta mencerahkan dunia,” tegasnya.

Di bidang pendidikan juga, BPSDM KP melakukan serangkaian kegiatan antara lain menjadikan materi ikan hias sebagai salah satu bagian kurikulum mata pelajaran/kuliah teknik budidaya ikan dan pembenihan ikan. Selain itu, BPSDM KP juga mengembangkan sarana prasarana pembesaran maupun pembenihan ikan hias pada setiap satuan pendidikan, sesuai dengan karakteristik lokasi satuan pendidikan.

Di bidang pelatihan, BPSDM KP melakukan kegiatan pelatihan terhadap kelompok pelaku usaha ikan hias baik teknis maupun kewirausahaan dan menginisiasi terbentuknya jaringan bisnis alumni pelatihan. Pada 2014, BPSDM KP menyelenggarakan Pelatihan Teknis Budidaya Ikan Hias Bagi Penyuluh Perikanan, hasil kerja sama BPSDM KP melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Tegal dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.

Adapun di bidang penyuluhan, BPSDM KP melakukan penguatan penyuluh perikanan terkait dengan teknis budidaya ikan hias, pemanfaatan tanaman sebagai pengobatan herbal budidaya ikan. Penyuluh juga terus bersinergi dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok, terkait dengan pelaksanaan tugasnya melakukan pendampingan kelompok dalam pengembangan bisnis ikan hias. BPSDM KP juga telah mengembangkan cyber extension sebagai “jembatan” komunikasi antara penyuluh dan kelompok pelaku utama.

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Kualitas SDM, Inovasi Goyang Gayo Pemkab Gianyar menuju TOP 45 Sinovik 2019

Tingkatkan Kualitas SDM, Inovasi Goyang Gayo Pemkab Gianyar menuju TOP 45 Sinovik 2019 NERACA Gianyar, Bali - Mewujudkan sumber daya…

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar  NERACA  Jakarta – Kepala Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Moratorium Hutan, Pemerintah Justru Terbitkan Izin 18 Juta Hektar

  NERACA Jakarta - Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Zenzi Suhadi, menyayangkan sikap pemerintah yang…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sektor Riil - Iklim Dunia Usaha Dijaga, Produsen Elektronika Tambah Kapasitas

NERACA Jakarta – Industri elektronika di dalam negeri semakin tumbuh dan berkembang. Geliat positif ini ditunjukkan adanya penambahan investasi dan…

Dunia Usaha - RUU Desain Industri Dorong Daya Saing dan Akomodir Teknologi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meningkatkan daya saing industri di Indonesia agar mampu kompetitif baik di lingkup pasar…

Pemakai Dompet Digital Dominan Transaksi Retail

NERACA Jakarta – Snapcart, lembaga riset berbasis aplikasi, melakukan penelitian perilaku konsumen dalam bertransaksi dengan aplikasi pembayaran digital menunjukan mayoritas…