Melongok Kinerja Emiten Pakan Ternak - Laba Japfa Comfeed Turun 34,22%

NERACA

Jakarta – Paruh pertama tahun ini, industri pakan ternak belum menunjukkan kinerja keuangan yang tumbuh signifikan. Pasalnya, masih melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika menjadi pemicunya. Hal ini dikarenakan, sebagai besar bahan baku industri pakan ternah masih ekspor.

Tengok saja, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester pertama tahun ini sebesar Rp321,8 miliar. Angka itu merosot 34,22% dibanding paruh pertama tahun lalu sebesar Rp489,17 miliar. Sedangkan laba per saham dasar perseroan menyusut menjadi Rp30 per lembar dibanding semester I tahun lalu sebesar Rp46 per lembar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, turunnya laba bersih perusahaan akibat naiknya sejumlah beban. Adapun penjualan bersih perseroan sepanjang enam bulan ini tumbuh 18,12% menjadi Rp12,19 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,32 triliun. Naiknya penjualan tersebut diikuti naiknya beban pokok penjualan menjadi Rp10,36 triliun dari Rp8,48 triliun.

Di samping itu, beban penjualan perusahaan meningkat menjadi Rp247,74 miliar dari Rp221,28 miliar, beban bunga bertambah menjadi Rp332,9 miliar dari Rp220,4 miliar, beban umum dan administrasi melonjak menjadi Rp838,65 miliar dari Rp707,52 miliar dan membukukan kerugian transaksi derivatif sebesar Rp7,64 miliar.

Kendati demikian, perseroan berhasil membukukan keuntungan kurs mencapai Rp20,59 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu rugi Rp15,52 miliar dan laba lain-lain bersih Rp27,51 miliar dari sebelumnya rugi Rp19,87 miliar. Jumlah aset perusahaan pada akhir Juni 2014 tercatat sebesar Rp16,16 triliun, dengan total utang sebesar Rp10,87 triliun. Angka tersebut meningkat dibanding akhir tahun lalu, di mana aset perusahaan sebesar Rp14,92 triliun, dengan total utang Rp9,67 triliun.

Hal yang sama juga dialami PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Dimana laba bersih perseroan sepanjang semester pertama tahun ini sebesar Rp87,18 miliar atau Rp50 per saham. Laba bersih tersebut menunjukan penurunan kinerja sebesar 50,52% bila dibandingkan dengan laba bersih pada priode sama tahun 2013 sebesar Rp176,20 miliar atau Rp104 per saham.

Hal ini disebabkan oleh beban pokok Malindo Feedmill mengalami kenaikan dari Rp1,62 triliun menjadi Rp2,01 triliun. Pendapatan pokok perseroan mengalami kenaikan dari Rp1,99 triliun pada Semester I tahun 2013 menjadi Rp2,30 triliun pada Semester I tahun 2014. Beban usaha perseroan mengalami kenaikan dari Rp122,09 miliar menjadi Rp144,84 miliar. Beban Bunga perseroan mengalami kenaikan dari Rp31,63 miliar menjadi Rp40,14 miliar.

Malindo Feedmill merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pakan ternak dan peternakan anak ayam usia sehari (day old chick). Penjualan Malindo Feedmill pada Semester I tahun 2014 dari sektor Pakan sebesar Rp1,63 triliun, dari Anak ayam usia sehari Rp395,32 miliar, Ayam berdaging Rp183,31 miliar, makanan olahan Rp66,96 miliar, dan lain-lain sebesar Rp21,60 miliar.

Tidak jauh berbeda juga dialami PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang membukukan laba bersih sebesar Rp1,25 triliun atau Rp76 per saham pada semester I tahun 2014. Laba bersih semester I tahun 2014 menunjukan penurunan kinerja CPIN sebesar 18,30% bila dibandingkan dengan laba bersih pada semester I tahun 2013 sebesar Rp1,53 triliun atau Rp93 per saham.

Hal ini disebabkan oleh beban pokok perseroan mengalami kenaikan dari Rp9,49 triliun pada semester I 2013 menjadi Rp11,99 triliun pada semester I 2014, dan Beban Usaha dan Lainnya perseroan mengalami peningkatan dari Rp479,10 miliar menjadi Rp674,30 miliar. Beban keuangan perseroan mengalami peningkatan dari Rp83,22 miliar menjadi Rp122,12 miliar. Pendapatan pokok perseroan dari Rp11,98 triliun menjadi Rp14,43 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

WIKA Bukukan Laba Bersih Rp 2,07 Triliun

NERACA Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sepanjang tahun 2018 mencetak laba bersih sebesar Rp2,07 triliun, tumbuh signifikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…