Mandiri Perkuat Transaksi Trade Finance - Cabang Luar Negeri Dukung Pertumbuhan Bisnis

NERACA

Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat layanan trade finance untuk mendukung transaksi perdagangan Indonesia. Hingga Juni 2014, Mandiri mencatatkan transaksi ekspor impor sebesar US$60,6 miliar. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$59,8 miliar. Pencapaian itulah yang mendorong peningkatan pangsa pasar (market share) Mandiri menjadi sebesar 33,93%.

Senior Executive Vice President Transaction Banking Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans mengatakan, pencapaian Bank Mandiri di bidang trade finance tidak lepas dari dukungan bank koresponden yang berjumlah 1.264 bank, yang hingga Juni 2014, menopang 2.087 jaringan kantor cabang dalam negeri dan tujuh kantor di luar negeri.

“Penguatan bisnis di sektor ini terus kami lakukan karena kami meyakini, selain dapat meningkatkan kinerja Bank Mandiri, trade finance juga dapat mendorong pertumbuhan perdagangan Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri yang pada akhirnya, dapat mengakselerasi perekonomian nasional,” kata Rico, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (27/8).

Dia melanjutkan, guna memperkuat lini bisnisnya, Mandiri juga memberikan solusi komprehensif agar setiap perusahaan dapat mengatur perputaran dana agar lebih efektif dan efisien. Pemberian solusi itu didukung sumberdaya manusia (SDM) yang kompeten di bidang trade finance serta sistem layanan elektronik terintergrasi yang memudahkan nasabah melakukan transaksi trade finance.

Atas pencapaian dan solusi tersebut, Mandiri didaulat sebagai ’The Best Trade Finance Bank in Indonesia’ dari publikasi Internasional Alpha Souteast Asia dalam ajang Alpha Southeast Asia's 8th Annual Best Financial Institution Awards & Corporate Awards.

Atas pencapaian itu pula, Alpha Shouteast Asia juga menganugerahi Bank Mandiri sebagai ’Best Bank in Indonesia, Best Private Wealth Management Bank’ dan ’Best FX Bank’ untuk korporasi dan institusi keuangan, ’Best CFO in Indonesia and South East Asia’ serta ’Most Organised IR’.

”Raihan ini menjadi pemicu kami untuk dapat terus mengembangkan bisnis trade finance dengan mengoptimalkan peluang-perluang yang ada, agar dapat tumbuh ke arah yang jauh lebih baik secara berkelanjutan,” tandas Rico.

Kembangkan kerja sama

Sementara itu, Direktur Treasury, Financial Institutions and Special Asset Management Bank Mandiri, Royke Tumilaar menuturkan, Mandiri terus memperkuat kantor cabang di luar negeri untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan transaksi perdagangan Indonesia di level global.

“Saya berharap keberadaan kantor cabang Bank Mandiri di luar negeri dapat menunjang perluasan jaringan bisnis perusahaan dari Indonesia ke pusat keuangan internasional,” tukasnya. Saat ini, jaringan kantor cabang di luar negeri Bank Mandiri menyebar di berbagai negara, seperti Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Cayman Islands, Timor Leste, dan perusahaan anak di London dan Malaysia.

"Melalui kantor cabang di luar negeri ini, kami akan dapat merintis bisnis dan mengembangkan peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang berada di negara tempat kantor kami berada maupun perusahaan dari negara lainnya yang berminat melakukan perdagangan dan penanaman modal di Indonesia serta sebaliknya," ujar Royke.

Dia mengatakan, kantor cabang tersebut untuk meningkatkan kontribusi pada program pemerintah, untuk mempromosikan ekspor Indonesia, dengan menyediakan jasa perbankan yang dapat memperlancar perdagangan maupun pelaksanaan proyek transnasional yang ditangani oleh pengusaha Indonesia.

Bank Mandiri, imbuh Royke, selalu mendukung "Indonesian related clients" melalui "cross border transactions and operations" dalam mengembangkan bisnisnya yang semakin global. Untuk itu, melalui kantor di luar negeri, Bank Mandiri akan fokus pada "funding, trade finance", layanan "treasury, investment banking" dan "bilateral lending", khususnya kepada "Indonesian related companies".

Peran aktif

Hingga Juni 2014, kantor cabang luar negeri Bank Mandiri mencatatkan perkembangan bisnis yang baik di tengah kondisi ekonomi yang kurang mendukung. Total aset tumbuh sebesar 41,1% menjadi US$3,1 miliar, yang didorong oleh peningkatan penyaluran kredit menjadi US$1,2 miliar, dari US$785 juta pada Juni 2013.

Pertumbuhan tersebut juga dibarengi dengan kualitas yang semakin baik, seperti tercermin dari nonperforming loan (NPL) yang terjaga di level 1,59%. Dari total penyaluran kredit itu, antara lain digunakan untuk membiayai sektor perdagangan, pertambangan dan migas.

Melihat perkembangan itu, Bank Mandiri akan terus mengembangkan sektor bisnis tersebut sehingga pada akhirnya Bank Mandiri dan entitas bisnis, dapat meningkatkan peran aktif dalam mendorong perekonomian Indonesia.

Bank Mandiri juga ingin mendukung peningkatan volume transaksi perdagangan serta memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Asia maupun Eropa. Meskipun neraca perdagangan menyebutkan bahwa pada semester I 2014 transaksi perdagangan Indonesia turun 3,6% menjadi US$178 miliar dari US$185 miliar pada Juni 2013.

"Melalui kantor cabang di luar negeri, kami ingin membuka jendela kesempatan bagi lebih banyak lagi perusahaan Indonesia untuk menciptakan jaringan bisnis baru dengan mitra asing. Kami juga akan terus menerapkan pelayanan terbaik kepada nasabah internasional agar dapat menjadi 'benchmark' dan memengaruhi persepsi masyarakat internasional terhadap Indonesia," pungkasnya. [ardi/rin]

BERITA TERKAIT

Berburu Cuan Bisnis Perhiasan - Hartadinata Perluas Penetrasi Pasar Luar Jawa

NERACA Jakarta –Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) masih mengandalkan penambahan gerai baru. Perusahaan tahun…

BPOM: UU POM Akan Perkuat Penindakan Produk Ilegal

BPOM: UU POM Akan Perkuat Penindakan Produk Ilegal NERACA Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito…

Apkasi Dukung Program P3K 2019

NERACA Jakarta - Jika tidak ada aral melintang, penerimaan tenaga honorer melalui program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

LPS Perkirakan BI Tahan Suku Bunga Di Awal 2019

NERACA Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate pada awal 2019 ini…

Regulator Terapkan Perhitungan Risiko Pasar Basel III Terbaru

  NERACA Jakarta - Regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadiri pertemuan para Gubernur Bank Sentral dan Pimpinan Otoritas Pengawas Sektor…

Sejumlah Perusahaan Jasa Keuangan Manfaatkan NIK - Gandeng Kemendagri

  NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)…