Investor Mulai Cermati Susunan Kabinet Baru

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 18,695 poin (0,36%) ke level 5.165,247. Sementara Indeks LQ45 naik 4,467 poin (0,51%) ke level 880,702. Meskipun laju penguatan indeks terhambat aksi jual investor domestik, namun kondisi tersebut mampu dilalui berkat aksi beli yang dilakukan investor asing.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, mata uang rupiah yang terapresiasi menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham-saham di dalam negeri sehingga IHSG BEI naik,”Sentimen di pasar saham positif, datang dari penguatan rupiah terhadap dolar AS," katanya di Jakarta, Rabu (27/8).

Di sisi lain, lanjut dia, ekspektasi positif terhadap susunan kabinet baru menambah daya dorong pelaku pasar saham kembali melakukan aksi beli. Diharapkan, susunan kabinet mendatang sesuai ekspektasi sehingga pasar saham kembali bergairah.

Sementara menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, indeks BEI naik seiring dengan aksi investor asing yang kembali melakukan posisi beli saham. Tercatat dalam data perdagangan saham BEI Rabu, investor asing membukukan beli bersih (foreign net buy) senilai Rp267,972 miliar,”Diharapkan sentimen bursa regional bertahan pada pekan ini sehingga tren indeks BEI menguat,”ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diperkirakan akan bergerak menguat seiring keyakinan pelaku pasar susunan kabinet pemerintah baru akan sesuai harapan pelaku pasar. Perdagangan Rabu kemarin, saham-saham tambang jadi incaran investor, indeks sektor tambang menanjak hingga 1,5%. Sektor perdagangan dan industri dasar merupakan yang melemah.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 255.810 kali dengan volume 5,608 miliar lembar saham senilai Rp 5,447 triliun. Sebanyak 178 saham naik, 114 turun, dan 93 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan di zona hijau, hanya bursa Hong Kong yang melemah. Rekor Wall Street jadi katalis penggerak bursa regional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 1.750 ke Rp 18.250, Pioneerindo (PTSP) naik Rp 1.150 ke Rp 5.825, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 54.800, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 28.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 29.950 ke Rp 170.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 22.175, Enseval (EMPT) turun Rp 525 ke Rp 3.050, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 200 ke Rp 16.250.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 16,762 poin (0,33%) ke level 5.163,314. Indeks LQ45 menguat 3,486 poin (0,40%) ke level 879,721. Pelaku pasar memantau pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) di Bali yang akan membicarakan transisi pemerintahan. Sejumlah isu penting akan dibahas oleh keduanya.

Sementara perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 132.011 kali dengan volume 3,049 miliar lembar saham senilai Rp 2,467 triliun. Sebanyak 172 saham naik, 93 turun, dan 83 saham stagnan. Bursa regional bergerak mixed pada sesi pertama, padahal diawal perdagangan rata-rata masih bisa menguat. Bursa saham Jepang dan Hong Kong yang jatuh ke zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 1.750 ke Rp 18.250, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 975 ke Rp 54.675, Siloam (SILO) naik Rp 575 ke Rp 15.275, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 28.250. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 22.275, Matahari (LPPF) turun Rp 250 ke Rp 15.950, ABM Investama (ABBM) turun Rp 150 ke Rp 2.550, dan Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 31.525.

Sebaliknya, diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah tipis 1,58 poin atau 0,03% menjadi 5.144,96 sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,39 poin (0,05%) ke level 875,83. Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, nilai tukar rupiah yang terdepresiasi menjadi sentimen negatif bagi pergerakan saham-saham di dalam negeri sehingga indeks BEI pada pembukaan melemah,”Belum adanya sentimen di dalam negeri yang dapat memberikan imbas positif bagi IHSG membuat sebagian pelaku pasar saham cenderung melakukan aksi jual," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, adanya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri semakin menambah negatif sentimen di pasar saham. Pelaku pasar pun lebih memilih mengamankan posisi sehingga melemahkan IHSG.

Kendati demikian, dirinya berharap, mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang berada dalam area positif dapat menjadi penggerak IHSG BEI menguat. Sementara analis Samuel Sekuritas, Aiza sudah memperkirakan bahwa IHSG BEI pada Rabu dapat menguat mengkompensasi penurunan IHSG setelah mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya,”Sentimen di bursa AS diharapkan menjadikan bursa Asia bergerak menguat," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 32,25 poin (0,13%) ke level 25.106,53, indeks Nikkei naik 7,67 poin (0,04%) ke level 15.528,13 dan Straits Times menguat 10,39 poin (0,31%) ke posisi 3.333,41. (bani)

BERITA TERKAIT

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Tutup CGV di Mall of Indonesia - Graha Layar Masih Agresif Buka Layar Baru

NERACA Jakarta –PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) menutup kegiatan operasional layar lebar CGV di pusat perbelanjaan Mall Of I…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…