Link and Match Industri Otomotif-Dunia Pendidikan - Kunci Sukses Persaingan

Upaya kreatif dan inovatif di dunia industri otomotif yang diramaikan oleh investor asing harus dibarengi dengan kepedulian untuk mengembangkan kualitas SDM lokal.

NERACA

Perkembangan ekonomi suatu negara harus dan akan selalu dibarengi dengan perkembangan teknologi. Sebuah negara dapat mengandalkan kemakmuran dan kemajuan ekonomi bangsanya karena kemajuan teknologi yang dikuasainya. Di lain pihak, kemajuan ekonomi suatu negara mengharuskan negara tersebut menggunakan dan mengembangkan teknologi tinggi agar kemajuan negaranya tetap terpelihara.

Fenomena lain mengenai keterkaitan teknologi dan perkembangan ekonomi adalah Negara-negara di Asia sangat mengandalkan kemampuannya dalam melakukan replika terhadap teknologi yang diciptakan oleh orang lain. Misalnya industri otomotif yang pada awal perkembangannya dikuasai oleh Negara barat, saat ini pangsa pasarnya dikuasai oleh Asia. Kemampuan melakukan hal ini, menjadi salah satu faktor penting pendorong ekonomi di Asia.

Di Indonesia industri otomotif merupakan salah satu industri yang menyumbangkan pendapatan terbesar bagi pemerintah Indonesia. Perkembangan pasar otomotif Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan pascatahun 2010. Hal ini didorong oleh peningkatan produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang sudah mencapai US$ 3.000. Dalam beberapa tahun ke depan diprediksikan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, menggeser posisi Thailand yang selama ini menjadi pemimpin pasar.

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) mengambil peranan penting bagi para pelaku industri otomotif untuk bersaing di tataran kawasan dan global. Pasalnya, semua harus presisi dan butuh profesionalitas. Sedikit saja hasil atau kualitas tak sesuai, nilai produksi itu akan terpengaruh.

Oleh karena itu, kerja sama antara industri dan sekolah yang merupakan bagian dari kebijakan link and match yang digulirkan pemerintah sejak tahun 1997 terus digenjot oleh produsen otomotif. Salah satunya adalah dengan cara konsistensi berinovasi, dukungan infrastruktur dan kepedulian untuk mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

Seperti yang dilakukan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dengan menyelenggarakan Program Pintar Bersama Daihatsu (PBD) yang memberikan kurikulum khusus untuk sejumlah SMK di Indonesia sangat diharapkan untuk terus dikembangkan.

Tak hanya ADM, beberapa produsen mobil atau bahkan sepeda motor di Indonesia juga sudah menyelenggarakan program serupa. Bidikannya tak hanya membina calon mekanik, tetapi juga pekerja industri yang berkualitas demi menghadapi persaingan era pasar bebas AFTA 2015.

PT Honda Prospect Motor (HPM) misalnya. Bekerjasama dengan SMKN (Sekolah Menengah Kejuruan Negeri) 4 Bogor, Jawa Barat, HPM meresmikan Program Pendidikan Dasar bagi Teknisi Honda, di Bogor, 21 Agustus 2014 lalu. Menandai program kerjasama ini, PT HPM juga menyerahkan donasi berupa: 1 unit engine simulator, common tools, special tools dan alat ukur, materi pelatihan, serta komponen-komponen sistem kendaraan yang digunakan sebagai materi pendukung pendidikan.

Tomoki Uchida, President Director PT Honda Prospect Motor mengatakan, sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor terpenting yang dibutuhkan dalam industri otomotif yang saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia. Program pelatihan dan pendidikan dasar bagi para calon teknisi Honda merupakan jembatan untuk mempersiapkan paracalon teknisi Honda yang berkuatlitas dan siap pakai untuk bekerja setelah mereka menyelesaikan program pendidikan di sekolah.

“Hal ini sesuai dengan komitmen Honda secara global untuk terus-menerus meningkatkan keterlibatan sumber daya lokal di berbagai area bisnis. Karena itu, kami juga mendorong para siswa dari berbagai bidang untuk tidak ragu untuk berkarir di jaringan Dealer Honda,” ujar Uchida

Pendidikan Dasar Teknisi Honda merupakan program pendidikan dasar yang diberikan di SMKN 4 Bogor, yang bertujuan untuk mempersiapkan calon teknisi yang nantinya akan diserap oleh industri otomotif, khususnya sebagai teknisi di dealer-dealer jaringan Honda.

Program Transfer Teknologi Honda ini dilakukan dengan membuka kelas khusus untuk program Pendidikan Dasar Teknisi Honda dengan beberapa tahapan, yakni memberikan training dan OJT kepada guru-guru SMKN 4 Bogor. Menyeleksi siswa-siswa berprestasi dan berkemauan tinggi untuk terjun langsung didunia Industri. Memberikan training dan OJT kepada siswa-siswa terpilih ke jaringan dealer Honda selama jangka waktu minimla 5 bulan.

Proses belajar dan praktek di sekolah di dukung dengan beberapa alat peraga, berupa : Engine Simulator. Komponen sistem Suspensi, Rem, Power Steering dan transmisi. Shop manuald. Common tools dan special tools. Informasi teknologi sebagai bahan training. Selain itu, HPM juga memberikan kesempatan kerja kepada para siswa yang termasuk dalam program di jaringan dealer Honda.

BERITA TERKAIT

Bupati Serang: Pendamping Kunci Sukses PKH

Bupati Serang: Pendamping Kunci Sukses PKH  NERACA Serang - Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah menyatakan para pendamping program keluarga harapan…

Sektor Riil - Investasi Meningkat, Pemerintah Siapkan SDM Industri Kompeten

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berperan aktif menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan dunia industri.…

Rajut Kembali Perdamaian dan Persatuan Setelah Persaingan

  Oleh : Elita Simorangkir, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Berbagai umbul – umbul bendera partai, baliho maupun stiker kampanye telah diturunkan.…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pentingnya Peran Peneliti untuk Mitigasi Bencana

  Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih menilai pentingnya peran peneliti dan…

Perlukah Fatwa Haram untuk Games PUBG?

      Games Player Unknown's Battle Grounds (PUBG) semakin banyak menjadi perbincangan. Selain di kalangan anak muda yang gemar…

Pendidikan Swasta Perlu Diperkuat

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Rhenald Kasali melihat laporan bank Dunia tentang indeks Modal Insani 2018 menguatkan…