Menyelamatkan Benteng Tuntong

NERACA

Tuntong (Batagur borneoensis), atau tuntung demikian masyarakat di Rantau, Kab. Aceh Tamiang sering menamakannya, kini keberadaannya sudah jarang sekali ditemui. Hal ini dipicu oleh perburuan liar untuk menjadikan tuntong sebagai hewan peliharaan maupun juga dikonsumsi, di mana telurnya sangat disukai sebagai salah satu bahan pembuat makanan tradisional lokal, yang dikenal dengan nama tengulik.

Keadaan tersebut membuatnya masuk kedalam daftar satwa terancam punah dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), sebuah organisasi lingkungan global terbesar dan tertua di dunia. Berdasarkan release yang dikeluarkan IUCN, tuntong laut berada di urutan ke-25 dari 327 species di dunia yang termasuk kategori critical endangered.

Joko Guntoro, selaku peneliti dan sekaligus pendiri Yayasan Satu Cita Lestari (YSCL), yang melakukan upaya konservasi Tuntong Laut di wilayah Rantau, Aceh Tamiang dengan bekerjasama Pertamina EP, Field Rantau mengungkapkan, di kalangan penggemar hewan, jenis tuntong dewasa berumur 8 tahun dapat dihargai dengan kisaran harga Rp8 juta.

“Perburuan besar-besaran di tahun 90-an guna memenuhi permintaan hewan peliharaan (pet) di Malaysia, Thailand maupun Cina menjadi pemicu utama kepunahan tersebut. Dampaknya, ekosistem menjadi terganggu. Tingkat perburuan yang masif tidak diimbangi oleh daya dukung alam terhadap kemunculan tuntong-tuntong baru. Di sisi lain, proses pertumbuhan tuntong dari telur hingga dewasa tidaklah sebentar. Dibutuhkan waktu 8 tahun hingga seekor tuntong siap bereproduksi dengan menghasilkan 12 hingga 24 telur setiap kali bertelurnya. Selain itu, dibutuhkan suhu yang stabil di kisaran 26 hingga 32 derajad celcius supaya telur tersebut benar-benar dapat menetas. Fakta tersebut memperlihatkan bahwa untuk membesarkan seekor tuntong tidaklah mudah,” papar Joko kembali.

Kondisi kepunahan yang ada mendorong Pertamina EP Field Rantau, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), melakukan upaya penyelamatan dengan menggandeng YSCL sebagai mitra. Pada Bulan Oktober 2013, telah dilakukan pelepasan sebanyak 77 ekor tuntong di Pantai Sungai Gelung, Kec.Seruai.

Jumlah tersebut diperoleh dari 128 telur yang berhasil ditangkarkan, dimana dari 79 butir yang menetas, sebanyak 77 ekor berhasil hidup untuk dilepaskan kembali ke alam liar. Sedangkan pada tahun 2012, terdapat 56 ekor tuntong yang berhasil dilepaskan ke habitat aslinya.

Assistant Manager Legal & Relation, Pertamina EP, Field Rantau mengatakan, bentuk dukungan yang diberikan bukan saja yang bersifat finansial namun hal-hal lainnya yang terkait kegiatan konservasi. Jumlah ini tentunya dapat bertambah jika terdapat kebutuhan mendesak lainnya yang perlu kami dukung.

“Hidup selaras dan menjaga keseimbangan dengan alam sangatlah penting bagi keberlangsungan lingkungan yang akan kita wariskan kepada generasi selanjutnya. Kami percaya upaya pelestarian tuntong ini akan membantu keberlangsungan spesies ini bagi anak-cucu kita kelak,” tambah Jufri.

BERITA TERKAIT

Benteng Hasanah di Batas Negeri - Memberdayakan Ekonomi Masyarakat di Perbatasan

Kawasan perbatasan sebagai ujung tombak wilayah kedaulatan negara, terkadang belum mendapatkan perhatian besar dari pemerintah sehingga tingkat kemiskinan dan ketertinggalan…

Menyelamatkan Anak-anak Papua

Oleh: Neles Tebay,  Dosen STF Fajar Timur, Abepura Campak dan gizi buruk menyerang anak-anak Papua di Kabupaten Asmat, Papua. Akibatnya,…

Langkah Menyelamatkan Smartphone Dari Air

Smartphone yang terkena air atau jatuh ke dalam genangan air merupakan hal yang sangat menyebalkan. Bagaimana tidak, sebagai perangkat elektronik,…

BERITA LAINNYA DI CSR

Bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan - Indah Kiat Salurkan Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

Masih dalam rangka peduli kemanusiaan terhadap korban musibah tsunami di Selat Sunda akhir tahun 2018 kemarin, industri Asia Pulp &…

Peringati Hari Sejuta Pohon Sedunia - Sharp Mengajak Siswa di Jember Peduli Lingkungan

Menanamkan budaya tanggung jawab dan peduli pada lingkungan sejak dini merupakan cara yang tepat agar hal tersebut menjadi kebiasaan positif…

Ciptakan Lingkungan Bersih - Allianz Beri Pelatihan Bank Sampah Gusling

Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang belum tertangani secara optimal, bahkan sebagian belum tertangani dengan baik. Alhasil, memberikan dampak…