Lima Tema Daya Saing Bangsa

Tentang visi Indonesia Masa Depan sebagaimana diamanatkan oleh Tap MPR VII/MPR/2001 adalah contoh manifestasi pikiran rakyat tentang masa depan bangsa Indonesia. Begitu pula Tap MPR XVI/MPR/ 1998 tentang Politik Ekonomi dalam rangka Demokrasi Ekonomi hakekatnya adalah alam pikiran rakyat yang secara konstruktif memberikan spektrum pemikiran tentang bagaimana menata sistem ekonomi sesuai dengan semangat demokrasi ekonomi.

Pada tataran pikiran semua jelas arah dan tujuannya, tetapi manakala dilihat dari alam tindakan, maka kita akan menemukan sebuah realitas bahwa apa yang dipikirkan selalu mengalami pergeseran atau hambatan di dalam tindakannya karena kalau langkahnya dijalankan seperti apa adanya, maka bisa berdampak "merugikan" bagi kepentingan dirinya atau kelurganya maupun merugikan kepentingan kelompoknya.

Terjebak dalam pola tindakan yang seperti itu, akhirnya apa yang menjadi kehendak seluruh bangsa bisa tidak akan terpenuhi karena terjadi bias yang luar biasa antara alam pikiran dan alam tindakan. Dalam ranah pikiran, cita-cita dan idealisme bangsa untuk membangun daya saingnya sudah sangat jelas dan terukur apa yang harus dilakukan oleh organisasi publik, organisasi bisnis, dan masyarakat seperti terurai dalam dokumen RPJPN. Arahnya selama 2005-2025 antara lain adalah "Mewujudkan Bangsa Yang Berdaya Saing". Tapi pada tataran tindakan, kita belum mampu mewujudkannya, dan hal ini bisa dibuktikan bahwa tingkat daya saing bangsa ini secara relatif masih kalah dengan bangsa lain di dunia, bahkan di lingkungan ASEAN sekalipun.

Ada lima tema utama untuk bisa mewujudkan bangsa yang berdaya saing, yaitu pertama, membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Kedua, memperkuat perekonomian domestik dengan orientasi global dan berdaya saing. Ketiga, penguasaan, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keempat, membangun sarana dan prasarana yang memadai dan maju. Kelima, reformasi hukum dan birorakrasi.

Lima tema utama untuk mewujudkan bangsa yang berdaya saing tersebut adalah masuk dalam ranah alam pikiran dan idealisme bangsa, yang patut dan wajib dilaksanakan dalam bentuk tindakan nyata oleh presiden dan wakil presiden terpilih, yaitu Joko widodo- Jusuf Kalla. Sepuluh tahun pertama (2004-2014) berbagai tindakan sudah dilakukan oleh presiden SBY dan pasti ada yang sudah berhasil dan yang belum berhasil. Menjadi bersifat wajib karena tema-tema pembangunan yang bervisi dan misi untuk mewujudkan bangsa yang berdaya saing adalah perintah konstitusi, perintah Tap MPR dan perintah undang-undang.

Keberlanjutan menjadi sesuatu yang penting, dan penajaman prioritas dalam pelaksanaannya juga menjadi hal yang tak kalah penting karena awal januari 2016 adalah hari pertama pelaksanaan perdagangan bebas dalam rangka implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kita berharap dalam lima tahun ke depan, bangsa ini tidak menghabiskan waktu untuk berdiskusi dan berseminar lagi tentang pentingnya membangun daya saing bangsa karena semua kita sudah tahu jawabannya, yaitu bahwa daya saing memang kita perlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

BERITA TERKAIT

REDOXON AJAK KOMUTER INDONESIA JAGA DAYA TAHAN TUBUH

General Manager Consumer Health Division PT Bayer Indonesia Kinshuk Kunwar menyapa pengendara ojek online usai peluncuran kampanye #Komuter Tegar, di…

OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan 2019

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah,…

Serap 100% Hasil Rights Issue - DAYA Fokus Kembangkan Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta - PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) melaporkan telah menggunakan seluruh dana yang didapat dari Penambahan Modal dengan Hak…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Infrastruktur Berkualitas Rendah - Oleh ; EdyMulyadi, Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Proyek infrastruktur di Indonesia ternyata berkualitas rendah dan tidak memiliki kesiapan. Bukan itu saja, proyek yang jadi kebanggaan Presiden JokoWidodo itu…

Ketika Rakyat Sekadar Tumbal

  Oleh: Gigin Praginanto Antropolog Ekonomi Politik Perekonomian nasional itu ibarat sepeda. Harus selalu dikayuh agar bergerak dan tidak jatuh.…

Relasi Pasar Domestik dan Pasar Internasional

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Fenomena globalisasi dan liberalisasi yang ditopang oleh sistem ekonomi digital yang marak…