Semen Indonesia Tunda Ekspansi Regional - Agresif Akuisisi Pabrik Semen

NERACA

Jakarta— Rencana besar PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) untuk ekspansi diregional, sepertinya tertunda untuk direalisasikan pada tahun ini dengan alasan masih perlu kajian yang matang, “Kami kira untuk ekspansi ke regional tahun ini secara teknikal belum dapat dieksekusi," kata Direktur Keuangan PT Semen Indonesia Tbk, Ahyanizzaman dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (26/8).

Dia beralasan, manajemen Semen Indonesia tengah melakukan konsultasi dengan mitra kerja di Myanmar dan Bangladesh. Kendati demikian, perseroan tengah menjajaki negara lain. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dibicarakan, namun perseroan tidak menutup kemungkinan ada negara lain yang sedang di pelajari.

Sebelumnya diberitakan, Semen Indonesia tengah menjajaki pabrik semen di Bangladesh. Pabrik di Bangladesh memiliki kapasitas produksi 600 ribu hingga 1 juta ton per tahun. Hal serupa juga tengah dijajaki akuisisi pabrik semen di Myanmar. Apabila Semen Indonesia dapat mewujudkannya, maka kapasitas produksi menjadi 42 juta ton pada 2017 mendatang.

Di regional, Semen Indonesia telah mengakuisisi Thank Long Cement Company di Vietnam. Sebab, kondisi pasar yang excess supply di Vietnam memberikan ruang terbuka untuk meraih nilai akuisisi TLCC lebih murah dari harga pasar,”Sebab, valuasi TLCC US$120 per ton jika dibandingkan dengan bangun pabrik baru sekitar US$200 per ton, selain valuasi tersebut, pangsa pasar di Vietnam dan jaringan distribusi sudah siap," ungkapnya.

Menurut dia, apabila terjadi 'shortage supply' di dalam negeri, maka perseroan dapat memanfaatkan fasilitas atau persediaan semen dari Vietnam. Sementara ditempat terpisah, Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk, Dwi Soetjipto menegaskan, pihaknya akan meneruskan rencana akuisisi perusahaan semen di Vietnam.

Menurut Dwi, perseroan akan mengakuisisi semen milik pemerintah Vietnam, Halong Cement,”Vietnam akan ada akusisisi lagi, ngotot masuk ke sana lagi. Semen Indonesia bermain global. Green line detail. Kalau dipotong lagi nggak akan go inernasional,”ujarnya.

Dia menjelaskan, sebelumnya sudah mengakuisisi perusahaan semen Vietnam yakni Thang Long Cement. Untuk nilai investasi mencapai Rp1,5 triliun. Perusahaan ini terletak di Provinsi Quang Ninh. Dirinya menyakini, bisa mengakuisisi perusahaan semen Vietnam untuk kesekian kalinya. Namun juga harus dapat mendatangkan laba.

Asal tahu saja, perseroan terus agresif melakukan ekspansi bisnis dan termasuk pembangunan pabrik semen. Maka untuk mendanai ekspansi bisnis tersebut, rencananya tahun depan perseroan bakal mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 500 juta.

Kata Dwi Soetjipto, tahun 2015 perseroan menganggarkan belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sebesar US$ 500 juta. Nantinya, anggaran belanja tersebut akan dialokasikan untuk menyelesaikan dua proyek baru di Rembang dan Padang. (bani)

BERITA TERKAIT

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Bangun Pabrik di Kalteng - SIMP Targetkan Rampung di Kuartal IV

NERACA Jakarta – Memacu kapasitas produksi crude palm oil (CPO), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) terus menambah pabrik baru.…

Indonesia Butuh Haluan Ideologi Pancasila

    NERACA   Jakarta - Aktivis penggagas gerakan PancasilaPower, Rieke Diah Pitaloka mendeklarasikan gerakan kebangsaan PancasilaPower di IKIP Budi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…