ANTISIPASI KENAIKAN HARGA JELANG LEBARAN Pemprov Jawa Barat Subsidi OPM Kepokmas Rp 38,5 M

Senin, 22/08/2011

Bandung – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan dalam rangka mengantisipasi fenomena kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1432 H, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Operasi Pasar Murah Kebutuhan Pokok masyarakat (OPM Kepokmas) dengan harga subsidi di Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Untuk itu telah digelontorkan dana senilai Rp 38,5 miliar.

NERACA

“OPM Kepokmas, dimaksudkan menyediakan kebutuhan pokok masyarakat Jawa Barat dengan harga terjangkau. Selain itu, penyelenggaraan OPM Kepokmas bertujuan memberikan bantuan kepada masyarakat miskin melalui dana subsidi,”jelas Heryawan saat membuka Bazar Ramadhan UKM di Halaman Gedung Pusat Bank Jabar Banten, Jl Naripan Kota Bandung, Sabtu (20/8) pagi..

Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk keperluan OPM Kepokmas, menurut Heryawan menggelontorkan dana subsidi sebesar Rp. 38,5 miliar yang dialokasikan ke Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Dana sebesar itu diperuntukan bagi 2,8 juta rumah tangga berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat tahun 2008. Adapun daerah yang mendapat alokasi subsidi terbesar yaitu Kabupaten Bogor sebesar Rp 3,408 miliar dan daerah yang mendapat alokasi terkecil yaitu Kota Banjar sebesar Rp 116,140 juta.

Adapun komoditas untuk OPM Kepokmas yaitu beras medium, gula pasir dan minyak goreng, dengan besaran subsidi untuk beras medium Rp. 1.500 per kilogram, subsidi untuk gula pasir Rp. 2.500 per kilogram dan subsidi untuk minyak goreng Rp. 2.500 per liter. Sementara teknis pembagian kupon OPM Kepokmas untuk setiap KK yang menerima kupon akan mendapatkan paling banyak 2 kupon untuk beras, 2 kupon untuk gula pasir dan 2 kupon untuk minyak goreng.

“Saya berharap agar program Operasi Pasar Murah Kepokmas tersebut dapat terlaksana secara maksimal dan sampai ke sasarannya. Sehingga diharapkan disamping membantu meringankan beban masyarakat untuk memperoleh kebutuhannya, juga dapat menjadi instrumen dalam menstabilkan harga,” ujar Heryawan.

Sebagaimana diketahui, seperti tahun sebelumnya menjelang Hari Raya Idul Fitri, terjadi peningkatan kegiatan ekonomi khususnya pada subsektor perdagangan dalam negeri. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap barang. Kebutuhan masyarakatpun mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sekitar 10-20 persen. Kenaikan harga juga sering terjadi bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan, tetapi disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat akan kehabisan barang, sehingga berbelanja berlebihan melampaui kebutuhannya

Pasar Murah Cisaat

Sementara itu Pasar Murah hasil kerjasama Diskoperindag dan Kamar Dagang dan Industri) Sukabumi, ternyata mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Terbukti stand yang disediakan oleh pantia langsung diserbu pengunjung sejak di awal pembukaan khususnya di lokasi pasar murah Cisaat

Pantauan Neraca, sedikitnya ratusan pengunjung memadati stand yang menyediakan sedikitnya 20 jenis kebutuhan rumah tangga itu. Hal itu karena harga yang ditawarkan oleh pantia pasar murah benar-benar di bawah harga pasaran, " Dari awal kita sudah bertekad untuk membantu masyarakat. Dan kita juga tak menyangka akan begitu besarnya minta masyarakat akan kegiatan ini. Sehingga sempat membuat panitia kelabakan untuk melayani kebutuhan mayarakat" terang Kepala Diskoperindag Kabupaten Sukabumi Asep Japar, Jumat (19/8) lalu.

Diterangkannya, pasar murah hasil kerjasama dengan Kadin ini, diminta untuk di buka sleama seminggu. Sedangkan Pantia hanya menjadwalkan sehari. " Melihat antusiasme masyarakat kita kelabakan. Banyak pengunjung meminta agar pasar murah ini dilanjutkan hingga seminggu. Namun karena programnya pada tiga titik wilayah hanya sehari, maka kami belum bisa menuruti permintaan warga,” ujar Asep Japar.

Hanya saja, lanjut Kepala Diskoperindag Kab. Sukabumi tersebut, pada tahun selanjutnya pihaknya akan mengkaji penambahan waktu program yang sangat membantu masyarakat itu.

Sementara di sejumlah Kabupaten/kota di Jabar , pihak pemerintah setempat mengaku belum mengetahui ada dana subsidi dari Pemerintah Provinsi Jabar untuk kegiatan Operasi Pasar Murah. “Terus terang kami belum mengetahui itu dan apalagi besarannya,” ungkap pejabat di Cianjur kepada Neraca, Ahad kemarin.