Jasa Angkut Bandara Aceh, Tidak Tertib

Saya seorang pegusaha, setiap bulan saya mengirimkan barang melalui jasa transportasi udara. Saya mengirim barang dari Aceh. Bulan Agustus ini, saya mengirim barang lagi. Seperti biasanya, saya mengirim barang lewat terminal kargo bandar udara Sultan Iskandar Muda.

Barang yang saya kirim kali ini memang berbeda jenisnya. Tapi beratnya sama dengan barang yang saya kirim sebelumnya. Beratnya 500 kg. Yang saya persoalkan, kenapa setiap pengiriman barang saya diminta dana lebih untuk jasa angkut (porter). Bukannya mereka sudah diberi gaji? Kemudian pas saya kirim barang kali ini, mereka minta uang angkut Rp 100.000,-. Biasanya hanya Rp 20.000,- alasannya karena barangnya berbeda.

Mohon tanggapannya bagi pihak bandara Sultan Iskandar Muda. Saya pengusaha, kalau setiap mengirim seperti ini, akan sangat merugikan. Mohon ditertibkan. Terima kasih.

Mukmin Kaimuddin

Email: mukminkaimuddin@yahoo.com

BERITA TERKAIT

Dirut Jasa Marga Tambah Porsi Saham JSMR

Tingkatkan nilai investasi, Direktur Utama PT Jasa Marga (persero) Tbk (JSMR), Desi Arryani menambah kepemilikan saham di Jasa Marga dengan…

GM Jasa Marga Dituntut Dua Tahun Penjara

GM Jasa Marga Dituntut Dua Tahun Penjara NERACA Jakarta - General Manager (GM) PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Purbaleunyi…

BEI Pastikan Tidak Ada Regulasi Hambat IPO - Tepis Tuduhan Go-Jek

NERACA Jakarta – Tuduhan Go-Jek yang menilai masih adanya aturan yang tidak fleksibel dan menghambat perusahaan untuk IPO atau menawarkan…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Tidak Ada Alasan untuk Tidak Lapor SPT Tahunan

Oleh: Devitasari Ratna Septi Aningtyas, Staf Direktorat Jenderal Pajak *) Memasuki minggu ketiga bulan Februari Tahun 2018. Masyarakat Indonesia yang…

Menyikapi Demonstrasi Buruh di Era Informasi

  Oleh : Mochtar Hidayat, Mahasiswa STISIP Mbojo, Bima, NTB   Secara umum, buruh menempati posisi yang istimewa dalam struktur…

Ekonomi Digital Wujudkan Kemandirian Perekonomian Nasional

Oleh: Muhammad Razi Rahman Tahukah Anda istilah "Third Wave Economy" (Ekonomi Gelombang Ketiga)? Menurut futurolog AS, Alvin Toffler, dalam "Third…