Venezuela Tarik Cadangan Emas dari AS & Eropa

NERACA

Caraca---Presiden Venezuela Hugo Chaves mengumumkan kebijakan negaranya untuk menarik cadangan emas negara tersebut senilai USD11 miliar yang berada di bank-bank Amerika Serikat (AS) dan Eropa. "Kita akan membawa kembali emas kami ke Bank Sentral," kata Chavez dikutip dari Associated Press, Kamis (18/8)

Chavez mengatakan kebijakan penarikan dari cadangan emas ini dimaksudkan untuk melindungi negara penghasil minyak ini dari krisis yang menghantam AS dan Eropa. Namun belum diketahui kapan penarikan emas tersebut akan dilakukan.

Sementara itu, Presiden Bank Sentral Venezuela Nelson Merentes menyatakan bahwa pemindahan cadangan emas itu sedang dibawa pulang dengan hati-hati. "Pada saat ada gangguan seperti ini, lebih baik kita mengembalikan aset-aset kami seperti emas," ungkap Merentes.

Bank Sentral Venezuela mengumumkan bahwa negara tersebut memiliki USD17,9 miliar emas dari total USD28,6 miliar cadangan internasional. Sementara itu, sekitar USD4,6 miliar cadangan emasnya disimpan di Bank of England.

Dalam laporan tersebut disebutkan pula bahwa cadangan emas Venezuela tersebut di antaranya berada di bank AS JP Morgan Chase, Barclays Inggris, HSBC dan Standard Chartered, BNP Paribas Prancis, dan Bank Nova Scotia Kanada.

Sementara itu, Pemerintah Venezuela juga sedang mencari diversifikasi lainnya untuk menyimpan cadangan non-emas negara tersebut. "Kita akan diversifikasi ke negara-negara yang memiliki ekonomi lebih solid," ujar Merentes.

Adapun cadangan non-emas senilai USD6,3 miliar dalam bentuk deposito dan obligasi harus dikaji dan segera dipindahkan dari bank-bank AS dan Eropa ke negara-negara yang dianggap aman seperti China, Rusia, dan Brasil, serta negara lain di Asia dan Amerika Latin. **cahyo

BERITA TERKAIT

IIF Dapat Kucuran Rp1 triliun dari JICA - Untuk Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8.000.000.000 atau sekitar Rp…

Pertamina Pastikan Stok Elpiji Lebih dari Cukup

      NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyebutkan bahwa stok gas Elpiji tiga kilogram bersubsidi lebih dari…

Mengapa Bawa Barang dari LN Harus Bayar Pajak di Bandara RI?

Oleh: Sandi Putra, Mahasiswa PKN STAN *) Mengapa harus bayar bea masuk dan/atau pajak di bandara? Padahal barang yang dibawa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…