BI Nilai Transaksi Berjalan Tetap Surplus

NERACA

Jakarta – Bank Indonesia menegaskan transaksi berjalan pada 2011 diperkirakan tetap surplus sejalan dengan perkiraan kinerja ekspor nonmigas yang masih kuat. Bahkan transaksi berjalan ini mencatat surplus sebesar US$0,2 miliar di triwulan II-2011 ditopang oleh surplus neraca perdagangan nonmigas dan neraca perdagangan gas yang menguat. "Hal itu dengan mempertimbangkan ekonomi global dan kekuatan ekonomi domesitik untuk keseluruhan tahun 2011," kata Kabiro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta, Kamis (18/8).

Namun lebih jauh Difi mengakui surplus transaksi berjalan akan lebih kecil dibanding surplus 2010. "Alasannya, tekanan defisit neraca perdagangan minyak diperkirakan berlanjut akibat konsumsi BBM yang tetap tinggi sementara produksi minyak cenderung menurun," terangnya

Berdasarkan catatan, ekspor nonmigas di triwulan II-2011 mencatat pertumbuhan yang tinggi sebesar 38,6% (yoy), didukung oleh meningkatnya volume perdagangan dunia dan tingginya harga komoditas internasional. Sementara itu, pertumbuhan impor nonmigas juga cukup tinggi mencapai 29,3% (yoy) sejalan dengan akselerasi ekonomi domestik.

Sementara pertumbuhan impor nonmigas akan meningkat seiring dengan ekspansi ekonomi yang terus berlanjut. "Sesuai dengan perkiraan kondisi keuangan global, transaksi modal dan finansial diperkirakan dapat mencatat surplus yang lebih besar," tukasnya.

Selain itu, reformasi di bidang infrastruktur berpotensi memperkuat aliran modal asing, khususnya investasi asing langsung (PMA). "Dengan perkembangan tersebut, cadangan devisa yang per akhir Juli 2011 telah mencapai US$122,7 miliar cenderung akan meningkat himgga akhir 2011," ujarnya.

Adapun Surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2011 mencapai US$11,9 miliar, meningkat cukup tajam dibandingkan surplus US$7,7 miliar pada triwulan sebelumnya. Kenaikan surplus NPI ini terutama berasal dari tingginya surplus transaksi modal akibat derasnya arus masuk modal asing ke Indonesia.

Berdasarkan keterangan dari situs BI, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2011 juga mengalami surplus meskipun lebih rendah dari triwulan sebelumnya. Cadangan devisa pada akhir Juli 2011 tercatat sebesar US$122,7 miliar. Kegiatan ekonomi domestik yang terakselerasi diperkirakan akan mendorong kenaikan impor, terutama migas, sehingga berpotensi untuk menekan transaksi berjalan.

Namun, hal tersebut masih dapat diimbangi oleh surplus transaksi modal dan finansial seiring dengan masih derasnya aliran masuk modal asing. Sejalan dengan perkembangan NPI, cadangan devisa pada akhir Juli 2011 tercatat sebesar US$122,7 miliar atau setara dengan 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. **cahyo

BERITA TERKAIT

Rute Citilink Tetap di Halim

Kami mendengar rumor bahwa semua rute penerbangan maskapai Citilink yang saat ini di Halim, Jakarta Timur, akan pindah ke Bandara…

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun NERACA Lebak - Perguliran nilai ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

DataOn Bentuk Perusahaan Baru GreatDay HR

      NERACA   Jakarta - DataOn (PT. Indodev Niaga Internet) meresmikan GreatDay HR sebagai brand baru untuk solusi…