Prudential Bukukan Pertumbuhan Premi Syariah 107,9% - Kinerja Kuartal II

Jakarta – Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, mengungkapkan, pendapatan premi bisnis baru syariah Prudential Indonesia sangat mengesankan sebesar Rp296,3 miliar atau tumbuh 107,9% dari periode yang sama 2010. Itulah sebabnya, dia mengaku sangat bangga ketika Ernst and Young merilis laporan pertumbuhan asuransi syariah dunia 2010 yang menyebutkan pertumbuhan asuransi syariah Prudential Indonesia tercatat paling pesat di Asia Tenggara.

Menurut William, prestasi mengkilap perusahaan yang ia pimpin akan lebih terlihat dari total pendapatan premi kuartal II 2011 mencapai Rp6,3 triliun atau meningkat 39,4% dari periode yang sama tahun 2010. Di samping itu, pendapatan premi baru juga terus meroket sebesar Rp3,4 triliun, naik 57% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Untuk total dana kelolaan, Prudential Indonesia juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp26 triliun atau naik 39,7% dibanding periode yang sama tahun 2010. Sementara total aset tak kalah melejit dari total dana kelolaan, yaitu berhasil meraup kenaikan sebesar 39,3% dibanding periode yang sama tahun 2010 menjadi Rp28,5 triliun.

“Kinerja bisnis yang sangat baik ini merupakan perwujudan komitmen Prudential Indonesia untuk terus meningkat standar layanan beragam titik singgung dengan nasabah dan juga tenaga pemasaran, dalam rangka menyediakan produk dan layanan terbaik di kelasnya,” ujarnya di Jakarta, Selasa (16/8).

Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Prudential juga membukukan pertumbuhan total klaim dan manfaat yang dibayarkan pada akhir kuartal II 2011 yang tercatat senilai Rp1,8 triliun dalam peride 1 Januari sampai 30 Juni 2011 atau naik 8,7% dari periode yang sama tahun 2010.

Menurut William, pada sisi Risk Based Capital (RBC) yang oleh pemerintah ditetapkan sebesar 120%, Prudential Indonesia justru memiliki RBC jauh lebih kuat yang mencapai 720% hingga akhir kuartal II 2011. Adapun total nasabah mengalami kenaikan sebesar 23,4%, di mana tercatat sekitar 1,3 juta pemegang polis yang terus dilayani oleh tenaga pemasaran berlisensi yang tumbuh 83,9% mencapai 113.486 orang dibanding kuartal II 2010.

“Pencapaian kami tidak dapat terlepas dari kepercayaan yang terus diberikan nasabah, dan tentunya merupakan hasil dukungan dari kerja keras dan kerjasama para tenaga pemasaran, staf, mitra bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan Prudential Indonesia,” kata William.

Lebih lanjut, William mengatakan, produk utama asuransi jiwa terkait investasi (unit link) baik yang konvensional maupun yang berbasis syariah adalah penyumbang terbesar dari total penjualan perusahaan. Sementara 90% portofolio unit link Prudential adalah produk dengan premi regular, rata-rata premi nasabahnya memiliki komposisi perbandingan 70% untuk proteksi dan 30% untuk investasi.

“Dengan unsur proteksi yang dikombinasikan dengan potensi hasil investasi jangka panjang yang menarik serta sifatnya yang fleksibel dan transparan, produk unit link terus menjadi pendorong pertumbuhan industry asuransi jiwa beberapa tahun belakangan ini,” tutup William. (munib)

BERITA TERKAIT

Bayan Bukukan Laba Bersih Turun 30,85%

NERACA Jakarta – Positifnya harga batu bara di pasar belum memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja PT Bayan Resources Tbk (BYAN).…

MABA Masih Bukukan Rugi Rp50,64 Miliar

NERACA Jakarta – Perfomance kinerja keuangan emiten properti dan hotel, PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) masih membukukan raport merah.…

Tunda Bagikan Dividen - BSDE Patok Pertumbuhan Konservatif

NERACA Tangerang– Meskipun ada keyakinan bisnis properti tahun ini masih tumbuh positif, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) masih mematok…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Meski Terjadi Aksi 22 Mei, Transaksi Perbankan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan demonstrasi terkait Pemilu pada 22 Mei 2019 yang diwarnai…

Libur Lebaran, BI Tutup Operasional 3-7 Juni

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk meniadakan seluruh kegiatan operasional pada 3-7 Juni 2019 atau…

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…