Dana Pengentasan Kemskinan Cuma Rp41 Triliun

Kamis, 18/08/2011

NERACA

Jakarta---- Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan pengurangan kemiskinan sekitar 10,5%-11,5% dan pengurangan target pengangguran sebesar 6,4%-6,5% pada 2012. “Oleh karena itulah pemerintah tak tanggung-tanggung mengucurkan dana mencapai Rp41 triliun,” kata Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana di Jakarta, Rabu (17/8)

Dana pemberantasan kemiskina itu dialokasikan ke dalam tiga bagian, pertama adalah perlindungan sosial berbasis keluarga dengan anggaran senilai Rp26,833 triliun. Anggaran tersebut paling banyak dikucurkan untuk penyediaan beras bagi 17,488 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) sebesar Rp15,912 triliun. Pemerintah juga menganggarakan 1,516 juta orang mendapatkan bantuan tunai bersyarat dengan anggaran Rp2,084 triliun.

Kedua, bidang kesehatan, pemerintah mengalokasikan Rp1 triliun guna memberikan pelayanan kesehatan pada 9.2236 puskesmas, selain itu, pemerintah menganggarakn Rp4,935 triliun yang digunakan untuk program Jamkesmas. Ketiga, bidang pendidikan, pemerintah memberikan beasiswa besesar Rp1,3 triliun untuk 2,5 juta siswa SD/SDLB, sedangkan untuk SMP/SMPLB pemerintah mengucurkan Rp740 miliar bagi 1,3 juta siswa.

Pemerintah juga mengalokasikan Rp479,2 miliar untuk 600 ribu siswa SMA penerima bea siswa miskin dan sebesar Rp370,8 miliar bagi 340 ribu siswa SMK penerima beasiswa miskin.

Pada sektor pemberdayaan masyarakat, pemerintah menggunakan Rp12,105 triliun yang digunakan untuk 5.020 Peningkatan Kemandirian Masyarakat Pedesaan (Rp10,088 triliun) dan percepatan penanggulangan kesmiskinan dan Pemberdayaan bagi 10.948 kelurahan (Rp2,017 triliun).

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Mengah (UMKM) juga tak lepas dari sasaran pemerintah, dukungan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp2 triliun dan peningkatan perluasan akses untuk UMKM sebesar Rp63,6 miliar telah dialokasikan oleh pemerintah.

Dalam pidatonya kemarin, Presiden SBY mengungkapkan jumlah penduduk miskin pada awal 2011 berkurang menjadi 30 juta orang atau 12,5%. Untuk 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin mengurangi minimal 1% menjadi sekitar 10,5% hingga 11,5%.

Demikian pula untuk angkatan kerja, pemerintah ingin menguranginya menjadi 6,4% hingga 6,6% di 2012. Pada awal 2011, jumlah pengangguran terbuka tercatat turun menjadi 8,1 juta orang atau 6,8%. "Dengan perluasan lapangan kerja, tingkat pengangguran terbuka dapat kita turunkan," jelasnya

Untuk mengurangi pengangguran dan jumlah penduduk miskin, Presiden SBY mengaku mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama terlibat aktif dalam mempercepat dan memperluas perekonomian nasional. "Upaya ke arah percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi itu, kemudian kita tuangkan ke dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, atau MP3EI," terang SBY.

Kebijakan baru ini adalah langkah terobosan strategis, untuk melengkapi strategi pembangunan yang bersifat sektoral dan regional, yang kita jalankan selama ini. Dalam rancang bangun MP3EI itu kita gunakan tiga strategi besar, yaitu: Pengembangan koridor ekonomi itu kita harapkan mampu menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan wilayah," papar SBY. **cahyo