BERMODALKAN CABE, SAYURAN DAN TANAMAN OBAT Depok Tidak Akan Terpengaruh Inflasi

Kamis, 18/08/2011

Depok- Walikota Depok .H. Nur Mahmudi Isma’il berkeyakinan kalau kota yang dipimpinya Kota Depok, tidak akan terpengaruh lagi oleh gejolak laju kenaikan inflasi. Stratgi yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan produksi tanaman bahan pokon seperti cabe, sayuran dan tanaman obat. Optimisme Walikota H Nur Mahmudi itu ini dikemukankanya dalam siaran pers-nya melalui Humas Pemkot Depok menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI 66, Rabu kemarin

NERACA

Menurut dia, dengan nenanam tanaman kebutuhan pokok tersebut, maka kita tidak akan terpengaruh inflasi. “Bahkan memudahkan kita dalam memenuhi kebutuhan bila terjadi kelangkaan dari salah satu bahan pokok yang sangat dibutuhkan,” ujarnya, seraya mengingatkan bahwa kenaikan harga cabe hingga mencapai Rp 140.000 per kg.

Strategi yang digunakan untuk itu, pemerintah telah mendistribusikan bibit cabe merah keriting dan cabe rawit ke seluruh kelurahan yang ada di Kota Depok. Puluhan ribu bibit cabe itu disalurkan kepada warga untuk dijadikan tanaman pekarangan. Penyalurannya melalui 63 kelurahan yang ada di Kota Depok

Walikota juga sangat bersemangat untuk mengoptimalkan produktivitas pekarangan rumah sebagai salah satu upaya mengatasi berbagai kebutuhan pokok ekonomi khususnya tanaman pangan. “Jika memang bibit cabe merah keriting dan cabe rawit tidak disalurkan para aparat kelurahan kepada seluruh warga, maka silakan dating kerumah saya untuk mengambil bibit cabe, sayuran maupun tanaman obat,” ujar dia seraya menambahkan, dirinya siap untuk mengadakan bibitnya tentunya berapa pun yang diminta warga.

Dalam suatu kesempatan panen cabe yang dihadirinya, walikota juga mengingatkan pentingnya pekarangan rumah itu sebagai sunnah rasulullah. Nurmahmudi mengutip suatu hadist: “Akan dipandang sebagai sedekah, bila sorang muslim menabur benih dan menanam pohon. Dan, kemudian bila hasil tanaman itu dicuri oleh orang lain, burung dan hewan lainnya, maka akan menjadi sedekah pula bagi kita yang menanam.”

Mencintai Produk Lokal

Selain itu, Nur Mahmudi juga mengingatkan, perlunya mencintai produk lokal. Jika mengenal, memanfaatkan dan mencintai produk lokal juga akan sangat membantu perekonomial lokal dan sangat potensial untuk meningkatkan daya beli masyarakat lokal. “Yakinilah bahwa produk lokal tidak akan membuat kita kehilangan kewibawaan. bahkan menggunakan produk lokal setiap hari akan merealisasikan mimpi mengglobalkan produk lokal,” ujar dia seraya menambahkan, bahwa momentum Idul Fitri 1432 H ini sangatlah potensial untuk mewujudkannya.

Ditegaskannya, Walikota dan wakil walikota telah memulainya untuk menggunakan produk lokal dan meninggalkan produk impor. “Kami juga ingin masyarakat dan seluruh jajaran aparatur pemerintah di Kota Depok mengubah cara pandang terhadap produk asing, dengan mencintai produk domestik buatan sendiri,” tuturnya saat membuka Depok EXPO 2011 Gelar Karya UMKM Kota Depok yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 28 Agustus 2011 mendatang di Mall Kota Depok Jl. Margonda.

Dalam pameran digelar sekitar 100 peserta UMKM yang melibatkan berbagai produk kreatif, agrobisnis, kuliner dan lainnya. Namun masih banyak para pelaku UMKM yang tidak ikut serta dalam pameran karena keterbatasan sarana pameran. “Diperkirakan ada skitar 10.000 UMKM yang ada di Kota Depok dengan daya serap Tenaha kerja sekitar 60.000 tenaga kerja,” tutur Ketua Asosiasi UMKM Kota Depok Ir. Santoso kepada NERACA yang baru merekrut 322 anggota.

Sedangkan Direktur Utama Konsultan UMKM dalam Depok Expo yaitu PT. Reptec Jasa Solusindo, Darsono mengemukakan, Depok harus menciptakan produk kreatif berdaya saing. Misalnya dengan membuka kantong UMKM “Satu Produk Satu RW”. “Jika ini bias direalisasikan dalam suatu grand design UMKM Kota Depok 15 tahun kedepan, maka Kota Depok akan menjadi Kota yang makmur sejahtera dan tidak akan ada lagi pengangguran dan kemiskinan.” Turturnya optimis.

Sementara itu itu Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Pasar Kota Depok Ir. Herman Hidayat MT, akan menjadikan UMKM sebagai prioritas utama dalam pembangunan khususnya di bidang ekonomi. “Pemerintah juga bukan hanya sekedar melatih membina dan memberi modak, tapi juga akan melakukan perlindungan bagi produk dan usaha UMKM,” ujarnya bersemangat dan sangat optimis pembangunan perekonomian depok akan berhasil jika semua sinergi.