PTPP Bukukan Laba Bersih Rp 146,7 Miliar

Jumat, 25/07/2014

NERACA

Jakarta – Paruh pertama tahun ini, BUMN bidang konstruksi terus berlomba-lomba mencatatkan pertumbuhan laba bersih ditengah fluktuasinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Salah satunya, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) pada semester I tahun ini mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp146,7 miliar atau tumbuh 2,09% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp143,7 miliar.

Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo mengatakan, naiknya laba bersih perusahaan dikontribusi dari seluruh pilar bisnis perseroan, yaitu konstruksi, properti, EPC, pracetak, peraltan dan investasi,”Sementara pendapatan usaha perseroan semester I sebesar Rp4,6 triliun atau naik 10,3% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp4,17 triliun," kata dia dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (24/7)

Adapun laba usaha peruahaan konstruksi dan investasi plat merah ini mencapai Rp372,48 miliar, tumbuh 20,6% dibanding semester I tahun lalu sebesar Rp308,86 miliar. Persreoan optimistis bisa mencapai target kinerja tahun ini didkung capaian kontrak perusahaan. Pencapain prder book hingga semester I sebesar Rp30,7 triliun, termauk kontrak baru hingga Juni sebesar Rp8,34 triliun,”PTPP menargetkan pada tahun ini dapat memperoleh total order book sebesar Rp46,12 triliun atau naik 30% dari target tahun lalu Rp35,45 triliun, ujar dia.

Total order book tersebut terdiri dari target kontrak baru tahun ini sebesar Rp24 triliun dan carry over sebesar Rp21,93 triliun. Bebrapa proyeks yang diperoleh perseroaan, di antaranya Sawangan Apartemen di Depok Rp605 miliar, Landmark di Bandung Rp600 miliar dan Hotel Dompu Mangadoro di NTT Rp318 miliar.

Di bidang investasi, perseroan telah mendapatkan recurring income (pendapatan berulang) dari Park Hotel Jakarta, Park Hotel Bandung, PLTU Talang Duku 58 MW Sumatera Selatan, dan PLTU 2x7 mw Lampung Tengah.

Untuk mendukung target jangka panjang, badan usaha milik negara (BUMN) itu telah melakukan berbagai aksi korporasi, antara lain akuisisi perusahaan yang bergerak dibidang peralatan berat milik Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (YKKPP), yaitu PT Prima Jasa Aldodua, serta membuka divisi operasi baru (DVO 4) yang bertujuan untuk menangkap peluang pasar di wilayah Indonesia Timur dan di Timor Leste.

Sebagai informasi, menyusul kompetitornya WIKA Realty yang bakal go public, PTPP juga berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) PTPP Properti pada tahun 2015, setelah sukses melakukan spin off pada tahun 2013.

Direktur Pengembangan Bisnis PTPP, Harry Nugroho pernah bilang, IPO PP Properti ditargetkan dapat menggalang dana segar dengan kisaran Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun,”PP Properti menargetkan dana Rp 1,5 triliun lewat rencana IPO,”ujarnya.

Harry menambahkan, IPO tersebut akan dilakukan pada awal kuartal pertama 2015 dan akan melepas 30% saham. Asal tahu saja, perseroan berharap dengan go public PTPP Properti bisa meningkatkan optimalisasi asset, meningkatkan kualitas pengembangan properti dan tentunya membuka struktur permodalan. (bani)