CIMB Niaga Catat Laba Bersih Rp1,95 Triliun - Semester I 2014

NERACA

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp1,95 triliun pada enam bulan pertama tahun 2014, atau turun sebesar 8,5% dari periode yang sama tahun 2013 yang mencapai Rp2,13 triliun. Perolehan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp77,7, dan return on equity (ROE) sebesar 14,5%.

Penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh peningkatan yang tidak signifikan pada pendapatan bunga bersih sebesar 4,0% Year on Year/YoY dan penurunan pada fee income menjadi sebesar Rp1,51 triliun (turun 5,9% YoY), sebagai dampak dari kondisi operasional yang semakin menantang.

CIMB Niaga tetap mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset dengan total aset sebesar Rp224,84 triliun, tumbuh 11,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp202,20 triliun. Direktur Utama CIMB Niaga, Arwin Rasyid mengungkapkan, di tengah iklim usaha yang sulit, dengan adanya tekanan likuiditas, melemahnya rupiah, peningkatan suku bunga, serta pengaruh dari pelaksanaan pemilu legislatif dan presiden, CIMB Niaga tetap mempertahankan pertumbuhan aset yang seiring dengan kemampuan meningkatkan jumlah simpanan dengan biaya yang reasonable, serta secara ketat memonitor kualitas aset.

Hingga akhir Juni 2014, total kredit CIMB Niaga tercatat sebesar Rp164,66 triliun, tumbuh 9,1% YoY. Dari total kredit tersebut, kredit di sektor Konsumer masih mengalami perlambatan, sementara kredit untuk Small Medium Micro Enterprise (SMME) naik 15,3% YoY menjadi Rp33,32 triliun dan kredit di sektor Korporasi tumbuh 11,7% YoY menjadi Rp47,09 triliun.

Dengan keragaman produk simpanan yang kompetitif, termasuk peluncuran produk tabungan terbaru yaitu Tabungan Pendidikan Xtra pada April 2014, CIMB Niaga mencatat perolehan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 10,6% menjadi sebesar Rp165,83 triliun per akhir Juni 2014. Current Account dan Savings Account meningkat 12,0% YoY menjadi Rp75,49 triliun, sementara deposito dan structured deposits tumbuh 9,4% YoY. Hasil ini berdampak terhadap rasio CASA CIMB Niaga yang meningkat 58 basis points/bps YoY menjadi 45,5%.

CIMB Niaga mampu menjaga pertumbuhan biaya operasional sebesar 8,6% YoY, sesuai dengan inflasi dan standar upah minimum di Indonesia. Penurunan pendapatan operasional meningkatkan rasio cost to income menjadi sebesar 51,66% untuk periode 6 bulan yang berakhir 30 Juni 2014.

Kondisi makro ekonomi yang melemah berdampak pada kualitas aset, dimana CIMB Niaga mencatatkan rasio non-performing loan/NPL gross sebesar 2,97% per 30 Juni 2014, dibandingkan dengan posisi yang sama pada tahun lalu sebesar 2,25%. Peningkatan rasio NPL gross ini berasal dari Commercial Banking dan Corporate Banking masing-masing meningkat menjadi 4,23% dan 3,37% per 30 Juni 2014 (meningkat 237 bps YoY dan 24 bps YoY).

CIMB Niaga mampu menjaga Capital Adequacy Ratio (CAR) pada level 16,08% per 30 Juni 2014, dengan peningkatan sebesar 19 bps dibandingkan posisi CAR di periode yang sama tahun lalu sebesar 15,89%. Dari sisi perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp6,06 trilliun serta perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp5,19 trilliun per 30 Juni 2014.

Branchless banking dukung pertumbuhan bisnis

Arwin menambahkan, persaingan di industri perbankan yang semakin ketat, mendorong perbankan semakin kreatif dan efisien menerapkan strategi untuk mencapai pertumbuhan usaha. Oleh karenanya, CIMB Niaga terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi terkini untuk pengembangan fitur digital atas layanan branchless banking-nya, termasuk melakukan pembaharuan pada sistem core banking untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.

Sebagai bukti keberhasilan atas inisiatif digital CIMB Niaga, layanan seperti CIMB Clicks, Go Mobile, dan produk inovatif Rekening Ponsel berhasil menunjukkan peningkatan dari sisi jumlah pengguna. Jumlah pengguna CIMB Clicks tumbuh 29,8% YoY mencapai 888.000 pengguna aktif, sementara pengguna Go Mobile mencapai 684.000 pengguna, meningkat 77,2% YoY.

Sedangkan jumlah pengguna Rekening Ponsel meningkat 523,5% YoY menjadi 505 ribu pengguna. “Kami akan terus terus berinovasi atas layanan digital CIMB Niaga, sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan dana nasabah serta fee based income,” ungkap Arwin. [rin]

BERITA TERKAIT

BCA Salurkan Kredit Rp2 Triliun ke Pegadaian

  NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyadari pentingnya pelayanan gadai untuk masyarakat di Indonesia, terutama…

Mega Manunggal Targetkan Laba Rp 200 Miliar - Proyeksi Kinerja 2018

NERACA Jakarta - PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan membangun dua sampai tiga gudang di tahun depan. Dengan begitu perusahaan ini…

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…