Mantan Direksi BTN Kalahkan BI - Kasus Uji Kelayakan dan Kepatutan

NERACA

Jakarta - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, mengabulkan gugatan mantan direksi PT Bank Tabungan Negara (BTN) terkait uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilaksanakan Bank Indonesia (BI). Majelis hakim dalam putusannya juga menyatakan batal dan tidak sah Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 15/125/ KEP.GBI/DpG/2013 tanggal 6 Desember 2013 tentang Hasil Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) Sdr Saut Pardede selaku Direktur Financial, Strategy and Treasury BTN periode tahun 2010 sampai dengan tahun 2012.

Putusan itu, dibacakan dalam persidangan gugatan perkara tersebut, di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jakata, Kamis (24/7).

"Saya senang gugatan kami dikabulkan oleh pengadilan. Ini membuktikan keputusan BI yang tidak meluluskan fit and proper test terhadap saya salah. Saya berharap BI merehabilitasi nama baik kami," ujar Saut ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (24 Juli 2014).

Sementara itu, pengacara mantan direksi BTN Iwan Kuswardi memaparkan, dalam putusan itu, Bank Indonesia selaku tergugat I, diwajibkan mencabut Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 15/125/KEP.GBI/DpG/2013 tanggal 6 Desember 2013 tentang Hasil Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) Sdr. Saut Pardede selaku Direktur Financial, Strategy and Treasury PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., periode tahun 2010 sampai dengan tahun 2012.

"Sedangkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku tergugat II, diminta merehabilitasi, sekaligus memulihkan nama baik penggugat dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabat penggugat sebagai Direktur Financial, Strategy and Treasury PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Termasuk di dalamnya menghukum tergugat I dan II untuk membayar biaya perkara," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, empat direksi BTN, Poernomo (pimpinan Kantor Cabang Semarang PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, periode tahun 2009 - 2011, Saut Pardede (Direktur Financial, Strategy and Treasury PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, periode tahun 2010 - 2012,
Mas Guntur Dwi Sulistiyanto (Direktur BTN) dan Evi Firmansyah (Wakil Direktur Utama BTN), mengajukan gugatan terhadap Gubernur BI dan Ketua Dewan Komisioner OJK ke PTUN Jakarta terkait Keputusan Gubernur BI Nomor 15/127/KEP.GBI/DpG/2013 tanggal 6 Desember 2013 tentang Hasil Uji Kemampuan dan Kepatutan kedua orang tersebut.

Dalam persidangan kemarin, Gubernur Bank Indonesia (tergugat I) maupun Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (tergugat II), menolak dan menyangkal seluruh materi gugatan itu, namun seluruh pengguat dapat membuktikan sekaligus meyakinkan hakim jika gugatannya benar dan cukup beralasan untuk dikabulkan dengan meruntut kembali proses atau prosedur formal persyaratan fit and proper test) calon direktur, yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/23/PBI/2010 tanggal 29 Desember 2010 tentang Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) jo. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/8/DPNP/2011 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit And Proper Test) tanggal 28 Maret 2011 sebagaimana diubah dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/26/DPNP tanggal 30 Nopember 2011, melalui surat menyurat yang dilakukan antara Gubernur BI dengan penggugat.

"Dengan demikian, putusan itu menyimpulkan bahwa Gubernur BI terbukti melanggar ketentuan yang dibuatnya sendiri, yakni melanggar Pasal 30 Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/23/PBI/2010, tanggal 29 Desember 2010 tentang Fit and Proper Test," tegas Iwan. [kam]

BERITA TERKAIT

Lihat Jeroan dan Kecanggihan Advan iTAB - Tablet Harga 1,5 Juta

Advan yang saat ini menguasai pasar tablet di Indonesia, merilis tablet terbarunya bernama iTAB. Perangkat ini diklaim memiliki keunggulan layar…

Intip Dan Kenali Peluang Usaha Minuman Es Cream Nitrogen

Bisnis dengan konsep dapur terbuka (open kitchen) sebagai trend satu tahun lebih akhir-akhir ini juga merambah gerai es cream. Dengan…

Pemerintah Dituding Tidak Miliki Data - Produksi dan Konsumsi Beras Nasional:

Harga beras terus meroket di pasaran. Badan Pusat Statisk (BPS) mencatat sampai dengan minggu ke-2 Januari ini, kenaikan harga beras…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh Hingga 15%

      NERACA   Jakarta – Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada November 2017, penyaluran pembiayaan perbankan…

Bank Banten targetkan Punya Kantor Cabang Di Setiap Kabupaten

      NERACA   Banten - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menargetkan tahun 2018 ini berdiri…

Kredit Konsumtif Dominasi Perolehan Laba Bank Sultra

    NERACA   Kendari - Secara umum kredit konsumtif masih mendominasi sumber laba Bank Sultra dengan kisaran 87 persen…