Perjalanan Hidup Sang Seniman

Garin Nugroho

Sabtu, 20/08/2011

NERACA. Seniman bernama lengkap Garin Nugroho Riyadi menampilkan jejak-jejak karyanya dalam sebuah buku bertitelkan namanya, Garin Nugroho. Buku ini bisa dianggap sebagai tonggak usia ke-50 pria kelahiran Jogjakarta. Buku setebal 300 halaman ini, juga merupakan pelengkap beberapa buku tentang dirinya yang telah lebih dulu terbit.

Perbedaannya, buku Garin Nugroho kali ini boleh dibilang sebagai sebuah rangkuman kreativitas Garin yang lebih lengkap dari buku-buku sebelumnya, baik secara filmis, akting aktor dan aktris, maupun seniman-seniman yang berkolaborasi dalam beragam proyek kreatif miliknya.

Tak hanya itu, buku berjudul Garin Nugroho ini juga merupakan dokumentasi penampilannya di beberapa negara, seperti di Tropen Museum, Amsterdam, berbagai sudut desa dan kota, dimana melibatkan ratusan crew, aktor, aktris dan seniman. Dengan kaya lain buku ini merangkum kredo Garin yang berbicara tentang Tubuhku, Senirupaku, Tarianku, Musikku, Dialogku dan Doaku.

Kabarnya, pembuatan buku ini tak memakan waktu lama, hanya dalam sekitar satu bulan saja Garin menyelesaikannya. Uniknya, dari semua karya yang ada tidak ada satupun karya yang repetisi dari karya-karya sebelumnya. "Luar biasa, saya juga tidak menyangka buku ini selesai dalam satu bulan," sebut Garin.

Sementara itu, dalam karyanya ini terdapat sisi-sisi yang patut mendapatkan acungan jempol. Salah satunya adalah, kelahiran buku ini merupakan suatu bentuk penghormatan Garin terhadap kaum ibu dan perempuan, juga para sineas muda atau siapa saja yang tertarik di bidang perfilman agar menjadi semangat tersendiri buat mereka.

"Melalui buku ini, terdapat satu hal yang ingin saya bagikan, jika ingin besar pasti membutuhkan usaha keras yang ditempa berbagai pengalaman pahit dan menakjubkan," katanya seraya menyemangati para

sineas muda Indonesia.

Topik Terkait

perjalanan hidup seniman