Penjualan Mandom Capai Rp 1,2 Triliun

NERACA

Jakarta – Perusahaan kosmetik, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) pada semester I tahun ini mencatat penjualan bersih tumbuh 21% dari Rp989,2 miliar menjadi Rp1,2 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (23/7).

Presiden Direktur Mandom Indonesia, Takeshi Hibi mengatakan, pertumbuhan dua digit tersebut didukung penjualan domestik maupun ekspor masing-masing 17,2% dan 23,4%,”Penjualan domestik dari Rp691,6 miliar menjadi Rp810,4 miliar dan penjualan ekspor menjadi Rp367,3 miliar dari Rp297,6 miliar," kata dia.

Sementara berdasarkan kategori, perawatan kulit dan rias tumbuh 22,9%, disusul perawatan rambut naik 22,6% dan wangi-wangian bertambah 14,2%. Sedangkan dalam mengontrol harga pokok penjualan (HPP), perseroan berhasil menjaga kenaikan HPP di bawah pertumbuhan penjualan pada angka 13,2%.

Naiknya penjualan tersebut diikuti meningkatnya beban pokok penjualan sebesar 13,2% dari Rp646,4 miliar menajdi Rp731,9 miliar dan beban usaha naik 30,7% menjadi Rp313,1 miliar dari Rp239,6 miliar. Adapun laba usaha perseroan tumbuh 28,5% menjadi Rp132,6 miliar dari Rp103,2 miliar dan laba bersih melonjak 20,9% menjadi Rp94,4 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp78,1 miliar.

Perseroan pada akhir tahun ini menargetkan angka penjualan bisa mencapai Rp3 triliun. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan terus memperluas pasar dari segi produk, merek, target pasar maupun jaringan distribusi. Perseroan juga sedang membangun kantor dan pabrik baru di kawasasn industri MM2100 Bekasi, Jawa Barat. Saat ini, proses pembangunan telah mencapai 80% dan dijadwalkan akan rampung pada penghujung 2014.

Tahun lalu, PT Mandom Indonesia Tbk mencatat kenaikan pada laba bersih sebesar 6,5% menjadi Rp226 miliar per Desember 2013 dari Rp150 miliar pada 2012. Perseroan juga mencatat laba per saham dasar sebesar Rp796 per saham.

Kenaikan pada laba tersebut juga didukung dari tumbuhnya penjualan bersih sebesar 9,5% dari Rp1,85 triliun menjadi Rp2,03 triliun. Kendati mengalami kenaikan pada laba, beban usaha perseroan juga naik 16,8% dari Rp472 miliar menjadi Rp551 miliar pada periode Desember 2013. Selain itu beban pokok penjualan juga naik 7% dari Rp1,17 triliun menjadi Rp1,25 triliun per Desember 2013.

Kenaikan penjualan juga ditunjang dari penjualan produk wangi-wangiannya bertumbuh sebesar 16,2 persen menjadi Rp570 miliar, jika dibandingkan penjualan pada 2012 yakni sebesar Rp491 miliar. Penjualan tertinggi kedua dicatatkan oleh produk perawatan kulit dan tata rias yang tumbuh 8,8 persen dari Rp680 miliar pada 2012, menjadi Rp739 miliar di 2013.

Sementara penjualan domestik tumbuh 8,2% dari Rp1,34 triliun menjadi Rp1,45 triliun, penjualan ekspor tumbuh 13,1% Rp510 miliar menjadi Rp577 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Keppel Land Garap Proyek Properti Rp 1 Triliun - Gandeng Metropolitan Land

NERACA Jakarta - Keyakinan pasar properti di Indonesia masih tetap positif, Keppel Land Limited (Keppel Land) kembali menggarap pasar Indonesia…

Dana Kelola Pinnacle Investment Rp 2,3 Triliun

Per September 2017, Pinnacle Investment diperkirakan telah meraup dana kelolaan reksadana mencapai Rp 2,3 triliun. Dana kelolaan perusahaan manajer investasi…

MLJ Tawarkan Kupon Bunga Hingga 9% - Rilis Project Bond Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Dana pengembangan bisnis dan termasuk pelunasan investasi kredit, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melalui anak perusahaan,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…