Penjualan WIKA Beton Capai Rp 1,68 Triliun

NERACA

Jakarta – Sepanjang semester pertama tahun ini, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatat laba bersih sebesar Rp169,28 miliar atau 24% lebih tinggi dibandingkan laba bersih tahun lalu pada periode sama yaitu Rp136,45 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, peningkatan laba bersih didukung penjualan Wika Beton sepanjang semester I/2014 yang mencapai Rp1,68 triliun. Raihan ini meningkat 13% dibandingkan periode sama 2013 sebesar Rp1,48 triliun. Seiring dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan naik 12% yaitu menjadi Rp1,42 triliun dari yang sebelumnya Rp1,27 triliun pada periode sama tahun lalu.

Hingga akhir Juni 2014, jumlah total aset perseroan sebesar Rp3,66 triliun atau naik 25% dari jumlah asset tahun lalu yaitu Rp2,92 triliun. Sedangkan liabilitas perseroan diakhir periode sama mencapai Rp1,59 triliun mengalami penurunan 28% dari tahun lalu sebesar Rp2,19 triliun.

Strategi pengembangan bisnis yang saat ini sedang dilakukan Wika Beton di antaranya dalam proses untuk melakukan akuisisi atas perusahaan sejenis. Perseroan segera merampungkan proses akuisisi PT Citra Lautan Teduh, perusahaan beton pracetak lokal di wilayah Batam.

Melalui akuisisi ini, perseoran akan semakin meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas ekspansi pasar baik untuk pasar lokal maupun regional melalui penjualan produk unggulan seperti tiang pancang dan balok jembatan. PT Citra Lautan Teduh memiliki lokasi strategis di pinggir laut dan memiliki dermaga, sehingga perseroan akan dapat men-support proyek-proyek di wilayah Riau, Pekanbaru hingga ke wilayah Malaysia, Singapore dan Brunei Darussalam.

Tercatat hingga pertengahan Juni 2014, perseroan telah merealisasikan kontrak baru sebesar Rp1,3 triliun. Corporate Secretary PT Wijaya Karya Beton Tbk, Puji Haryadi pernah bilang, perseroan telah mencatatkan perolehan kontrak baru pada pertengahan Juni 2014 sebesar Rp223 miliar,”Dengan capaian kontrak baru sebesar Rp223 miliar, sehingga total kontrak baru yang diperoleh sampai dengan pertengahan Juni 2014 telah mencapai Rp1,3 triliun atau mencapai 40% dari total target 2014,”ujarnya.

Kontrak–kontrak baru yang diperoleh pada pertengahan Juni 2014 tersebut, antara lain proyek tol Kualanamu di Sumatera Utara, Proyek jembatan Pulau Dompak di Kepulauan Riau, Proyek apartemen Menara Deli di Sumatera Utara dan Proyek prasarana minyak dan gas di Bontang, Kalimantan Timur.

Selain itu, proyek tol Cikampek – Palimanan di Jawa Barat dan juga proyek pabrik Astra Honda Motor di Jawa Barat. Maka dengan demikian, total order book yang telah dicapai sampai dengan pertengahan Juni 2014 sebesar Rp2,9 triliun termasuk carry over sebesar Rp1,6 triliun,”Melihat perolehan yang telah dicapai serta rencana proyek yang akan diperoleh selama tahun 2014, manajemen PT Wijaya Karya Beton Tbk optimistis akan mencapai target semester maupun akhir tahun 2014 yang telah disasarkan sebelumnya terutama dari proyek-proyek swasta," pungkasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Audi Ingin Gandakan Penjualan di China Dalam 6 Tahun

NERACA Jakarta – Merek premium dari grup Volkswagen, Audi, menyatakan ingin melipatgandakan angka penjualan selama enam tahun mendatang di China…

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Indosat Anggarkan Capex Rp 8 Triliun - Perluas Jaringan Ke Luar Jawa

NERACA Bandar Lampung- Perluas jaringan ke luar pulau Jawa, PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo menganggarkan belanja modal atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Tumbuh 1,07% - Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

Indofarma Anggarkan Capex Rp 160 Miliar

Danai pengembangan bisnis, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) tahun ini menganggarkan belanja modal atau (capital expenditure /capex) sebesar Rp160 miliar.…