Telkom Catatkan Laba Rp 7,41 Triliun

Kamis, 24/07/2014

NERACA

Jakarta-Perusahaan operator seluler, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sepanjang enam bulan pertama tahun ini mencatat kenaikan laba bersih sebesar 4% menjadi Rp7,41 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp7,13 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (23/7).

Dijelaskan, naiknya laba bersih tersebut didukung melonjaknya pendapatan peseroan pada periode yang sama. Pendapatan perusahaan telekomunikasi plat merah tersebut pada semester I tahun ini tercatat sebesar Rp43,54 triliun, naik 8,42% dibanding semester I/2013 senilai Rp40,16 triliun. Naiknya pendapatan seiring dengan meningkatnya beban operasi pemeliharaan dan jasa telekomunikasi menjadi Rp10,7 triliun dari Rp9,73 triliun.

Selain itu, beban penyusutan dan amortisasi bertambah menjadi Rp8,16 triliun dari Rp6,94 triliun, beban karyawan meningkat menjadi Rp4,67 triliun dari Rp4,61 triliun, beban umum dan adminstrasi menjadi 2,55 triliun dari Rp2,37 triliun.

Sementara beban pemasaran naik menjadi Rp1,46 triliun dari Rp1,34 triliun, rugi selisih kurs Rp146 miliar dari sebelumnya laba Rp100 miliar dan beban lain-lain bertambah menjadi Rp233 miliar dari Rp128 miliar. Laba usaha perusahaan tercatat naik menjadi Rp14,19 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp13,85 triliun. Sementara laba bersih per saham naik tipis menjadi Rp76,24 per saham dari Rp74,42 per saham.

Adapun total aset perusahaan pada akhir Juni mencapai Rp130,16 triliun dengan total utang sebesar Rp55,17 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding akhir tahun lalu, di mana aset perusahaan sebesar Rp127,95 triliun, dengan total utang Rp50,53 triliun.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8-9%. Target pertumbuhan pendapatan ini turun apabila dibandingkan dengan pertumbuhan sepanjang tahun 2013 lalu yang sebesar 10-11%. Selain itu, perseroan menargetkan akan segera melepas anak usahanya bidang menara PT Dayamitra Telekomunikasi (Miratel) akhir tahu ini.

Vice President Public RelationsPT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Arif Prabowo pernah bilang, perseroan baru dapat memutuskan nasib Mitratel pada kuartal-IV 2014 mendatang,”Kami masih mencari cara terbaik untuk Mitratel. Kemungkinan kuartal-IV baru diputuskan. Aksi korporasi baru berjalan pada awal 2015," katanya.

Pada awal tahun 2014 ini perseroan berencana untuk memutuskan langkah apa yang akan dilakukan kepada Mitratel. Perseroan telah memilik lima opsi seperti menjual aset, merger, penawaran umum perdana saham (initial public offering/ IPO), opsi strategic partner bakal melibatkan mitra di luar perusahaan dan terjadi penukaran kepemilikan saham (backdoor listing), serta tidak melakukan apapun terhadap Mitratel. Dari lima opsi tersebut sudah mengerucut menjadi dua opsi, yakni backdoor listing dan IPO.

Jika keputusan aksi apa yang akan dilakukan Telkom kepada Mitratel baru akan ada di kuartal-IV maka artinya aksi korporasi tersebut baru akan bisa dilaksanakan pada kuartal-I 2015. Saat ini Mitratel bersama PT Telkom Akses dan PT Graha Sarana Duta berada di bawah PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkom Infratel). Telkom Infratel merupakan subholding yang baru berdiri pada 23 Januari 2014. (bani)