Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp509 Miliar - Semester I 2014

NERACA

Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mengantungi laba bersih sebesar Rp509 miliar di semester-I 2014. Artinya, laba bersih perusahaan pembiayaan itu tumbuh 57,7% year on year (yoy). Hal itu dikemukakan I Made Gde Erata, Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank.

Menurut dia, pertumbuhan laba yang ada saat ini ditopang oleh peningkatan empat lini bisnis, yaitu pada sektor pembiayaan, pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM), penjaminan, dan asuransi.

“Pertumbuhan laba ditopang oleh nilai tukar rupiah. Karena, disimpan dalam bentuk dollar AS, maka bunga yang kami peroleh pun dalam dolar AS. Selain itu, net interest margin (NIM) kami juga naik dari 3,41% menjadi 3,67%,” ujar Erata, dalam paparan kinerja Indonesia Eximbank di Jakarta, Rabu (23/7).

Karena itu, Indonesia Eximbank menargetkan mengantungi laba bersih sebesar Rp896,9 miliar di akhir 2014 mendatang. Sedangkan saat ini, pencapaian separuh tahun 2014 telah melampaui 50% target perseroan. Apalagi jika melihat pertumbuhan di seluruh lini bisnisnya, perseroan semakin optimistis target laba bersih akan tercapai.

Meskipun target tahunan sudah terlampaui, Erata menyatakan tidak akan melakukan revisi target. Bahkan, mereka akan menjadikan kinerja tahun ini (2014) sebagai acuan membuat target di tahun berikutnya. “Jadi untuk target tahun ini, tidak akan direvisi, kita sangat optimistis karena bunga kita juga cukup kecil,” ujar dia.

Terkait pembiayaan, Eximbank telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp45,91 triliun atau tumbuh 49,92% dari semester I tahun lalu. Sementara itu target pembiayaan sampai akhir tahun senilai Rp44,69 triliun.

Pembiayaan UKM turun

Isnen Sutopo, Direktur Pelaksana Indonesia Eximbank menyatakan, menurunnya pertumbuhan pembiayaan UKM tersebut dikarenakan minimnya jumlah UKM yang melakukan ekspor. Karenanya, target pertumbuhan tahun ini juga diturunkan dari pertumbuhan tahun lalu, yaitu sekitar 22%, sedangkan tahun lalu, pembiayaan UKM tumbuh 53,73%.

“Pembiayaan harus berkaitan dengan ekspor, tahun ini kami mengakui, kesulitan mencari UKM eksportir. Sampai akhir tahun, kami menargetkan pembiayaan UKM senilai Rp4,45 triliun,” ungkap dia.

Sebelumnya, Indonesia Eximbank juga telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap II Tahun 2014 dengan nilai emisi sebesar Rp500 miliar. Dalam hal ini yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Bahana Securities.

Berdasarkan keterangan resminya beberapa hari lalu, obligasi ini merupakan realisasi dari Penawaran Umum Berkelanjutan II yang secara keseluruhan ditargetkan sebesar Rp24 triliun, di mana jumlah tersebut telah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada 23 Mei 2014.

Obligasi yang baru diterbitkan ini bertenor 3 tahun dengan tingkat kupon sebesar 9,25% p.a. obligasi tersebut diterbitkan sebagai salah upaya untuk menjangkau investor ritel dengan menjadikannya sebagai underlying reksa dana. Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia Eximbank untuk memperluas basis investor surat utang yang diterbitkan Indonesia Eximbank. [ardi]

BERITA TERKAIT

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi NERACA Sukabumi - Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kota Sukabumi ternyata…

Batas Dana Kampanye Kuningan Rp 26,4 Miliar

Batas Dana Kampanye Kuningan Rp 26,4 Miliar NERACA Kuningan – Dalam menyelaraskan aksi kampanye para pasangan calon yang akan bertarung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…