Aksi Beli Berlanjut, IHSG Bergerak Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 9,709 poin (0,19%) ke level 5.094,230. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,435 poin (0,05%) ke level 873,343,”Menguatnya indeks BEI dikarenakan investor asing masih melanjutkan aksi beli saham di pasar domestik," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (23/7).

Tercatat, dalam data perdagangan saham BEI, investor asing membukukan beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp509,798 miliar. Dirinya menambahkan, ke depan potensi indeks BEI menguat lebih tinggi cukup terbuka seiring dengan pelaku pasar saham yang akan mulai berpikir secara rasional,”Pelaku pasar akan memanfaatkan saham-saham yang sudah tertekan pada perdagangan hari sebelumnya, dan akan mencermati saham-saham yang berfundamental baik,”ujarnya.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 214.757 kali dengan volume 8,031 miliar lembar saham senilai Rp 8,531 triliun. Sebanyak 223 saham naik, 106 turun, dan 76 saham stagnan. Bursa saham Jepang satu-satunya bursa Asia yang yang melemah sore hari ini. Kekhawatiran akan krisis geopolitik di Gaza dan Ukraina masih terasa namun bisa ditepis investor.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mandom (TCID) naik Rp 900 ke Rp 16.900, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 750 ke Rp 8.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 69.700, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 400 ke Rp 7.400. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain (PTSP) turun Rp 1.000 ke Rp 4.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 53.500, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 11.000, dan Lionmesh (LMSH) turun Rp 225 ke Rp 7.675.

Perdagangan sesi pertama, IHSG menguat 24,157 poin (0,48%) ke level 5.107,678. Sementara Indeks LQ45 naik 2,306 poin (0,26%) ke level 876,084. Indeks sempat naik cukup tinggi di awal perdagangan sampai ke titik tertingginya di 5.139,666. Investor asing mendominasi pembelian di lantai bursa.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 138.035 kali dengan volume 3,576 miliar lembar saham senilai Rp 5,574 triliun. Sebanyak 235 saham naik, 65 turun, dan 60 saham stagnan. Bursa regional tak lagi kompak menguat setelah bursa saham Jepang jatuh ke zona merah gara-gara aksi ambil untung.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mandom (TCID) naik Rp 1.525 ke Rp 17.525, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 25.625, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 600 ke Rp 7.850, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 69.800. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 53.700, Lionmesh (LMSH) turun Rp 225 ke Rp 7.675, Asahimas (AMFG) turun Rp 125 ke Rp 6.875, dan Inti Agri (IIKP) turun Rp 80 ke Rp 1.800.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 21,30 poin atau 0,42% menjadi 5.104,83, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,57 poin (0,64% ) ke level 879,35. Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, pelaksanaan pilpres hingga diumumkannya hasil rekapitulasi suara nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berjalan kondusif secara nasional menjadi faktor positif pasar saham domestic,”Kondisi keamanan secara nasional atas keberhasilan terselengaranya pilpres dengan damai memicu euforia pasar. Sentimen positif itu mendominasi pasar saham di dalam negeri dibandingkan sentimen lainnya," kata Alfiansyah.

Da mengatakan bahwa pasar global sedang menyikapi perkembangan dari konflik di Ukraina. Perseteruan disana dikhawatirkan dapat mempengaruhi persediaan gas dunia dikarenakan Ukraina merupakan saluran utama untuk ekspor gas Rusia ke Eropa.

Sementara itu, Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa dana asing diperkirakan semakin deras masuk ke pasar modal Indonesia seiring kondusifnya kondisi keamanan pasca pilpres."Penetapan hasil pilpres oleh KPU yang dilakukan Selasa malam diproyeksi membawa pengaruh positif bagi pergerakan indeks BEI. Indeks diperkirakan bergerak di kisaran 5.013-5.154 poin,"ungkapnya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks bursa Hang Seng dibuka menguat 135,90 poin (0,57%) ke level 23.918,01, indeks Nikkei naik 10,14 poin (0,05%) ke level 15.350,32 dan Straits Times menguat 16,68 poin (0,50%) ke posisi 3.333,59. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham Malacca Trust Dalam Pengawasan - Bergerak Di luar Kewajaran

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pola transaksi saham PT Malacca Trust Wuwungan (MTWI) karena telah…

Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup turun sebesar 18,12 poin seiring…

Pasar Obligasi Diproyeksikan Bergerak Sideways - Menanti Sentimen The Fed

NERACA Jakarta - Pekan ini pasar obligasi domestik diperkirakan bergerak sideways. Pasalnya, para pelaku pasar masih akan menunggu pengaruh sentimen-sentimen…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Tersangka Kasus Pemalsuan Surat - Istri Dewan Penasihat Kadin Chris Kanter Mangkir Pemeriksaan

Prikanti Chris Kanter tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka di Polres Tangerang Selatan. Istri Chris Kanter, anggota Dewan Penasehat Kamar Dagang…

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…